• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Jumat, 18 November 2011

Tanah Lot, Tanah Keindahan

14.56 // by Wisnu Yuwandono // // No comments

Tanah Lot, Bali
Tanah Lot
Ada satu tempat di Bali yang cukup terkenal dan sering diabadikan dalam foto. Seringkali tempat ini dijadikan ikon Pulau Dewata, juga dijadikan gambar di kartu pos maupun perangko. Pura Tanah Lot, atau sering disebut dengan Tanah Lot, itulah nama tempat ini. Cukup terkenal karena bentuknya yang unik dan tempatnya begitu eksotik. Bagaimana tidak, Pura ini terletak di atas karang yang berada di depan pantai, saat gelombang pasang naik karang ini seperti berada di tengah laut.

Senin, 14 Maret 2011

Korelasi Yang Kurang Tepat

14.52 // by Wisnu Yuwandono // 1 comment

Sering kali ketika kita mendengar orang membicarakan sepakbola negara kita, para komentator, entah itu orang awam atau bahkan wartawan sepakbola berkata, ‘kita ini bangsa besar, penduduk kita 200juta jiwa lebih, masa nemuin 11 orang yang bisa maen bola saja ga bisa’. Saya pikir itu adalah korelasi yang kurang tepat. Apa hubungannya jumlah penduduk dengan kemampuan bermain sepakbola. Jika korelasi itu benar-benar berfungsi berarti RRC sudah juara piala dunia berpuluh-puluh kali, karena RRC memiliki penduduk semiliar. Sepak bola tidak bisa dirumuskan dengan matematika, tidak bisa diprediksi dengan lemparan dadu, atau apalah dan yang jelas tidak bisa dikorelasikan dengan jumlah penduduk. Kita memang punya penduduk 200 juta jiwa lebih tapi tak ada yang benar-benar terlatih, apalah gunanya itu. Bisa saya katakan 1 orang pintar lebih berguna daripada 10 orang bodoh. Maaf mungkin agak kasar, hmm kita bilang saja penduduk kita kurang terlatih.

Selasa, 01 Februari 2011

Alam Menuju Keseimbangannya

09.31 // by Wisnu Yuwandono // // No comments



Semua materi di dunia ini selalu bergerak menuju keseimbangan, tak terkecuali alam. Semua itu adalah aturan baku dari Tuhan, tak bisa diganggu gugat kecuali oleh Tuhan sendiri. Alam begerak menuju keseimbangan dengan caranya sendiri, dengan dan tanpa campur tangan manusia, alam tetaplah kesatuan yang sangat perkasa.
Gunung, hutan, sungai, lautan dan bentang alam yang lain saling berhubungan. Satu sakit yang lain bisa tertular. Gunung, dalam arti harfiahnya adalah tonjolan permukaan Bumi yang disebabkan oleh gejala tektonik atau vulkanik dengan ketinggian lebih dari 600 mdpl. Dari gunung ini air hujan ditampung lalu menghidupi tumbuhan yang membentuk gerombolan barisan hutan yang mengelilinginya, sehingga simpanan air dari hujan tadi semakin banyak. Air yang melimpah tersebut dialirkan menjadi saluran air yang berkelok-kelok memanjang yang disebut sungai dan berakhirlah di muara yang airnya sangat melimpah, lautan. Perpaduan yang menakjubkan.

Rumahku......

08.13 // by Wisnu Yuwandono // // 3 comments


“another summer day has come and gone away in Paris and Rome
but I wanna go home...”
Pastinya anda tahu lirik lagu itu, ya sepenggal lirik lagu Michael Bubble yang secara implisit menggambarkan betapa eksotisnya kota Paris dan Roma, tetapi masih saja kalah nyaman dengan rumah kita sendiri. Dan mengajak kita untuk selalu pulang.
Manusia sekarang sudah tidak seperti jaman purba yang no madden alias berpindah-pindah tempat tinggal. Sekarang, seandainya pindah–pindah rumah pun pasti ada selang waktu tinggal yang tidak sesebentar jaman purba alias menetap dalam waktu yang cukup untuk membuat memori dari sebuah rumah. Seburuk apapun rumah kita pasti terasa nyaman (kecuali dalam kasus-kasus khusus yang membuat seseorang benci rumahnya,dan itupun hanya sedikit kasus).

Minggu, 23 Januari 2011

Catatan Lama Tentang Aku dan Alam

19.58 // by Wisnu Yuwandono // // 2 comments


Panggilan Alam


tidak rindukah kau..
dengan desir angin yang membelai mesra
membawa harapan kita melewati jalan berliku
dan menerbangkannya sampai ke angkasa
dengan jalan setapak yang mempererat persaudaraan kita
kesunyian yang menghangatkan
peluh yang menyegarkan
aku merindukan semua itu teman..
saat dingin yang menusuk kulit
membuat kita meringkuk dan menggigil
bukan jaket tebal,bukan sleeping bag yang mengusirnya
bukan pula api unggun dan kopi hangat
tapi kebersamaan kita kawan
aku sangat merindukannya..

masih ingatkah kau..
dengan purnama cantik yang menerangi pijakan kaki
jutaan bintang yang menjadi perhiasan malam
hujan meteor yang membawa doa2 yang kita panjatkan
tapi tak ada yang lebih terang daripada ikatan hati kita yang menyatu
aku masih ingat semua itu
saat hujan membawa rintangan
tiap tetesannya seperti tali2 yang mengekang, menghalangi
menimbulkan kecemasan, ketakutan
tapi bukan bagi kita..
tiap tetesan itu adalah asa yg selalu mengalir deras
dan aku lebih takut ketika persahabatan kita tercerai berai
aku selalu ingat semua itu

sudah lupakah kau..
dengan tenda hangat yang menaungi canda tawa
rumah ternyaman yang pernah kita rasakan
tempat hati kita beradu merdu
dengan edelweis yang terkubur sepi
lambang keabadian yang terlelap diantara sunyi
keharuman surga yang masih tersisa di dunia
dengan sunrise yang selalu menyapa pagi
bintang paling besar yang pernah kita lihat
sebesar semangat kita yang tak pernah padam
aku tak akan melupakannya

masih inginkah kau..
menggapai puncak puncak impian
tempat kita mengibarkan bendera kepuasan
melongsorkan kesombongan
mendaki keserdahanaan
bukan gunung ini yang kita taklukan teman
tapi diri kita sendiri

aku masih ingin (berkali-kali)...


Saat menulis tulisan di atas, saat itu saya sangat benar-benar merindukan belaian alam, sampai saat inipun ketika membaca lagi tulisan itu, hati ini seperti terbang menuju alam yang menyajikan kesederhanaan, apa adanya tak dibuat-buat.
Saya bukan anak mall, atau pusat-pusat perbelanjaan yang menyajikan suasana riuh ramai dengan modernitas yang dipaksakan. Tak ada kesan yang mendalam setelah mengunjungi tempat-tempat itu. Tapi di alam bebas, bersama teman-teman tentu saja, kita akan merasakan sesuatu yang berbeda. Persahabatan, kebersamaan, ketenangan, kedamaian, dan yang paling penting rasa syukur terhadap pemberian Yang Maha Kuasa.
Terimakasih Tuhan telah menganugerahi alam yang begitu indah ini, gunung, lembah, sungai, sawah, ladang, danau, pantai, dan semuanya begitu sempurna...