• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Selasa, 29 Januari 2013

Postcards from Segara Anak Rinjani

00.44 // by Wisnu Yuwandono // , // 20 comments


Rinjani, Wonderful Indonesia
Rinjani terkenal sebagai gunung dengan jalur pendakian terindah di Indonesia. Salah satu yang mendukung hal itu adalah karena adanya Segara Anak. Danau vulkanik pada ketinggian sekitar 2000 mdpl merupakan maskot Rinjani selain tentu saja puncaknya. Penduduk sekitar gunung banyak yang mendaki gunung hanya untuk sampai danau dan selanjutnya mereka memancing ikan yang memang banyak hidup disini.

Senin, 28 Januari 2013

Romantisme Senja Parangtritis

12.07 // by Wisnu Yuwandono // , // 16 comments


Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, Indonesia
Senja di Parangtritis
Waktu mulai beranjak petang, akan tetapi para pengunjung tidak banyak yang beranjak meninggalkan tempat ini bahkan malah masih ada yang berdatangan. Muda-mudi bercanda menikmati belaian angin laut dan ombak yang semakin menepi. Parangtritis memang menampilkan keelokannya saat matahari hendak pulang.

Sabtu, 26 Januari 2013

Ring of Fire, Beruntung Saya Membacanya

22.14 // by Wisnu Yuwandono // 6 comments



“Ini adalah petualangan nyata: tanpa radio, es, persediaan darurat selama berbulan-bulan pada suatu waktu melalui salah satu yang paling berbahaya dan menarik di wilayah bumi.” Begitulah komentar Sir Richard Branson pendiri Virgin Group yang tertulis di cover depan sebuah buku yang cukup menarik perhatian saya di sebuah toko buku.

Kamis, 24 Januari 2013

Tradisi Sekaten Kraton Yogyakarta

20.55 // by Wisnu Yuwandono // , // 5 comments


Sekaten, Kraton Yogyakarta
Prajurit keluar dari Pratjimosono, tempat persiapan prajurit
Sekitar 1500 tahun yang lalu tepatnya 20 April 570 atau dalam kalender Arab pada 12 Rabiulawal tahun Gajah, seorang Nabi besar pembawa Agama Islam dilahirkan, beliau adalah Muhammad SAW. Sampai sekarang hari kelahirannya masih diperingati oleh umatnya, tak terkecuali oleh Keraton Yogyakarta dengan rangkaian acara yang disebut Sekaten.

Sekaten sejatinya berasal dari kalimat Syahadatain, oleh lidah orang Jawa pelafalannya dipermudah menjadi sekaten. Konon Sekaten berawal saat zaman Kerajaan Demak, saat raja pertamanya yaitu Raden Patah menyiarkan agama Islam. Saat itu masyarakat Jawa mayoritas masih menganut agama Hindu dan sebagian lagi beragama Budha, dan hampir semuanya menyenangi kesenian gamelan. Hal ini digunakan oleh Raden Patah untuk menarik simpati masyarakat, dia berdakwah dibantu oleh para wali dengan menggunakan iringan gamelan. Akhirnya masyarakat yang datang diajak memeluk agama Islam dengan membaca 2 kalimah syahadat atau yang disebut Syahadatain.

Selasa, 22 Januari 2013

PASTY Jogja

20.05 // by Wisnu Yuwandono // // 5 comments

Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta, PASTY
Seorang calon pembeli mengamati kandang burung
Suara tawar-menawar pedagang dan calon pembeli agak tersamarkan oleh riuh ocehan burung-burung cantik maupun jenis unggas yang lain. Siang yang terik tak menyurutkan mereka untuk melakukan kegiatan niaga. Kompleks ini memang tempat yang cocok untuk mencari sekaligus membeli berbagai macam hewan peliharaan.

Adalah PASTY nama tempat ini, kependekan dari Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta. Belum begitu lama tempat ini ada. Sebelumnya Yogyakarta punya pasar hewan (kebanyakan jenis unggas yang dijual, sehingga sering disebut juga pasar burung) bernama Pasar Ngasem yang letaknya di dalam benteng Keraton Yogyakarta. Berhubung letak Pasar Ngasem yang berada di dekat Kompleks Tamansari yang sedang mengalami renovasi dan kawasannya akan diperluas dan dipercantik, maka letak pasar hewan selanjutnya dipindah.

Minggu, 20 Januari 2013

Sekilas Pasar Triwindu Solo

21.11 // by Wisnu Yuwandono // , // 3 comments


Pasar Triwindu, Solo, Jawa Tengah
Pasar Triwindu
Suatu siang pada pertengahan Januari, gerimis sedang membasahi kota Solo. Saya sedang berada di dekat tempat yang cukup menarik di kota itu, Pasar Triwindu. Sekalian saja saya mampir untuk berteduh dan melihat-lihat suasana pasar. Barang-barang antik yang dijual di pasar ini seperti membawa saya ke jaman dahulu, jauh sebelum saya dilahirkan. Pengunjung sedang tak banyak, untuk mengusir kejenuhan para pedagang mengobrol dengan pedagang yang lain ada juga yang bermain kartu atau sekedar menikmati rokoknya. Meski tak ada hingar bingar tetap saja tempat ini adalah tempat yang menawarkan keklasikan yang menarik.

Rabu, 09 Januari 2013

Mengarungi Jeram Telaga Waja

10.25 // by Wisnu Yuwandono // , // 9 comments

rafting telaga waja
Rombongan Neraka :D (Dok. Pribadi)
Byukkkkk.. Cipratan air menimpa muka saya. Air tersebut berasal dari dayung perahu sebelah yang dikibaskan ke air sungai dan memang ditujukan untuk membasuh paksa wajah tampan saya. ‘Sialan....’ umpatan yang muncul di kepala saya. Yang memegang dayung itu adalah bule dengan tubuh yang kekar, wajar saja kalau air yang menimpa muka saya seperti seember banyaknya.

Awal tahun ini hiburan pertama saya adalah rafting di Telaga Waja, salah satu spot rafting di Bali. Letak Telaga Waja ini berada di Kabupaten Karangasem, kabupaten di timur Bali. Meski nama depannya Telaga tetapi tempat ini adalah sungai yang mengalir deras.