• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Senin, 02 Maret 2015

Keheningan Ereveld Menteng Pulo

12.08 // by Wisnu Yuwandono // // 26 comments

Ereveld Menteng Pulo

Their silent wounds have speech
More eloquent than men
Their tones can deeper reach
Than human voice or pen.
(William Woodman)

Siang sudah mulai tergelincir. Matahari juga tak terlalu gahar karena awan putih dan sebagian lagi kelabu menutupi pancaran sinarnya. Suasana yang syahdu, apalagi saya sedang berada di kuburan.  Ereveld Menteng Pulo nama tempat ini, tak seperti umumnya pemakaman di Indonesia, tempat ini tak menunjukkan keangkeran, tetapi terlihat rapi dan asri, namun tetap saja sendu menyerbu ketika ada di sini.

Dikelilingi gedung-gedung tinggi, jasad para (sebagian besar) tentara Belanda terbaring dengan tenang di sini. Tempat ini dirawat dengan baik oleh Kerajaan Belanda. Berbeda dengan negara kita, jangankan orang yang sudah tiada, yang masih hidup saja dilupakan. Ah…

Lalu semua kembali sendu.

Ereveld Menteng Pulo
Pak Rachmat, salah satu pegawai penjaga Ereveld

Ereveld Menteng Pulo
Kuburan dan apartemen

Ereveld Menteng Pulo
Gereja di tengah makam

Ereveld Menteng Pulo
Om Tekno Bolang melintas

Ereveld Menteng Pulo
Gedung-gedung yang mengelilingi makam

Ereveld Menteng Pulo
Blok pemakaman

Ereveld Menteng Pulo
Kesunyian

Ereveld Menteng Pulo
Salib untuk penghormatan korban di Burma

Ereveld Menteng Pulo
Ornamen dalam gereja

Ereveld Menteng Pulo
Tangga menuju menara gereja

Ereveld Menteng Pulo
Gereja

Ereveld Menteng Pulo
Tatanan abu jenazah

Ereveld Menteng Pulo
Pola yang rapi

Ereveld Menteng Pulo
Kontras?

Ereveld Menteng Pulo
Lonceng di depan gereja
Ereveld Menteng Pulo
Kak Firsta sedang mengamati sebuah nisan
Ereveld Menteng Pulo
Kak Olive menutup gerbang untuk mengakhiri kunjungan kami