• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Jumat, 26 April 2013

Pelajaran dari Pacuan Kuda

14.26 // by Wisnu Yuwandono // // 3 comments


Pacuan Kuda, Bantul, Yogyakarta
Ayo lari jagoanku
Matahari begitu panas menyengat pada akhir pekan  saya di Yogyakarta. Debu yang beterbangan di area Stadion Sultan Agung Bantul juga menambah gerah suasana. Akan tetapi hat itu tidak menyurutkan langkah saya dan juga masyarakat lain untuk melihat event yang jarang-jarang ini. Bupati Bantul Cup II namanya, turnamen pacuan kuda yang pertama kali saya lihat.

Panasnya suhu udara semakin menambah panas arena pertandingan. Penonton bersorak-sorai mendukung kuda jagoannya. Mereka berdesak-desakan di pinggir area pacu yang hanya dibatasi dengan kayu. Suara announcer yang membahana juga semakin membuat meriah.

Jangan dibayangkan joki atau sang penunggang kuda berpakaian seperti cowboy di film hollywood, alih-alih menggunakan baju yang sangar, mereka menggunakan pakain yang berwarna-warni dan kelihatan mencolok. Pakaiannya pun terlihat agak ketat. Mungkin secara aerodinamis itu tidak menghambat kecepatan lari sang kuda tunggangan.
Pacuan Kuda, Bantul, Yogyakarta
Salah satu kuda dan jokinya yang melintasi garis finish
Kuda-kuda pacu yang ikut perlombaan ini bukan hanya dari sekitar Yogyakarta saja, akan tetapi juga datang dari tempat yang jauh. Selain dari Jawa Timur, ada juga yang datang dari Kalimantan. Nama-nama kudanya pun unik-unik. Ada Eagle Flash, Eclipse, Thunder dan istilah keren dari barat lainnya. Juga ada nama-nama lokal seperti Zulfikar dan Saud.

Di akhir acara, Saud menjadi sang jawara dengan merebut Piala Bupati Bantul. Dia mengalahkan kuda-kuda lainnya yang sudah bersusah payah mengejarnya. Dimana Eagle Flash dimana Thunder? Entahlah, mungkin nama mereka tidak cocok untuk berlari di tanah Jawa.
Pacuan Kuda, Bantul, Yogyakarta
Salah satu kuda yang susah dikendalikan
Pacuan Kuda, Bantul, Yogyakarta
Yapp,,start dimulai
Ada kejadian yang cukup tragis di dalam arena. Ketika kuda-kuda hendak mencapai garis finish, penonton menyeruak masuk lintasan untuk melihat siapa yang menjadi pemenang. Mereka berdiri setelah garis finish. Namun nahas, karena kuda pacu tidak bisa seketika menghentikan larinya setelah mencapai garis akhir, ada penonton yang tertabrak dan langsung pingsan seketika. Darah bercucuran keluar dari wajahnya. Ambulance yang cepat datang segera membawanya ke rumah sakit terdekat. Semoga tidak ada hal yang lebih buruk menimpanya.
Pacuan Kuda, Bantul, Yogyakarta
Korban tabrak kuda
Kejadian ini justru membuat penonton lainnya menjadi mematuhi peraturan untuk tidak memasuki lintasan. Mereka benar-benar takut akan mengalami kejadian serupa. Padahal sebelum kejadian pun sang komentator yang berteriak melalui speaker selalu mengingatkan agar jangan pernah sekali-sekali masuk arena saat sedang berlangsung pacuan. Akan tetapi mereka mematuhinya setelah ada korban yang jatuh. Beginikah mental kita?

3 komentar:

  1. ALEK NAGARI PACUAN KUDA MINANG DERBY JAKARTA 2013 GELANGGANG PACU KUDA PULOMAS JAKARTA, 5 MEI 2013

    “kalau ndak kito basamo mamajukan pacu kudo nagari kito, siapo pulo lai”, demikian ucap pak Syafzali BK (Uda Caow) Senin (29 April 2013) saat melakukan persiapan akhir pacuan kuda Minang Derby ke 4 tahun 2013 di gelanggang Pulo Mas Jakarta Timur. Pacuan kuda Minang Derby merupakan bagian acara pacuan kuda dari kalender tetap pacuan kuda tahunan PP Pordasi, dimana Pengda Pordasi Sumbar sebagai Sponsor Utamanya. Kebanggaan yang tak terhingga masyarakat Sumbar dimana Pordasi Sumbar sebagai Tuan Rumah Pacuan Kuda Tingkat Nasional di Kota Jakarta. Pacuan kuda Minang Derby’13 bersamaan dengan Champion Triple Crown seri II dari 3 seri pemuncak Indonesia Derby’13 bulan Juli mendatang. Champion Triple Crown seri 2 piala Minang Derby’13 menempuh jarah 1.600m, Sumbar mengandalkan kuda Neimar, Permata Sartika dan Saabil. Kuda Saabil milik Asrijal, SE (Sawahlunto Stable) adalah kuda juara champion Triple Crown seri 1 bulan Maret lalu berjarak 1.200m di Pulo Mas Jakarta. Jika seandainya kuda Saabil bisa menjuarai seri 2 jarak 1.600m ini, kuda Saabil tinggal mempertahankannya pada seri 3 Indonesia Derby’ 13 bulan Juli mendatang dengan jarak tempuh 2.000m di Pulo Mas Jakarta. Jika itu terjadi makin kembali 35 tahun Indonesia menorehkan sejarah emas kuda pacu tercepat dan terkuat ke 2 setelah Manik Trisula dari Sumatera Barat

    BalasHapus
  2. Pacuan Kuda Payakumbuh, Sabtu & Minggu 8 dan 9 Februari 2014.

    Pacuan kuda kembali diadakan Kota Gelamai Payakumbuh. Ditetapkan Ketua Pengda Pordasi Payakumbuh/50Kota Sumbar bapak Reza Falefi (Walikota Payakumbuh) dan bapak Alis Marajo (Bupati 50 Kota). Masyarakat Payakumbuh menyambut antusias berita ketetapan tanggal pacu tersebut. Sejumlah kuda sudah mulai terlihat intensif berlatih gi gelanggang pacuan kuda Kubu Gadang Payakumbuh. Nampak 20 ekor kuda pemula perdana sudah mulai rutin berlatih bersama kuda pengalaman lainnya. Kota Payakumbuh/50 Kota memang merupakan basis kuda pacu terbesar di Sumbar. Jika ingin melihat anakan kuda perdana berumur 2 tahun sesegeranya ke kota Payakumbuh, karena kuda tersebut masih pemilik petani peternak kuda dan jika ingin membelinya mungkin harganya masih mumpuni, sebelum dimiliki stable yang memang perawatannya sudah semi modern, tentunya harga lebih mahal. Tapi tidak mengapa, kata pak Aswid Adnan tokoh berkuda Payakumbuh, membeli kuda kan tergantung selera, jika ingin kuda bagus berbakat yaa,, tawarlah langsung ke petani peternak kudanya, jangan lewat broker, nanti data silsilahnya bisa kita bantu info, imbuh pak Aswid Adnan yang juga Biro Registrasi Kuda Pordasi Sumbar. Menurut sekretaris pacuan saudara Aspon Dede, pacu kuda 2 hari akan melibatkan hampir 145 ekor kuda, 29 race untuk 2 hari pacuan. Menurut Aspon Dede, perkiraaan kelas pertandingan mulai pacu Draft Boogie (2 race), Perdana CD 600m (ada 3 race), Perdana AB 800m (1 race), Pemula CD 2th - 800m (2 race), pemula AB 2th 1.000m (2 race), CD 3th 1.400m (1 race), AB 3th 1.600m (2 race), CD 4th 1.400m (1 race), AB 4th 1.600m (1 race), kelas terbuka 1.800m terbuka (1 race), CD 3th Sprint 1.000m (1 race), AB 3th Sprint 1.200m (2 race), CD 4 th Sprint 1.200m (1 race), AB 4th Sprint 1.200m (1 race), AB terbuka 1.800m (1 race), Boko 1.600m (1 race), kelas D terbuka 1.000m ditambah pacuan kuda Sagalo (kuda lokal non pelana) jarak 600, 800 dan 1000m (6 race). Peserta daerah pacuan kuda tahun ini diperkirakan akan datang juga dari Jawa Barat (Eddy Sadak/Aragon Stable), DKI Jaya (Alex Asma Subrata/Tanjung Sari Stable), Bapak Saleh Bahar ( Bendang Stable), Pordasi Riau, Sumut dan Aceh, dan Tombo Ati Stable Jawa Tengah tidak bisa mendatangkan kuda pacunya karena ada Jateng Derby, 19 januari 2014 di Tegal Waton Jawa Tengah. Hiburan Alek Anak Nagari Luak 50 kembali tibaaa..semua bergembira di Medan nan Bapaneh Gelanggang Pacuan Kuda Kubu Gadang Payakumbuh. Menurut sumber panitia, pacuan kuda Payakumbuh tahun ini akan menelan biaya pelenggaraan hampir RP. 650 juta, mulai dari pembehanan fasilitas lapangan, penonton dan kandang kuda pacu, persiapan panitia dan hadiah yang hampir mencapai Rp.350 juta. Hadiah terbesar pada race AB 3 tahun 1.600m Rp. 75 juta, CD 3 tahun Rp.30 juta dan Draff Boogie dan Pacu Sagalo Rp. 5 juta, kelas pacu lain antara Rp. 10 sampai 15 juta. "sedang kita anggarkan dengan pak Suwandel Mukhtar (Wawako Payakumbuh)" pesan pak Andra Wahid,SE. Mudah mudahan saudara kita, uda uni, pengusaha, tokoh dan masyarakat berkuda Payakumbuh dan Nasional Indonesia seperti tahun sebelumnya bahu membahu mensukseskan membantu biaya penyelenggaraan Alek Nagari Pacuan Kuda Luak 50 Payakumbuh ini katanya menutup pembicaraan kami.

    BalasHapus