• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Selasa, 21 Mei 2013

Kedasa Batur

23.19 // by Wisnu Yuwandono // , // 18 comments


kedasa batur
Penari dalam acara kedasa Batur
Sedari siang langit tak terlihat ceria karena mendung menutupi sebagian besar wajahnya. Sekarang setelah siang tergelincir tetap saja tak ada perubahan berarti, bahkan gumpalan awan mendung di atas sana sebagian sudah berubah menjadi titik-titik air yang jatuh ke tanah. Namun berbeda dengan wajah masyarakat Desa Batur, meski gerimis turun mereka tetap tampak begembira dan bersemangat menyambut sore ini. Desa Batur punya hajatan besar, odalan Pura Batur.

Pada umumnya tiap pura di Bali memiliki ‘hari jadi’ yang dirayakan oleh para jemaatnya. Perayaan tersebut diadakan setiap tahun dengan menggelar upacara dan acara persembahyangan yang cukup besar. Begitu juga dengan Pura Batur. Tiap bulan Kedasa (bulan ke sepuluh dalam kalender Bali) diadakan perayaan hari jadi pura yang merupakan salah satu pura besar di Bali ini. Oleh karena itu Odalan Pura Batur juga tidak jarang disebut dengan acara Kedasa Batur.

kedasa batur
Iring-iringan peserta kedasa

kedasa batur
Salah satu peserta kedasa Batur

kedasa batur
Ibu-ibu yang membawa sesaji

kedasa batur
Ibu-ibu yang membawa membawa sesaji
Para penduduk Desa Batur yang terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli sudah berkumpul di dalam Pura Ulundanu Batur sejak tadi siang. Mereka akan melakukan ritual untuk membuka acara odalan dengan semacam defile melewati jalanan di Desa Batur. Masing-masing memiliki tugasnya masing-masing. Jro gamel akan berjalan membawa gamelan portabel dan memainkannya selama perjalanan. Ada juga ibu-ibu dan para gadis pengusung gebogan atau sesaji buah-buahan yang disusun seperti menara. Para pemuda juga ada yang membawa alat musik yang suaranya lebih ramai dibanding dengan gamelan yang dibawa oleh para Jro Gamel.

Iring-iringan defile sangat panjang. Jarak yang ditempuh kurang lebih 1,5 kilometer. Barisan pertama sudah sampai titik untuk berputar kembali ke arah pura, sedangkan barisan terakhir baru saja keluar dari pura, jadi panjang iringan bisa dikatakan lebih dari 1 kilometer. Rame sekali.

Selesai melakukan perjalanan, semuanya berkumpul di dalam Pura Batur untuk melakukan sembahyang. Pura Batur sudah dirias dengan cantik. Hiasan-hiasan dari kain maupun janur (daun kelapa yang masih muda) menjadi ornamen yang memperindah arsitektur pura. Disaat bersamaan juga ada acara tari-tarian yang diiringi suara gamelan yang mengalun dengan syahdu. Para penari pria memeragakan tarian perang. Ada beberapa sesi tarian yang dilakukan beberapa grup. Ada juga penari wanita dalam jumlah yang banyak. Mereka ini disebut dengan Daha Bunga, sekumpulan gadis cantik dari Desa Batur yang menari dalam acara kedasa.
kedasa batur
Ibu-ibu juga memainkan gamelan

kedasa batur
show time

kedasa batur
Anak-anak muda pun tak ketinggalan memainkan gamelan

kedasa batur
Dupa yang dibakar
Acara berlangsung sampai malam. Penduduk Desa Batur berduyun-duyun memasuki pura untuk bersembahyang. Selanjutnya acara masih berlangsung hampir sebulan ke depan. Tak hanya masyarakat Batur saja yang merayakannya, banyak warga Hindu se Bali akan datang ke sini untuk bersembahyang dan memohon berkah dari Yang Maha Kuasa.
kedasa batur
seorang ibu memasuki pura

kedasa batur
berkumpul di dalam pura untuk sembahyang 

kedasa batur
Memanjatkan doa

kedasa batur
menengadahkan tangan untuk mendapat tirta suci

kedasa batur
Tirta suci

kedasa batur
Penari perang

kedasa batur
Penari perang

kedasa batur
Penari keluar dari arena

kedasa batur
mengeluarkan senjata

kedasa batur
gadis kecil

kedasa batur
Penari daha bunga

18 komentar:

  1. Seru banget acaranya, banyak ragam kesenian yang dapat kita saksikan di Bali, apalgi dengan acara adat dan budaya seperti ini.

    Salam wisata,

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Bali memang menawarkan banyak ragam wisata
      terima kasih sudah mampir
      salam :)

      Hapus
  2. Foto-fotonya seru, kalau saya di sana pasti ikut hunting juga. Mirip-mirip upacara Melasti ya. Dan foto terakhir itu loh, saya selalu kagum melihat gadis-gadis bali berambut hitam panjang dalam balutan kebaya putih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iya kalo dah pada pake kebaya keliatan anggun :D

      Hapus
  3. wah keren banget acara kayak begini, nanti juga ada acara Waisakan di Borobudur tanggal 25 lho..mau ke sana tapi kayaknya nggak ada kesempatan...huft..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak
      terima kasih sudah mampir :)

      Hapus
  4. ibu-ibu yang lagi maen kupek dibarisan depan nggemesin banget wis :D

    BalasHapus
  5. nah acara acara adat kayak gini nih yg harus di pertahankan Indonesia :D

    http://sigembelpacker.blogspot.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. di Bali masih banyak acara adat, tiap pura atau desa juga punya acara beda2
      terima kasih sudah mampir :)

      Hapus
  6. Uwaaaaaaaa.. Sepertinya asik banget! Suka dengan foto ke empat :)

    BalasHapus
  7. Wuihhhh, keren banget acaranya. Aku juga tinggal di Bali tapi belum pernah liat acara ini, kakaka :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. lohh mbk debzie tu d bali jg to?
      thn depan dtg aja mbk :)

      Hapus
  8. aishh, acaranya keliatan seruu, foto - fotonya juga keceh :D saya kok endak tau ada acara seperti ini -,-

    BalasHapus
    Balasan
    1. acaranya emang belum banyak yg ekspose makanya byk yg ga tau

      Hapus
  9. keyen nice, , , mampir kak di lapak saya he he he, , , aduh pengen deh ngeliput acara beginian

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih mas Lalu Ahmad Hamdani dah mampir dsini :)
      cuss lgsung mampir ke lapaknya,hehe

      Hapus