• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Selasa, 30 April 2013

Ini Pantai Kita

16.46 // by Wisnu Yuwandono // , // 18 comments

Pantai Kita, Sumba
Karang yang terdampar di Pantai Kita
Baru saja mendarat di Bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur langsung disambut oleh panas yang menyengat. Tanah yang gersang seperti menjadi ciri khas daerah ini. Tak lama berselang saya diantar menuju pantai untuk sedikit menyegarkan. Ah siapa sangka ternyata di tempat ini ada pantai yang memang warna airnya menyegarkan mata, namanya Pantai Kita.

Tak lebih dari setengah jam untuk mencapai Pantai Kita dari bandara. Sepanjang jalan kita bisa melihat adalah rumah-rumah tradisonal, bukit-bukit, dan juga ladang yang luas. Saya sampai di pantai tepat pada tengah hari. Panas sekali. Tapi ajaibnya banyak sekali yang berkunjung ke sini dan mereka tidak peduli dengan sinar matahari yang menyengat. Banyak yang bermain bola, ada juga yang cuma berjalan menyusuri pantai.
Pantai Kita, Sumba
hamparan pasir putih Pantai Kita
Pantai Kita memiliki air yang cukup mencolok gradasi warnanya. Hijau tosca ke warna biru. Aihh indah sekali. Ditambah dengan cerahnya langit dengan warna biru nya dan pasir putih nya yang lembut juga memanjakan yang datang. Hanya saja ombak yang besar dengan sudut pantai yang agak curam membuat jarang yang berani berenang.
Pantai Kita, Sumba
Pantai Kita
Pantai ini sejatinya bernama Pantai Mananga Aba, akan tetapi tanah yang ada di sekitaran pantai yang sudah menjadi hak milik orang Bali lalu menamainya dengan Pantai Kita, agak mirip-mirip dengan Pantai Kuta. Meski begitu, masyarakat Sumba tetap setia menamainya dengan Pantai Mananga Aba. Bahkan mereka protes dengan penggantian nama secara sepihak itu, karena histori dari tempat maupun nama asli pantai ini masih melekat kuat di masyarakat Sumba.

Pantai Kita, Sumba
Pantai Kita

Pantai Kita, Sumba
Jejak-jejak kaki di Pantai Kita
Ini hari Minggu, pantas saja banyak masyarakat Sumba yang mengisi hari liburnya ke sini. Ada beberapa rombongan pemuda yang membuat acara makan bersama dengan membakar sendiri ayam untuk santapan mereka. Karena memang di sini tidak ada rumah makan, penjual makanan ringan dan minuman saja hanya ada beberapa. Letak rumah penduduk cukup jauh dari pantai sehingga tak banyak yang mencari nafkahnya di sini.
Pantai Kita, Sumba
Selendang siapa itu?

Pantai Kita, Sumba
Anak Pantai 1
Pantai Kita, Sumba
Anak Pantai 2

Pantai alami dan tidak terawat mungkin susah dibedakan. Seperti halnya di sini. Jalan yang tidak diaspal dan sama sekali tidak ada fasilitas umum membuatnya seperti hidden beach, akan tetapi karena tidak ada yang merawat maka tidak heran banyak sampah yang bertebaran di area pantai. Meski itu sampah organik dari ranting-ranting pepohonan tetap saja mengganggu pemandangan. Ya begitulah jadinya pantai yang alami dan tidak terawat jadi seperti tak ada bedanya, meskipun sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar dengan keindahannya, itulah Pantai Kita di Sumba.
Pantai Kita, Sumba
Mundur sedikit maka pemandangannya seperti ini

18 komentar:

  1. wahh mas ini masi alami banget,, klo disana gg ad penjual mknn itu tandax gg tercemar pantainya )hehehe sweet

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iyaa,,makasih sudah mampir :)

      Hapus
  2. Subhanallah... warna birunya indah sekali.

    Sayangnya sampahnya itu lhoo.

    BalasHapus
  3. Itulah Indonesia..sayang banget pantai indah kaya gini gak dikellola dengan baik..:-) tapi di Sumba emang kebanyakan pantai bagus kayaknya..hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya pantai2nya disana bagus,,dan emang g dikelola sih

      Hapus
  4. masih untung sampahnya adalah sampah alami dari tumbuh-tumbuhan yang tersapu ombak. Siapa tahu lambat-laun bakal jadi pupuk, hehehe. Yang nyebelin itu kalau ada sampah plastik :(. Harusnya pengunjung punya kesadaran buat buang sampahnya itu di kota yang ada petugas kebersihannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sayangnya banyak dr warga kita kesadarannya masih kurang :(

      Hapus
  5. Nama pantainya tetap Mananga Aba. Tida ada satupun yang bisa mengubah histori pantai ini. sampai hari ini semua warga Sumba tetap menyebutnya demikian. Pantai kita adalah nama hotel yang dikelola pengusaha asal bali AL PURWA. seilahkan googling karna protes nama pantai ini sudah sejak lama.

    BalasHapus
  6. Saya sudah melihat postingan foto-foto anda dan saya sangat bangga karna tempat kelahiran orang tua saya (papa) muncul didunia maya dan sangat bersyukur kepada Tuhan atas semuanya.Saya ingin minta ijin kepada anda bahwa saya mengambil beberapa foto anda untuk saya share ke akun instagram saya untuk memperkenalkan lagi tempat ini

    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan kakak :)
      mungkin bisa menambahkan credit nama saya di instagramnya, akun instagram saya @dalijo :)

      Hapus
  7. Masih terus saya kumpulkan energi untuk terus mengingatkan kepada kita semua bahwa negeri ini punya pantai yang sangat indah

    BalasHapus