• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Selasa, 01 Februari 2011

Alam Menuju Keseimbangannya

09.31 // by Wisnu Yuwandono // // No comments



Semua materi di dunia ini selalu bergerak menuju keseimbangan, tak terkecuali alam. Semua itu adalah aturan baku dari Tuhan, tak bisa diganggu gugat kecuali oleh Tuhan sendiri. Alam begerak menuju keseimbangan dengan caranya sendiri, dengan dan tanpa campur tangan manusia, alam tetaplah kesatuan yang sangat perkasa.
Gunung, hutan, sungai, lautan dan bentang alam yang lain saling berhubungan. Satu sakit yang lain bisa tertular. Gunung, dalam arti harfiahnya adalah tonjolan permukaan Bumi yang disebabkan oleh gejala tektonik atau vulkanik dengan ketinggian lebih dari 600 mdpl. Dari gunung ini air hujan ditampung lalu menghidupi tumbuhan yang membentuk gerombolan barisan hutan yang mengelilinginya, sehingga simpanan air dari hujan tadi semakin banyak. Air yang melimpah tersebut dialirkan menjadi saluran air yang berkelok-kelok memanjang yang disebut sungai dan berakhirlah di muara yang airnya sangat melimpah, lautan. Perpaduan yang menakjubkan.

Rumahku......

08.13 // by Wisnu Yuwandono // // 3 comments


“another summer day has come and gone away in Paris and Rome
but I wanna go home...”
Pastinya anda tahu lirik lagu itu, ya sepenggal lirik lagu Michael Bubble yang secara implisit menggambarkan betapa eksotisnya kota Paris dan Roma, tetapi masih saja kalah nyaman dengan rumah kita sendiri. Dan mengajak kita untuk selalu pulang.
Manusia sekarang sudah tidak seperti jaman purba yang no madden alias berpindah-pindah tempat tinggal. Sekarang, seandainya pindah–pindah rumah pun pasti ada selang waktu tinggal yang tidak sesebentar jaman purba alias menetap dalam waktu yang cukup untuk membuat memori dari sebuah rumah. Seburuk apapun rumah kita pasti terasa nyaman (kecuali dalam kasus-kasus khusus yang membuat seseorang benci rumahnya,dan itupun hanya sedikit kasus).