• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Sabtu, 24 Mei 2014

Antara Maumere dengan Mbay

09.47 // by Wisnu Yuwandono // , // 4 comments

Maumere
Kantor Bupati Sikka
Perjalanan ini harus dimulai lagi meski perut belum sempat diisi oleh nasi. Jam 7 pagi bus sudah menjemput kami di tempat menginap. Kebetulan jalan di depan penginapan memang menjadi jalur bus yang akan kami tumpangi. Tadi malam kami sudah bilang ke pegawai penginapan untuk memesankan angkutan. Bus ini berangkat dari Maumere menuju Mbay, ibukota Nagekeo. Ya, kami hendak menuju Mbay.

Tujuan utama kami sebenarnya adalah Riung (baca : Arung Riung). Dari Maumere untuk bisa sampai ke sana adalah lewat Mbay. Untuk sampai Mbay ada dua pilihan, lewat jalur selatan melalui kota Ende atau langsung ke Mbay melalui jalur pesisir utara Pulau Flores. Kami memilih pilihan yang kedua.

Untungnya tadi malam kami sempat membeli gorengan dan tak sempat menghabiskannya. Beberapa potong masih tersisa untuk sekedar menjadi pengganjal perut yang masih kosong. Sungguh tidak enak apabila perut kosong dan harus berada dalam bus dalam waktu yang lama. Lagi pula memang sebaiknya lambung kami diisi lebih dahulu, karena kami hendak minum dimen, sejenis obat anti mabuk. Kami memang memiliki penyakit gampang mabuk jika berada dalam kendaraan yang melewati jalan yang berkelok-kelok. Walaupun sejujurnya kami tidak tahu bagaimana jalanan yang akan dilalui.

Setelah meninggalkan penginapan kami yang letaknya di dekat kantor Bupati Sikka (Maumere adalah ibu kota Kabupaten Sikka), bus melewati jalan yang bagus di pesisir pantai Maumere. Bus yang kami tumpangi bukanlah bus besar seperti bus antar kota di Jawa. Bus ini ukurannya tanggung, seperti ukuran bus kota kalau di Yogyakarta. Penumpang tidak terlalu banyak, masih ada beberapa kursi yang masih kosong. Namun meski kursi tidak semua diisi oleh penumpang, tetap saja bus ini terlihat penuh karena bawaan penumpang cukup banyak, seperti kardus bahkan ada karung.

Tak terlalu lama setelah lepas dari Kota Maumere, bus benar-benar melewati pinggiran pantai sementara di sisi sebaliknya adalah perbukitan hijau. Pemandangan yang indah sekali. Pantai pasir putih berbentuk teluk dengan ombak sangat kecil yang sangat sepi, dan pemandangan ini tak hanya sekali atau dua kali tapi banyak sekali kami melewati pantai seperti itu. Jalanan mulai berkelok mengikuti bentuk pantai yang melengkung dan karena tiap pantai dipisahkan oleh bukit maka jalanan juga naik turun. Saat itu pula seorang ibu yang duduk di belakang kami mulai terserang penyakit mabuk. Sebelum kami tertular, dimen yang kami minum tadi mulai menunjukkan reaksinya. Asal tahu saja, dimen ini menurut saya efek telernya lebih hebat daripada antimo. Jadi meskipun pemandangan yang terhampar begitu bagus, kantuk tetap tak bisa kami tahan. Kami terlelap.

Di tengah tidur kami yang nyenyak kami terbangun karena bus berhenti dan penumpang diminta untuk turun. Karena nyawa belum sepenuhnya terkumpul setelah tidur, kami bingung, ada apa ini. Kami berdua adalah penumpang terakhir yang belum turun selain sopir. Bahkan penumpang lain sudah berjalan meninggalkan bus. Kami selanjutnya turun mematuhi perintah awak bus. Jalan aspal ini benar-benar berada di tepi laut, dan ternyata jalan tepat di depan kami ambles. Jalan terputus.
 
Maumere Mbay
Jalanan yang ambles
Saya bertanya-tanya dalam hati, apa kami hanya sampai di sini saja. Apa jalan ambles ini bisa dilalui bus. Ternyata penumpang diturunkan agar muatan bus menjadi lebih ringan sehingga bisa melewati jalan ambles itu, tentu sopir juga melakukan tugasnya dengan baik karena bisa melaluinya dengan lancar. Kami bersyukur dan masuk bus lagi untuk melanjutkan perjalanan dan kembali tertidur.

Sekali lagi kami terbangun karena bus berhenti. Kali ini bukan karena jalan rusak karena sepanjang yang kami lihat di depan jalanan mulus-mulus saja. Kami sudah tidak berada di pinggir laut, kiri kanan jalan adalah rumah penduduk. Ternyata kami berhenti untuk makan pagi atau malah siang, karena saat itu pukul 10 lebih. Di daerah entah apa namanya saya lupa, yang jelas sudah memasuki Kabupaten Ende, di sini kami makan di warung masakan Padang. Bayangkan di pedalaman seperti ini ada Warung Padang, hebat sekali orang-orang Minang ini dalam merantau. Selanjutnya beberapa kali dalam perjalanan kami di NTT, warung Padang menyelamatkan kami dari kelaparan.

Yang menarik dari warung ini adalah meski berada di pelosok, bangunannya pun sebenarnya sederhana saja, akan tetapi mereka memiliki TV LED dengan layar yang cukup lebar, saya perkirakan ukurannya 42 inch. TV yang sangat lebar untuk wilayah pedalaman, bahkan orang kota pun jarang yang mempunyai TV dengan ukuran seperti itu. TV itu masih dilengkapi dengan layanan TV kabel Orange TV yang sedang ngetren di kota karena memiliki hak siar Liga Inggris. Saat kami makan, tayangan yang diputar adalah channel HBO dengan film box office nya. Lengkap sudah. Ternyata pedalaman tak semuanya tertinggal seperti bayangan saya.

Pinggiran laut sudah bukan menjadi jalur kami selanjutnya. Karena selain memasuki daerah pemukiman warga, jalur kami selanjutnya adalah hutan. Saya tak begitu melihat detail suasananya karena efek dimen masih menancap di saraf, sepanjang jalan selanjutnya hanya sesekali saja saya membuka mata. Penumpang sudah mulai banyak turun, hanya tinggal beberapa saja yang masih berada di dalam bus, berarti hanya sedikit pula yang tujuannya adalah Mbay.

Di dalam tidur, saya harus sering kali dipaksa bangun karena kepala saya terbentur besi yang menjadi pegangan di jendela.  Jalan di tengah hutan ini sangat jelek hingga membuat bus bergoyang ke kanan-kiri, tentu saja penumpang di dalamnya juga mengikuti arah goyangan. Hasilnya kepala saya benjol karena beberapa kali dengan keras terbentur besi. Namanya juga orang lagi tidur, digoyang dikit saja pasti juga tidak bisa menghindar.
 
Mbay, Nagekeo
Mbay yang sepi
Sekitar jam 2, akhirnya kami sampai di terminal Mbay. Angkutan ke Riung sudah tidak ada, jadi kami menginap semalam di kota ini. Mari kita menikmati suguhan kota Mbay yang sangat sepi.

*Perjalanan ini dilakukan pada 4 Februari 2014

Rabu, 21 Mei 2014

Potret : Sunrise di Pantai Matahari Terbit

13.09 // by Wisnu Yuwandono // , // 7 comments

Pantai Matahari Terbit

Tempat favorit untuk meilhat matahari terbit di Bali adalah di Pantai Matahari Terbit. Pantai ini masih sederet dengan Pantai Sanur. Banyak sekali orang sering menyaksikan pemandangan itu dari tempat ini, makanya bagian pantai ini dinamakan Pantai Matahari Terbit.

Sudah beberapa kali saya ke sini untuk melihat sunrise (bisa dilihat di sini). Pemandangan yang umum adalah kapal-kapal yang bersandar di pinggir pantai. Ada kapal nelayan dan ada pula kapal untuk mengantarkan penumpang menuju Nusa Lembongan atau Nusa Penida. Untuk yang suka fotografi, itu adalah foreground yang sangat menarik.
Pantai Matahari Terbit
Kapal-kapal yang ada di pantai

Pantai Matahari Terbit
Gunung Agung terlihat di kejauhan

Pantai Matahari Terbit
Pemecah ombak bisa digunakan sebagai foreground yang cantik

Pantai Matahari Terbit
Bale-bale di yang dijadikan tempat favorit menunggu sunrise

Pantai Matahari Terbit
Enaknya berduaan melihat sunrise :D

Sabtu, 17 Mei 2014

Bawa Aku ke Tempat Newton

12.51 // by Wisnu Yuwandono // 8 comments

Suatu sore pada musim semi tahun 1726 di sebuah tempat di Inggris, William Stukeley bersama dengan seorang temannya menikmati teh sambil bercerita di bawah bayangan pohon apel. Temannya berkata, “Sebelumnya aku pernah berada dalam situasi yang sama seperti saat ini. Ketika hal itu terjadi, pemahaman mengenai suatu hal datang ke pikiranku.”

Dia melanjutkan ceritanya, “Saat itu aku melihat apel terjatuh, aku berpikir, kenapa apel selalu jatuh turun tegak lurus ke tanah. Aku pun bertanya-tanya mengapa tidak jatuh berbelok ke samping atau ke atas, tapi langsung turun ke bumi. Aku berpikir hal itu karena bumi menarik apel itu. Maka bumi memiliki kekuatan untuk menarik benda.”
Isaac Newton
Isaac Newton (sumber)

Teman dari William Stukeley itu tak lain adalah Isaac Newton yang karena terilhami oleh kejadian jatuhnya apel tersebut lalu mengemukakan teori yang sangat mempengaruhi ilmu pengetahuan yaitu teori gravitasi. Lain cerita apabila saya yang melihat kejadian itu. Karena selanjutnya saya akan menciptakan teori apel yang jatuh dari pohonnya itu rasanya enak sekali. Untung yang melihat bukan saya, tapi Newton. Selamat lah dunia sains.

Gravitasi universal menurut Newton adalah gaya tarik menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di alam semesta. Sebagai contoh gravitasi matahari mengakibatkan benda-benda langit berada pada orbit masing-masing dalam mengitari matahari. Memang fisika modern mendeskripsikan gravitasi menggunakan Teori Relativitas Umum milik Albert Einstein, namun hukum gravitasi universal Newton yang lebih sederhana merupakan pandangan yang cukup akurat dalam kebanyakan kasus.

Isaac Newton tidak hanya mengemukakan satu teori saja. Ada banyak teori yang kemudian bahkan teori-teori tersebut diganti dengan istilah hukum, selanjutnya disebut Hukum Newton. Yang sangat terkenal adalah hukum gerak Newton yang terdiri dari tiga hukum fisika yang menjadi dasar mekanika klasik. Hukum ini menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya. Hukum ini telah dituliskan dengan pembahasan yang banyak sekali dan berbeda-beda selama 3 abad.

Nama Newton juga diabadikan menjadi satuan dari gaya (force), sehingga nama ini cukup familiar di telinga saya sejak mendapat pelajaran fisika di bangku SMP. Selanjutnya saat menginjak SMA nama ini lebih sering terdengar lagi karena saya mengambil jurusan IPA. Takdir saya untuk lebih sering berhubungan dengan nama Newton tertulis saat melanjutkan kuliah karena saya kuliah di Fakultas Teknik yang sangat akrab dengan masalah mekanika.

Bagi saya dan saya yakin juga bagi seluruh dunia Isaac Newton adalah seorang yang sangat berjasa terhadap ilmu pengetahuan. Tak hanya fisika, tetapi dia juga mengembangkan ilmu lain seperti matematika, kimia, filsafat, astronomi bahkan bidang agama. Karena berbagai penemuannya, tak hanya ilmu pengetahuan, tetapi perkembangan teknologi setelahnya pun menjadi sangat cepat. Oleh karena itu pula Michael H. Hart dalam bukunya The 100 menempatkan Isaac Newton di urutan 2 sebagai orang paling berpengaruh di dunia di bawah Nabi Muhammad SAW dan bahkan berada di atas Yesus yang berada di urutan 3. Pada tahun 1705, karena pengabdian pada kerajaan dan sumbangsihnya pada sains, Isaac Newton mendapatkan gelar kesatria atau Sir dari Kerajaan Inggris. Dia adalah idola saya dalam bidang sains, kadarnya lebih besar dari saya mengidolai scientist termasyhur dunia, Albert Einstein.

Ketika saya membaca adanya Blog Contest “Ngemil Eksis Pergi ke Inggris” #InggrisGratis dari MisterPotato, mata saya tertuju pada salah satu destinasi hadiahnya, Westminster Abbey. Bukan karena gereja tersebut menjadi tempat pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton tetapi karena Sir Isaac Newton yang meninggal pada tahun 1727 jasadnya disemayamkan di tempat itu. Ya, di Westminster Abbey, gereja klasik yang konon dibangun dari abad ke 10.
Westminster Abbey
Westminster Abbey (sumber)
Monument to Sir Isaac Newton at Westminster Abbey
Monument Sir Isaac Newton di dalam Westminster Abbey (sumber)
Meskipun Isaac Newton sudah lama sekali meninggal dunia tetapi saya tetap ingin sekali ke sana. Mengunjungi makam orang yang sangat saya kagumi. Menziarahi Newton, mendoakan arwahnya. Yang paling penting adalah saya akan mempertanyakan teori gravitasinya yang sangat fenomenal itu. Mengapa gravitasi itu tidak berlaku bagi saya ketika menikmati Mister Potato? Coba lihat, saya bisa melayang dan hendak terbang. Pernahkah terpikir olehmu Newton? Bisakah kau merumuskannya dengan ilmu matematika dan fisikamu yang rumit hingga menjadi suatu formula yang lebih sederhana? Bisakah? Aku ingin mengetahuinya.

Terbang bersama Mister Potato
Mister Potato membuat saya melayang

Terbang bersama Mister Potato
Gravitasi = 0 ?
Mister Potato membuat teori klasik gravitasi universal Newton yang bertahan lama menjadi terpatahkan dan kacau balau. Maaf Newton, di pusaramu selain doa, aku juga akan mengemukakan teori baru, gravitation is not considered for people who eat Mister Potato.

Mister Potato, bawalah aku ke tempat Newton untuk mengatakan itu.

Kamis, 15 Mei 2014

Tulamben

13.06 // by Wisnu Yuwandono // , // 6 comments

Tulamben
Di pesisir pantai timur Bali tepatnya di bagian timur laut, pagi-pagi sekali kami menjemput mentari untuk segera melaksanakan tugasnya, menyinari bumi. Badan sebenarnya masih sedikit letih setelah tadi malam memacu sepeda motor menempuh jarak sekitar 100 km dari daerah Kuta menuju tempat kami sekarang berada, Tulamben. Punggung masih pegal dan pantat terasa kebas. Tapi untuk mendapatkan hadiah yang indah memang butuh pengorbanan.

Sejatinya Pantai Tulamben bukanlah pantai yang indah apabila definisi pantai indah itu adalah pantai dengan pasir putih. Jangankan pasir putih, di Tulamben bahkan susah menemukan pasir hitam. Pantai ini didominasi oleh kerikil hitam atau bahkan batu-batu besar bukan pasir. Hal itu pula yang menyebabkan nama daerah ini disebut dengan Tulamben. Kata itu berasal dari batulambih yang berarti banyak batu. Hal ini dikarenakan batu yang banyak bertebaran di sana berasal dari erupsi Gunung Agung yang memang tak terlalu jauh letaknya. Batulambih lalu berubah menjadi Batulamben dan selanjutnya sekarang dikenal dengan Tulamben. Pagi ini keanomalian pantai itu diselamatkan oleh sunrise yang begitu menawan.
Tulamben
Tulamben pagi hari
Tulamben
Gunung Agung yang tidak terlalu jauh dari Tulamben. Foto dari Budi Setiawan
Tak disangka dibalik keanehannya ada keindahan yang tersembunyi di dalam air lautnya. Sekitar 25 meter dari bibir pantai, hanya sekitar 30 meter (ujung atasnya hanya 5 meter) dari permukaan air laut teronggok rongsokan kapal kargo Amerika di perang dunia ke 2. Itulah USAT Liberty yang karam setelah terkena torpedo pasukan Jepang. Berdasarkan sejarah yang ada, pada Januari 1942 kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari Australia menuju Filipina melewati selat Lombok. Selanjutnya kapal selam pasukan Jepang menghentikan misi itu dengan menembakkan torpedo. Kejadian ini lokasinya tidak di dekat Tulamben, tapi malah lebih dekat dengan Lombok. Selanjutnya kapal yang sudah rusak tersebut hendak diselamatkan dan dibawa ke pelabuhan Singaraja oleh dua kapal perang lain. Namun karena USAT Liberty sudah terisi banyak air membuatnya susah dibawa hingga hanya sampai Pantai Tulamben saja bisa dibawa. Pada tahun 1963 ketika Gunung Agung meletus mengakibatkan gempa dan tanah longsor di sekitar Pantai Tulamben mengakibatkan kapal Liberty tenggelam hingga sampai 25 meter dari bibir pantai. Selanjutnya lambat laun kapal itu ditumbuhi koral dan menjadi tempat bermain ikan hingga sekarang menjadi lokasi favorit menyelam di Bali.
Tulamben
Para penyelam siap untuk diving di pagi hari
Di waktu yang masih sepagi ini sudah banyak yang bersiap untuk diving. Tabung-tabung oksigen terlihat digendong dipunggung para diver yang kebanyakan para bule. Lalu selanjutnya mereka menghilang di kedalaman laut. Saya dan teman saya tidak akan melakukan hal yang sama, kami hanya akan snorkeling. Kami belum punya kemampuan untuk menyelam.

Kami menyewa peralatan snorkeling dan pelampung. Ya kami masih perlu pelampung. Untuk saya karena saya memang tidak mahir berenang, sedangkan teman saya meskipun ahli berenang dia masih newbie dalam hal snorkeling. Kami tetap menggunakannya untuk keselamatan dan keamanan, meskipun terlihat tidak keren.

Terumbu karang yang ada tidak tumbuh rapat bahkan jarang, namun di sekitar rongsokan kapal banyak sekali ikan yang bergerombol dengan sesama jenisnya. Ukuran ikan-ikannya pun bisa dibilang lumayan besar. Dalam pandangan saya, visibilty nya tidak terlalu bagus, mungkin karena dasarnya adalah batu hitam jadi terlihat agak gelap.
Tulamben
Underwater Tulamben. Foto dari Budi Setiawan

Tulamben
Penyu di antara gelembung udara. Foto dari Budi Setiawan
Dengan hanya snorkeling memang membuat kami tidak leluasa melihat bentuk kapal dan mengamati dengan detail reruntuhannya. Tapi kami cukup beruntung karena saat berada tepat di atas shipwreck terlihat seekor penyu yang dengan anggun berenang. Ini pertama kalinya saya melihat penyu di alam bebas. Dia berenang di antara gelembung-gelembung udara yang keluar dari para penyelam yang ada di bawah sana. Ahhh para penyelam itu membuat saya iri. Saya ingin menyelam juga.

Tulamben
Underwater Tulamben. Foto dari Budi Setiawan
Tulamben
Underwater Tulamben. Foto dari Budi Setiawan

Tulamben
Stingray. Foto dari Budi Setiawan

Tulamben
Clownfish. Foto dari Budi Setiawan

Tulamben
Awas ubur-ubur. Foto dari Budi Setiawan

Rabu, 07 Mei 2014

Traveling with Kitook

14.50 // by Wisnu Yuwandono // // 3 comments


kitook
Sekarang ini traveling sudah bukan kebutuhan yang susah untuk diwujudkan. Ada yang menganggapnya sebagai misi penjelajahan, ada juga yang menjadikannya sebagai kebutuhan untuk refreshing, menyegarkan kembali badan dan pikiran. Pun ada juga yang traveling karena kerjaan. Karena sesungguhnya traveling bukan berarti hanya sebagai liburan, meskipun kesan yang ditimbulkan seperti itu.

Dalam traveling atau bepergian keluar kota, akomodasi adalah hal yang sangat dibutuhkan. Hal tersebut harus dipersiapkan bahkan sebelum pergi. Akan sangat mudah apabila segala hal sudah dipersiapkan sebelumnya, sehingga kita tidak merasa ribet saat berada jauh dari rumah. Apalagi di daerah yang belum kita ketahui seluk beluknya. Yang terjadi bisa-bisa malah kelelahan mencari penginapan.

Dulu travel agen merupakan tempat kita bertanya sekaligus merencanakan traveling. Datang ke sana bertanya tentang penginapan, transportasi, makanan dan obyek wisatanya. Tapi saat ini di mana dunia digital dan online sudah mengudara, untuk melakukan itu semua bisa dari meja kerja kita atau bisa dari rumah atau bahkan di mana saja bisa asal ada gadget dan jaringan internet karena layanan online travel agent sudah banyak.  Salah satunya adalah Kitook yang merupakan layanan online premium pertama di Indonesia yang menyediakan hotel-hotel dan tour wisata premium.

Lalu apa yang menarik dari online travel agent yang satu ini. Kitook dengan alamat websitenya kitook.co.id menyediakan pilihan wisata dari ujung barat Indonesia sampai ke ujung timur. Berbagai paket wisata lengkap bisa dipilih. Bukan hanya itu saja, banjir diskon selalu diberikan. Kitook memiliki program bernama Flash Deal. Apa itu? Flash Deal adalah penawaran eksklusif berwisata yang ditawarkan dengan harga khusus, dengan diskon hingga 70%. Setiap Flash Deal hanya tersedia dalam jangka waktu terbatas atau hingga habis terjual. Semua penawaran Flash Deal dirancang agar hanya diakses oleh anggota saja. Hal ini memastikan bahwa Kitook berusaha untuk memberikan sesuatu yang eksklusif dan terbaik kepada para anggotanya yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Bayangkan dengan potongan harga sebanyak itu kita bisa menghemat biaya cukup signifikan. Bagi mereka yang tidak berencana liburan, melihat penawaran ini bisa saja langsung tergoda, itulah yang saya rasakan sendiri. Jika tidak ingin mencari paket wisata, kita juga bisa mencari dan memesan hotel saja. Potongan harga untuk hotel juga tidak kalah banyak. Jenis hotelnya pun bervariasi dari yang kelas biasa sampai bintang lima.

Memang benar saat ini banyak sekali situs yang bergerak di bidang ini. Tapi kitook tampil dalam balutan dan desain yang jauh lebih menarik. Websitenya memiliki desain yang membuat mata tidak bosan untuk mencari info wisata. Panel-panelnya pun didesain sedemikian rupa sehingga sangat memudahkan dan informatif. Tampilan foto-fotonya juga membuat jiwa ini tak sabar untuk segera mengunjungi tempat-tempat itu. Yang menarik adalah kita juga bisa menginstal aplikasi ini ke dalam smartphone sehingga lebih mudah dan ringkas untuk mengaksesnya. Selain informasi akomodasi, kitook juga memberikan halaman tentang travel idea yaitu cerita perjalanan, tips dan review bermacam destinasi yang membuat kita bisa tahu banyak hal dari tempat tujuan kita. Kalau masih bingung, customer care nya siap untuk menjawab pertanyaan kita.

Kebanyakan situs pemesanan hotel atau paket wisata hanya bisa menggunakan kartu kredit maupun paypal dalam urusan pembayarannya, sehingga kita yang tidak memilikinya bingung untuk melakukan transaksi. Untungnya kitook memahami hal ini, selain kartu kredit dan paypal, transaksi juga bisa dilakukan dengan transfer bank sehingga memudahkan bagi kita yang hanya memiliki kartu atm saja. 

Jadi anda hendak bepergian ke mana? Kitook lah jawabannya.

Senin, 05 Mei 2014

Ada Cinta di Komodo

22.24 // by Wisnu Yuwandono // // 28 comments

Ada Cinta di Komodo
Akhir perjalanan saya dalam jelajah NTT adalah di Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat, ujung barat Pulau Flores.  Di kabupaten itu juga letak Taman Nasional Komodo, taman nasional yang mendunia. Teman saya yang mengetahui tentang perjalanan ini menghubungi saya untuk menyampaikan maksudnya. Dia hendak merencanakan sesi foto pre wedding dan pilihan tempatnya jatuh ke Pulau Komodo dan sekitarnya. Biar wahh katanya.

Lalu apa hubungannya dengan saya? Ternyata saya didapuk untuk menjadi fotografernya. Saya agak merasa inferior untuk jadi fotografer prewed, pertama karena saya ga biasa memotret manusia dan kedua saya juga tidak punya visi dalam fotografi konseptual seperti prewed. Apalagi foto prewed adalah foto kenangan yang nantinya akan dipakai tidak hanya dalam sesi pernikahan saja tetapi juga dipakai sebagai foto kenangan romantis mereka. Saya mengungkapkan semua kelemahan saya itu kepada teman saya, akan tetapi dia tetap percaya dengan saya dan tetap memohon bantuan saya untuk mengeksekusi sesi prewed mereka. Saya selanjutnya menyetujui permohonan itu.

Ada beberapa tempat yang menjadi setting foto yaitu Pulau Kanawa, Gili Lawa, dan Pulau Komodo. Fotonya standar-standar saja dan lebih menonjolkan tempatnya dari pada gaya dari duo sejoli, karena sekali lagi saya tak jago mengarahkan gaya dan mengambil momen-momen itu. My bad.

Beberapa waktu lagi mereka akan meresmikan hubungan mereka dalam mahligai pernikahan. Semoga bahagia selalu kawan. 

Berikut beberapa foto mereka...

Ada Cinta di Komodo
Lokasi : Pulau Kanawa

Ada Cinta di Komodo
Lokasi : Pulau Kanawa. Di puncak bukitnya ada bangku romantis :)

Ada Cinta di Komodo
Lokasi : Pulau Kanawa. Lambang hatinya kebalik -_-" . Bintang lautnya langsung buru-buru dibalikin ke laut lagi.

Ada Cinta di Komodo
Lokasi : Gili Lawa. Itu kapal kami kelihatan :D

Ada Cinta di Komodo
Lokasi : Gili Lawa. Suasana pagi yang kurang cerah karena mentari tertutup awan.

Ada Cinta di Komodo
Lokasi : ya jelas lah Pulau Komodo hehe

Ada Cinta di Komodo
Lokasi : Pulau Komodo

Ada Cinta di Komodo
Lokasi : Pantai Merah (Pink Beach)

Ada Cinta di Komodo
Lokasi : Pink Beach