• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Sabtu, 28 Desember 2013

Photo Story : Sabung Ayam

17.06 // by Wisnu Yuwandono // , // 15 comments

Sabung Ayam

Sorak-sorai penonton mengiringi dua ekor ayam yang sedang bertarung beradu ketangguhan. Mereka sangat antusias melihat tiap gerak ayam petarung yang mereka dukung. Darah mulai bercucuran, sorakan semakin ramai. Ini pertarungan berdarah.

Selasa, 24 Desember 2013

Menghitamkan Loh Buaya

11.55 // by Wisnu Yuwandono // , // 2 comments

Komodo
Perahu mulai mengurangi kecepatannya saat memasuki wilayah teluk yang tenang. Lalu dengan pelan-pelan menepi ke dermaga yang berbentuk seperti jembatan kayu. Disangga balok-balok kayu yang cukup besar membuatnya terlihat kokoh untuk menyandarkan perahu-perahu yang singgah. Siang itu kebetulan tak banyak perahu yang bersandar. Di pangkal dermaga ada sebuah bangunan yang juga merupakan pintu gerbang memasuki wilayah ini, di atasnya terdapat papan bertuliskan nama tempat ini, Loh Buaya.

Minggu, 15 Desember 2013

Bawa Botol Minummu Sendiri

09.53 // by Wisnu Yuwandono // // 26 comments

bawa botol minummu sendiri

Saat masih kecil, ketika masih di bangku TK atau SD mungkin banyak dari kita sering membawa bekal air minum dengan botol yang berbentuk macam-macam atau sekarang biasa dikenal dengan tumbler. Saya masih ingat pernah punya botol air minum berbentuk telepon genggam yang besar dengan antena yang berfungsi sebagai sedotan. Botol seperti itu cukup ngehits waktu itu. Tapi lambat laun seiring beranjak dewasa, banyak yang merasa malu untuk membawa bekal air minum ke sekolah. Lebih praktis untuk beli minuman es jeruk, es teh atau minuman es lain di kantin, yang lebih praktis lagi beli air mineral atau juga softdrink karena ga harus dihabiskan langsung di tempat, bisa ditenteng.

Jumat, 06 Desember 2013

6 Tips Memotret Sunrise dan Sunset

16.12 // by Wisnu Yuwandono // // 24 comments

Sunrise dan sunset tentu saja adalah momen yang sangat spesial bagi kita. Ketika peralihan matahari berada di ufuk menimbulkan warna jingga yang kadang hampir membuat seluruh langit berwarna itu. Indah sekali. Bahkan banyak yang menyebutnya peristiwa romantis. Karena itu pula untuk mengingat peristiwa berharga tersebut kita sering mengabadikannya dalam jepretan foto. Untuk menjadikannya terlihat lebih terasa dan terkenang, berikut ada beberapa tipsnya :

Selasa, 03 Desember 2013

Desa Tradisional Penglipuran

12.10 // by Wisnu Yuwandono // , // 6 comments

Desa Penglipuran
Bapak-bapak dengan pakaian adat Bali saling bercanda dan bercengkerama di bale-bale yg terletak di tengah desa. Senyum kadang diselingi tawa mewarnai obrolan mereka. Terlihat sangat rukun antar tetangga.

“Kami sedang ada pertemuan rutin bulanan” kata Pak Wayan. Sosok bapak setengah baya yang terlihat rapi dengan pakaian adat dan udeng yang melingkar di atas kepalanya. Saya lupa nama belakangnya. Di Bali kalo mencari seseorang hanya bermodal nama depan saja sama halnya dengan iklan suatu jasa pengiriman yang mencari nama Wang di China, banyak sekali yang punya nama tersebut.

Rabu, 27 November 2013

Spesial Tuna di Pesinggahan

20.38 // by Wisnu Yuwandono // , // 6 comments

Tuna Pesinggahan

Akhir tahun hampir setiap hari cuaca dihiasi dengan rintikan air hujan dan suhu yang agak dingin. Begitu juga hari itu. Suhu yang dingin ini membuat perut menjadi semakin mudah lapar. Meskipun sebenarnya di suhu seperti apapun perut saya juga cepat lapar. Obat dari rasa lapar itu tentu saja dengan makan dan beruntungnya siang itu ada ajakan makan dari seorang teman yang ingin berbagi rezeki.

Selasa, 12 November 2013

Potret Pantai Pandawa

17.39 // by Wisnu Yuwandono // // 23 comments

Pantai Pandawa, Bali

Industri pariwisata terus berkembang seiring waktu. Orang-orang terus mencari tempat baru untuk dikunjungi dan dinikmati potensi wisatanya. Tempat yang itu-itu saja terasa mainstream, ramai dan membosankan. Apalagi di Bali, yang terkenal dengan wisata pantai tetapi Pantai Kuta yang menjadi andalan sudah terlalu biasa bagi kebanyakan orang. Pantai apa yang bagus tapi masih sepi dan ga banyak orang yang sudah pernah kesana, itulah tempat yang ingin dikunjungi oleh para wisatawan. Dan itu pula tempat yang menjadi sasaran para investor.

Jumat, 08 November 2013

The Animal Show at Bali Zoo

18.22 // by Wisnu Yuwandono // // No comments

Bali Zoo

Wurrrrrr..seekor elang terbang tepat di atas kepala saya. Elang itu bukan elang liar yang terbang bebas di alam. Dia adalah salah satu elang yang dipelihara dan dilatih di Bali Zoo, sebuah kebun binatang yang ada di Bali. Dan itu tadi adalah salah satu penampilan dalam birds show.

Kamis, 07 November 2013

Kuta is in Lombok

19.17 // by Wisnu Yuwandono // , // 16 comments

Kuta Lombok

Udara dingin dari AC mobil seketika berubah menjadi menyengat ketika saya membuka pintu mobil dan menginjakkan kaki di luar. Cuaca memang sedang sangat cerah, panas ngentang-ngentang malah. Hal yang cukup biasa ketika sedang berada di pantai. Ya, saya sedang berada di pantai, Pantai Kuta tepatnya. Kuta yang ada di Lombok.

Rabu, 23 Oktober 2013

Postcard from Tirtagangga

11.44 // by Wisnu Yuwandono // // 5 comments

Tirtagangga
Terletak di Kabupaten Karangasem atau bagian timur Bali, Tirtagangga menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik selain wisata selam yang menjadi andalan kabupaten ini. Tirtagangga dibangun antara tahun 40 sampai 50 oleh Raja Karangasem yang bergelar Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem, raja terakhir Puri Karangasem yang memang memiliki sense arsitektur tinggi.

Selasa, 22 Oktober 2013

Gunung Agung, Perizinan dan Angin Besar

14.58 // by Wisnu Yuwandono // , // 24 comments

Gunung Agung
Gunung Agung terlihat dari Jemeluk, Amed
“Enam ratus lima puluh ribu?”, setelah mengeluarkan kalimat itu mulut dan wajah saya lalu bengong karena kaget.

Gunung Agung dengan ketinggian 3.142 mdpl adalah gunung yang sangat disucikan oleh masyarakat Bali. Di tempat ini diyakini adalah tempat tinggal para dewa. Gunung Agung, gunung yang besar, gunung yang berwibawa. Dan untuk merasakan kewibawaannya sampai di puncak harus mengeluarkan uang enam ratus lima puluh ribu dahulu.

Rabu, 09 Oktober 2013

Pernikahan yang Tertunda

23.02 // by Wisnu Yuwandono // , // 14 comments

pernikahan Bali

Sekitar 5 tahun yang lalu, Made Dedik Suriawan meminang seorang gadis yang sudah dipacarinya beberapa tahun. Rumah mereka tak terlalu jauh, bisa dibilang bertetangga. Pernikahan dilangsungkan dan disahkan secara keluarga akan tetapi karena ada beberapa hal, pernikahan itu belum sah secara agama Hindu Bali.

Selasa, 08 Oktober 2013

Kurang Puas Menikmati Gunung Batur

09.57 // by Wisnu Yuwandono // , // 8 comments

Gunung Batur
Bagi yang sering mendaki gunung, Gunung Batur di Bali bukanlah gunung yang tinggi dan tantangannya tidak terlalu tinggi. Memang dengan ketinggian sekitar 1.717 mdpl membuatnya terlihat ‘pendek’ dibanding gunung-gunung raksasa yang lain. Tapi yang namanya naik gunung pasti selalu memberi kesan yang mendalam saat mendakinya, begitu pula yang saya alami.

Rabu, 11 September 2013

Special Moment : Sunset at Kanawa Island

19.29 // by Wisnu Yuwandono // , // 23 comments

Sunset Kanawa Island

Tinggal di sebuah pulau kecil membuat kita bisa bebas melihat ke berbagai arah mata angin tanpa terhalang gedung ataupun hal lainnya. Di pagi hari sunrise menyapa pagi dengan indah dan sore hari sunset mengetuk malam dengan syahdu. Mungkin jika Tom Hanks menyukai kedua hal itu dan membawa kamera maka dia akan mempunyai banyak foto sunrise dan sunset yang banyak dalam film Cast Away.

Minggu, 25 Agustus 2013

Sunset Pura Batubolong yang Fotogenik

22.22 // by Wisnu Yuwandono // , // 12 comments

Pura Batubolong, Bali
Pura Batubolong
Banyak yang tidak tahu di mana letak Pura Batubolong di Bali. Kebetulan ada tempat dengan nama yang sama di Pulau Lombok yang memang lebih terkenal dari yang di Bali. Bahkan ada yang salah sangka tempat ini sama dengan Pantai Karang Bolong yang ada di Anyer dan Kebumen. Atau jangan-jangan ada tempat lain yang memiliki nama yang mirip. Mungkin memang karang dan batu yang bolong adalah hal yang begitu mainstream di negara kita.

Jumat, 23 Agustus 2013

Apa yang Mereka Dapatkan?

08.14 // by Wisnu Yuwandono // , // 2 comments

Pantai Lovina, Bali
Pantai Lovina
 "Saya ingin sekali melihatnya di lautan lepas, di rumah mereka."
Angin semilir membawa uap air dengan bau khas, aroma laut. Perahu-perahu berjejer di pinggir pantai, tak segaris tapi masih tetap terlihat rapi. Matahari baru saja lepas dari persembunyiannya, belum terlalu kuat menghalau kabut-kabut yang menutupi barisan bukit di belakang pantai.  Meski cuaca tak terlalu cerah, gelombang air masih begitu tenang, suasana pun tak ramai dengan pengunjung. Lovina begitu syahdu pagi ini.

Kamis, 22 Agustus 2013

Menyapa Orah Sang Naga

18.35 // by Wisnu Yuwandono // , , // 4 comments

Komodo, Nusa Tenggara Timur
Komodo dengan nama latin Varanus Komodoensis
Sudah lebih 3 jam perahu yang saya naiki melaju di perairan laut. Pulau-pulau yang entah apa namanya cuma dilewati begitu saja. Labuan Bajo sama sekali tak terlihat lagi. Ombak yang mengombang-ambingkan perahu sudah mulai terasa biasa bagi tubuh saya, adaptasi yang memang saya harapkan. Di depan sudah menyapa Loh Liang yang walaupun perairannya cukup tenang, namun namanya terdengar menyeramkan. Loh berarti teluk, Loh Liang berarti Teluk Liang, disinilah perahu-perahu bersandar untuk menurunkan orang-orang untuk menjenguk sang hewan purba legendaris di rumahnya, Pulau Komodo.

Rabu, 21 Agustus 2013

Selayang Pandang Nusa Lembongan

18.15 // by Wisnu Yuwandono // , // 4 comments

Nusa Lembongan, Bali
Nusa Lembongan
Banyak yang menyangka bahwa Provinsi Bali hanya memiliki satu pulau yaitu Pulau Bali saja. Padahal sebenarnya ada beberapa pulau lain yang cukup menarik untuk dikunjungi jika sudah merasa ‘bosan’ dengan sajian utama dari Bali. Salah satu pulau itu adalah Pulau Nusa Lembongan.

Rabu, 14 Agustus 2013

Mencari Keberuntungan di Tirta Empul

14.11 // by Wisnu Yuwandono // , // 6 comments

Tirta Empul, Bali

Pura Tirta Empul tak begitu ramai siang ini. Tak seramai ketika saya pernah kesini sebelumnya. Memang waktu saya kesini sebelumnya tepat pada hari minggu dan juga ketika bulan purnama. Sedangkan saat ini adalah hari biasa, bukan hari libur maupun hari penting untuk bersembahyang umat Hindu. Bisa disimpulkan kalau ingin melihat orang berjubel di sini carilah hari libur atau hari sembahyang umat Hindu, kalau pengen yang selo ya seperti saya saat ini.

Pura ini agak lain dari kebanyakan pura di Bali. Selain letaknya yang di dekat Istana Kepresidenan Tampak Siring (Pura Tirta Empul jauh lebih dulu ada dibanding istana), juga karena adanya mata air dan pancuran untuk membersihkan diri.
Tirta Empul, Bali
Kolam untuk melukat
Ada 3 kolam untuk melukat atau membersihkan diri. Kolam pertama cukup besar mungkin sekitar 20 x 5 meter, lalu kolam kedua ukurannya kecil sekitar 3 x 5 m, sedangkan kolam terakhir berukuran medium sekitar 10 x 5 meter. Total pancuran yang ada berjumlah 20 pancuran. Kolam pertama dipisahkan tembok dari kolam kedua dan ketiga. Yang saya lihat kebanyakan para peziarah hanya melukat di kolam pertama saja karena ternyata memang kedua kolam lainnya diperuntukkan bagi keperluan yang lain. Ketika saya mencoba menyentuh airnya, nyessss dinginnn.
Tirta Empul, Bali
Orang yang melukat/membersihkan diri

Tirta Empul, Bali
Bule pun ikut melukat
Yang hendak membersihkan diri, mereka akan membasuh kepala dengan air yang mengalir dari pancuran. Satu persatu pancuran didatangi lalu berdoa di depannya dan selanjutnya membasuh kepala mereka. Jika membawa canang yang berisi sesaji akan diletakkan di atas pancuran. Begitu terus sampai ke pancuran terakhir.
Tirta Empul, Bali
Pancuran dengan canang sesaji di atasnya
Air yang mengalir di pancuran tadi berasal dari sumber mata air yang berada tak jauh dari kolam. Air terlihat keluar menyembur dari tanah membuatnya terlihat seperti mendidih. Di sekelilingnya banyak terdapat tumbuhan hijau  menandakan airnya cukup sehat untuk ditumbuhi makhluk hidup.

Tiba-tiba teman saya menunjuk ke arah rimbunnya tumbuhan hijau tersebut lalu bilang bahwa dia melihat ada belut dengan ukuran yang cukup besar. Saya mencoba mengikuti arah dari jari telunjuknya itu, namun tetap tak melihat hewan yang dimaksud. Sampai akhirnya hewan itu bergerak dan saya hanya melihat sekelebat ekornya saja.
Tirta Empul, Bali
Sumber Mata Air Tirta Empul
“Mas ini akan dapat keberuntungan”, kata bapak yang meminjami selendang di depan pura yang mendengar kisah kami tentang belut (untuk memasuki pura memang semua orang harus memakai selendang).

Menurut kepercayaan di sini, orang yang melihat belut raksasa itu akan mendapat keberuntungan dalam hidupnya. Bila dipikir kami memanglah orang beruntung bisa melihat belut itu yang menyaru di antara tumbuhan yang hidup di dalam kolam mata air. Tak banyak yang pernah melihatnya meskipun konon tak hanya ada satu belut saja yang tinggal di sana.

“Di kolam lain pun sebenarnya ada belutnya, mas. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihatnya”, lanjut bapak tadi.

Wah ternyata saya bukanlah termasuk diantara orang-orang tertentu itu.
Tirta Empul, Bali
Kolam dengan banyak koin
Yang menarik adalah di kolam mata air ada papan peringatan agar tidak melemparkan koin ke dalamnya, mengingat ada kolam lain di kompleks ini yang sudah cukup banyak dilempari koin. Hal ini mirip dengan kepercayaan akan memperoleh keberuntungan apabila melempar koin pada beberapa air mancur yang ada di Eropa. Ahhh ternyata kolam kuno yang ada di pelosok Bali pun sudah terkena kepercayaan masyarakat barat. Untungnya saya tidak membawa satu koin pun untuk dilempar. Sayang juga sama koinnya.

Senin, 03 Juni 2013

Anjing Kintamani

17.18 // by Wisnu Yuwandono // // 6 comments

anjing kintamani
Anjing Kintamani kecil
Salah satu ras anjing yang dimiliki Indonesia adalah ras Kintamani. Anjing dengan bulu termasuk panjang dan lebat ini adalah jenis anjing penjaga rumah. Ketika ada orang tak dikenal datang memasuki wilayah rumah ‘majikan’ dia akan menggonggong dan menggeram menyeramkan. Uniknya ketika dia sedang berada di rumah tetangga atau orang lain dia menjadi anjing pendiam. Anjing yang cantik ini menjadi terkenal setelah dinyanyikan oleh Shaggy Dog. Namun jika ingin memeliharanya di daerah dataran rendah konon bulunya akan rontok karena tempat asalnya adalah daerah dataran tinggi yang dingin.

Sabtu, 01 Juni 2013

Sebuah Pelajaran

15.08 // by Wisnu Yuwandono // , , // 16 comments

gunung merapi
Menatap alam dari Merapi
Pada medio tahun 2010, beberapa bulan sebelum Merapi marah dengan membabi buta yang konon merupakan letusan terbesarnya sejak beberapa abad sebelumnya, saya sempat mendakinya. Tapi bukan karena letusannya itu yang membuat saya pada waktu itu merasa begitu kecil dan begitu lemah. Justru karena kesalahan yang saya (kami) buat sendiri.

Selasa, 21 Mei 2013

Kedasa Batur

23.19 // by Wisnu Yuwandono // , // 18 comments


kedasa batur
Penari dalam acara kedasa Batur
Sedari siang langit tak terlihat ceria karena mendung menutupi sebagian besar wajahnya. Sekarang setelah siang tergelincir tetap saja tak ada perubahan berarti, bahkan gumpalan awan mendung di atas sana sebagian sudah berubah menjadi titik-titik air yang jatuh ke tanah. Namun berbeda dengan wajah masyarakat Desa Batur, meski gerimis turun mereka tetap tampak begembira dan bersemangat menyambut sore ini. Desa Batur punya hajatan besar, odalan Pura Batur.

Bintang Flores : Tempat Singgah Spesial Menuju Komodo

14.38 // by Wisnu Yuwandono // , // 6 comments


hotel bintang flores
Hotel Bintang Flores
Taman Nasional Komodo menjadi idola bagi wisatawan seluruh dunia, apalagi setelah terpilih sebagai salah satu dari New 7 Wonders of Nature. Untuk menuju kesana hampir dipastikan harus singgah dulu ke Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat. Tidak sedikit yang butuh beberapa hari menjelajahi alam ujung barat Provinsi Nusa Tenggara Timur ini. Untuk menjelajahinya tentunya juga butuh penginapan yang nyaman untuk mengistirahatkan tubuh, salah satu pilihannya adalah di Hotel Bintang Flores.

Selasa, 07 Mei 2013

Menyepi di Kanawa

21.46 // by Wisnu Yuwandono // , // 13 comments

kanawa
Kanawa

Pulau tak begitu besar dengan dikelilingi pantai berpasir putih yang halus dan bersih serta jauh dari kebisingan kendaraan pasti menjadi dambaan banyak orang untuk pergi berlibur. Apalagi ditambah air yang bening dengan pemandangan bawah laut yang keren. Bisa disebut pulau impian. Semua itu bisa ditemukan di sebuah pulau kecil di kawasan Taman Nasional Komodo, pulau itu bernama Kanawa.

Sabtu, 04 Mei 2013

Perjuangan ke Danau Waekuri

22.04 // by Wisnu Yuwandono // , , // 22 comments

Danau Waekuri, Sumba
Danau Waekuri
Sejujurnya kedatangan saya ke Sumba bukan untuk berlibur dan mengunjungi tempat-tempat wisatanya. Tapi setelah pekerjaan utama selesai dan masih ada waktu sebelum kepulangan saya ke Bali, tidak ada salahnya untuk sedikit menjelajah beberapa bagian Kabupaten Sumba Barat Daya.

Kamis, 02 Mei 2013

Kanawa : Beach Please !!!

23.33 // by Wisnu Yuwandono // , // 16 comments

kanawa
Kanawa
Dari beberapa pulau yang ada di sekitar Taman Nasional Komodo ada sebuah pulau yang sangat cocok untuk menyepi dan menikmati suasana pulau kecil dengan pantai yang sangat bagus. Pulau yang sayangnya 'dimiliki' oleh orang asing ini tidak hanya menawarkan keindahan pantai dengan pasir putih saja, taman lautnya cukup membuat terkagum-kagum dan dari puncak bukit yang ada di tengahnya pemandangan yang sangat indah bisa dilihat, nama pulaunya adalah Kanawa.

Selasa, 30 April 2013

Ini Pantai Kita

16.46 // by Wisnu Yuwandono // , // 18 comments

Pantai Kita, Sumba
Karang yang terdampar di Pantai Kita
Baru saja mendarat di Bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur langsung disambut oleh panas yang menyengat. Tanah yang gersang seperti menjadi ciri khas daerah ini. Tak lama berselang saya diantar menuju pantai untuk sedikit menyegarkan. Ah siapa sangka ternyata di tempat ini ada pantai yang memang warna airnya menyegarkan mata, namanya Pantai Kita.

Pesan Hotel via Voucherhotel.com

15.46 // by Wisnu Yuwandono // // 2 comments


Apa yang dibutuhkan traveler saat pergi jauh dari rumahnya? Ada beberapa hal, salah satunya adalah tempat untuk tidur atau menginap. Kita bisa menginap di rumah teman atau sanak saudara jika memang mereka ada di kota dimana kita sedang melancong, kalau tidak? Maka kita butuh untuk tinggal di hotel atau penginapan.

Jumat, 26 April 2013

Pelajaran dari Pacuan Kuda

14.26 // by Wisnu Yuwandono // // 3 comments


Pacuan Kuda, Bantul, Yogyakarta
Ayo lari jagoanku
Matahari begitu panas menyengat pada akhir pekan  saya di Yogyakarta. Debu yang beterbangan di area Stadion Sultan Agung Bantul juga menambah gerah suasana. Akan tetapi hat itu tidak menyurutkan langkah saya dan juga masyarakat lain untuk melihat event yang jarang-jarang ini. Bupati Bantul Cup II namanya, turnamen pacuan kuda yang pertama kali saya lihat.

Kamis, 25 April 2013

Wonderful Pink Beach

21.27 // by Wisnu Yuwandono // , // 7 comments


Pink Beach, Komodo
Pink Beach, Pulau Komodo
Kapal sudah bergerak keluar dari Loh Liang, teluk yang menjadi pintu masuk ke Pulau Komodo. Selepas perairan yang cukup tenang itu air mulai berarus lebih kencang. Padahal langit di depan sana sangat cerah sedangkan Loh Liang dan Pulau Komodo di belakang tiba-tiba saja menjadi gelap. Memang alam tidak bisa diprediksi sifatnya.

Rabu, 17 April 2013

Wajah Kelimutu

10.23 // by Wisnu Yuwandono // , , // 6 comments


Danau Kelimutu, Ende, Flores
Danau Kelimutu
Pertandingan leg kedua Liga Champion antara Manchester United melawan Real Madrid menjadi hambatan. Pilih nonton atau melihat sunrise di puncak Kelimutu. Pilihannya adalah melihat satu babak pertandingan lalu baru berangkat. Tapi ternyata  kami tidak dapat keduanya, gagal menonton MU juga ketinggalan melihat sunrise

Kamis, 11 April 2013

Belanja Online dengan Aman dan Nyaman

21.58 // by Wisnu Yuwandono // // 2 comments


Beberapa tahun lalu saya pernah membaca sebuah iklan yang menggiurkan di internet. Di iklan tersebut menampilkan produk camera digital dengan harga sangat miring. Konon barang-barang itu di dapat dari sitaan bea cukai sehingga pantas kalau harganya begitu murah.

Rabu, 10 April 2013

Satu Malam di Y Villa Umalas

22.44 // by Wisnu Yuwandono // // 2 comments


Y Villa Umalas, Bali
Y Villa Umalas
Cerita bermula saat iseng ikut kuis twitter yang diadakan oleh Gonla.com  pada akhir tahun lalu. Saat itu ada talkshow lewat twitter yang menampilkan Barry Kusuma sebagai narasumber. Di akhir perbincangan diadakan kuis yaitu yang bertanya paling unik dan menarik akan mendapatkan hadiah dari Gonla. Hadiahnya berupa buku travelingnya mas Barry dan hadiah utamanya adalah voucher menginap di Y Villa Umalas, Bali. Alhamdulillah dengan pertanyaan yang absurd saya terpilih sebagai pemenang voucher, yeayyy !!!

Minggu, 31 Maret 2013

Senyum Pulau Messah

20.41 // by Wisnu Yuwandono // // 5 comments


Pulau Messah, NTT
Halo !!!
Malam sebelumnya ketika saya keluar dari tempat tidur di Pulau Kanawa, semuanya tampak gelap karena memang penerangan sangat minim di luar ruangan, lagipula listrik hanya ada dari jam 18.00 – 23.00 WITA. Hanya jutaan bintang di langit yang tetap bercahaya dan satu tempat yang kelihatan bernyala terang. Saya bertanya pada salah satu karyawan resort pulau apa itu. “Itu Pulau Messah mas, besok kita kesana setelah dari Rinca”, jawabnya.

Kamis, 21 Maret 2013

Balada Ketinggalan Pesawat

23.06 // by Wisnu Yuwandono // , // No comments


Malam tanggal 13 Maret 2013 saya sempat membuka twitter dan kebetulan sekali ada twit orang yang saya follow membahas tentang missed flight yang dialami olehnya. Saya tidak terlalu risau dan menaruh perhatian yang lebih tentang twit itu karena saya tidak pernah mengalaminya dan saya pikir jika saya datang tepat waktu sesuai dengan jadwal check in pesawat pastilah saya akan terbang. Pikir saya. Namun ternyata faktor naik pesawat itu tak semudah itu saja apalagi di daerah timur, untuk informasi saya sedang berada di Labuan Bajo, NTT.

Senin, 18 Maret 2013

Renungan Sukarno

15.59 // by Wisnu Yuwandono // // No comments

Renungan Soekarno, Ende
Rumah Pengasingan Sukarno di Ende
Dipenjarakan di Penjara Banceuy dan Sukamiskin tidak membuat Sukarno jera melawan Belanda. Beliau malah menjadi tambah bersemangat untuk meraih kemerdekaan. Di penjara yang disebut pertama itu pula tulisan Indonesia Menggugat dibuatnya, sebuah pledoi yang begitu terkenal.

Keluar dari Sukamiskin, Sukarno merasakan cobaan yang lebih berat lagi, untuk membatasi pergerakan politiknya oleh Belanda beliau diasingkan di Ende, Flores. Jauh dari peradaban kota dan akses info berita yang sangat lambat membuatnya merasa tergoncang batinnya. Apalagi dijauhkan dengan kawan maupun lawan politiknya membuatnya merasa takut kehilangan sense berpolitik. Sukarno menggalau.

Minggu, 24 Februari 2013

Nammos, Karma Kandara's Hidden Beach

10.41 // by Wisnu Yuwandono // , // 10 comments

Nammos Beach, Bali, Indonesia
Nammos Beach, Bali, Indonesia
Satu per satu dari ratusan anak tangga saya lewati dengan hati-hati. Meski arahnya turun bukan berarti bisa dengan mudah melewatinya. Musim penghujan yang sedang berlangsung apalagi ditambah dengan pohon-pohon yang daunnya tumbuh lebat menyebabkan sinar matahari sulit menerobos sehingga membuat lantai anak tangga ditumbuhi lumut dengan subur. Untung saja ada tali tambang dengan ukuran besar yang terlilit di hampir tiap-tiap tiang pancang bisa dijadikan pegangan sehingga terasa lebih aman.

Jumat, 22 Februari 2013

Suatu Pagi di Sanur

14.38 // by Wisnu Yuwandono // , // 12 comments

Sunrise di Sanur
“Bangunlah pagi-pagi untuk mendapatkan momen indah.” Begitulah kalimat yang pernah saya baca entah di mana. Meski saya lupa sumbernya tapi saya selalu ingat kata-kata itu.

Sanur konon merupakan salah satu tempat terbaik di Indonesia untuk melihat matahari terbit. Ombak tenang dan beberapa perahu yang bersandar di tepi pantai menjadi ornamen yang membuat kemunculan sang surya terasa tidak hambar. Adapula Gunung Agung yang terlihat jelas di bagian timur laut. Bagus sekali.

Minggu, 10 Februari 2013

Selamatkan Lumba-lumba

21.43 // by Wisnu Yuwandono // 4 comments

Selamatkan Lumba-lumba, savedolphin
Foto dari JAAN

"Pertunjukan lumba-lumba hanyalah tampilan dominasi manusia atas satwa. Mereka mendidik lumba-lumba seperti halnya Mickey Mouse si tikus." - Ric O'Barry-

Ketika umur saya menginjak medio 7 tahun, atau sekitar hampir dua puluh tahun yang lalu, saya pernah melihat pertunjukan lumba-lumba atau bisa dikatakan sebagai sirkus lumba-lumba. Waktu itu kebetulan di Yogyakarta ada event sekaten yang tiap tahunnya sering menampilkan pertunjukan ini. Sama seperti anak sepantaran saya, melihat pertunjukan hewan yang lucu dengan berbagai aksi yang memukau tentulah rasa senang menghinggapi apalagi ditambah sesi foto naik perahu yang didorong lumba-lumba atau pose ketika pipi kita dicium olehnya. Epic.

Selasa, 29 Januari 2013

Postcards from Segara Anak Rinjani

00.44 // by Wisnu Yuwandono // , // 20 comments


Rinjani, Wonderful Indonesia
Rinjani terkenal sebagai gunung dengan jalur pendakian terindah di Indonesia. Salah satu yang mendukung hal itu adalah karena adanya Segara Anak. Danau vulkanik pada ketinggian sekitar 2000 mdpl merupakan maskot Rinjani selain tentu saja puncaknya. Penduduk sekitar gunung banyak yang mendaki gunung hanya untuk sampai danau dan selanjutnya mereka memancing ikan yang memang banyak hidup disini.

Senin, 28 Januari 2013

Romantisme Senja Parangtritis

12.07 // by Wisnu Yuwandono // , // 16 comments


Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, Indonesia
Senja di Parangtritis
Waktu mulai beranjak petang, akan tetapi para pengunjung tidak banyak yang beranjak meninggalkan tempat ini bahkan malah masih ada yang berdatangan. Muda-mudi bercanda menikmati belaian angin laut dan ombak yang semakin menepi. Parangtritis memang menampilkan keelokannya saat matahari hendak pulang.

Sabtu, 26 Januari 2013

Ring of Fire, Beruntung Saya Membacanya

22.14 // by Wisnu Yuwandono // 6 comments



“Ini adalah petualangan nyata: tanpa radio, es, persediaan darurat selama berbulan-bulan pada suatu waktu melalui salah satu yang paling berbahaya dan menarik di wilayah bumi.” Begitulah komentar Sir Richard Branson pendiri Virgin Group yang tertulis di cover depan sebuah buku yang cukup menarik perhatian saya di sebuah toko buku.

Kamis, 24 Januari 2013

Tradisi Sekaten Kraton Yogyakarta

20.55 // by Wisnu Yuwandono // , // 5 comments


Sekaten, Kraton Yogyakarta
Prajurit keluar dari Pratjimosono, tempat persiapan prajurit
Sekitar 1500 tahun yang lalu tepatnya 20 April 570 atau dalam kalender Arab pada 12 Rabiulawal tahun Gajah, seorang Nabi besar pembawa Agama Islam dilahirkan, beliau adalah Muhammad SAW. Sampai sekarang hari kelahirannya masih diperingati oleh umatnya, tak terkecuali oleh Keraton Yogyakarta dengan rangkaian acara yang disebut Sekaten.

Sekaten sejatinya berasal dari kalimat Syahadatain, oleh lidah orang Jawa pelafalannya dipermudah menjadi sekaten. Konon Sekaten berawal saat zaman Kerajaan Demak, saat raja pertamanya yaitu Raden Patah menyiarkan agama Islam. Saat itu masyarakat Jawa mayoritas masih menganut agama Hindu dan sebagian lagi beragama Budha, dan hampir semuanya menyenangi kesenian gamelan. Hal ini digunakan oleh Raden Patah untuk menarik simpati masyarakat, dia berdakwah dibantu oleh para wali dengan menggunakan iringan gamelan. Akhirnya masyarakat yang datang diajak memeluk agama Islam dengan membaca 2 kalimah syahadat atau yang disebut Syahadatain.

Selasa, 22 Januari 2013

PASTY Jogja

20.05 // by Wisnu Yuwandono // // 5 comments

Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta, PASTY
Seorang calon pembeli mengamati kandang burung
Suara tawar-menawar pedagang dan calon pembeli agak tersamarkan oleh riuh ocehan burung-burung cantik maupun jenis unggas yang lain. Siang yang terik tak menyurutkan mereka untuk melakukan kegiatan niaga. Kompleks ini memang tempat yang cocok untuk mencari sekaligus membeli berbagai macam hewan peliharaan.

Adalah PASTY nama tempat ini, kependekan dari Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta. Belum begitu lama tempat ini ada. Sebelumnya Yogyakarta punya pasar hewan (kebanyakan jenis unggas yang dijual, sehingga sering disebut juga pasar burung) bernama Pasar Ngasem yang letaknya di dalam benteng Keraton Yogyakarta. Berhubung letak Pasar Ngasem yang berada di dekat Kompleks Tamansari yang sedang mengalami renovasi dan kawasannya akan diperluas dan dipercantik, maka letak pasar hewan selanjutnya dipindah.

Minggu, 20 Januari 2013

Sekilas Pasar Triwindu Solo

21.11 // by Wisnu Yuwandono // , // 3 comments


Pasar Triwindu, Solo, Jawa Tengah
Pasar Triwindu
Suatu siang pada pertengahan Januari, gerimis sedang membasahi kota Solo. Saya sedang berada di dekat tempat yang cukup menarik di kota itu, Pasar Triwindu. Sekalian saja saya mampir untuk berteduh dan melihat-lihat suasana pasar. Barang-barang antik yang dijual di pasar ini seperti membawa saya ke jaman dahulu, jauh sebelum saya dilahirkan. Pengunjung sedang tak banyak, untuk mengusir kejenuhan para pedagang mengobrol dengan pedagang yang lain ada juga yang bermain kartu atau sekedar menikmati rokoknya. Meski tak ada hingar bingar tetap saja tempat ini adalah tempat yang menawarkan keklasikan yang menarik.

Rabu, 09 Januari 2013

Mengarungi Jeram Telaga Waja

10.25 // by Wisnu Yuwandono // , // 9 comments

rafting telaga waja
Rombongan Neraka :D (Dok. Pribadi)
Byukkkkk.. Cipratan air menimpa muka saya. Air tersebut berasal dari dayung perahu sebelah yang dikibaskan ke air sungai dan memang ditujukan untuk membasuh paksa wajah tampan saya. ‘Sialan....’ umpatan yang muncul di kepala saya. Yang memegang dayung itu adalah bule dengan tubuh yang kekar, wajar saja kalau air yang menimpa muka saya seperti seember banyaknya.

Awal tahun ini hiburan pertama saya adalah rafting di Telaga Waja, salah satu spot rafting di Bali. Letak Telaga Waja ini berada di Kabupaten Karangasem, kabupaten di timur Bali. Meski nama depannya Telaga tetapi tempat ini adalah sungai yang mengalir deras.