• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Sabtu, 14 Februari 2015

14 Foto Romantis di Sekitar Kepulauan Komodo

11.33 // by Wisnu Yuwandono // , // 89 comments

Disclaimer : foto-foto berikut tidak bermaksud untuk membuat para jombloers iri atau untuk menyindir mereka. Ini murni untuk sharing moment spesial yang bisa diambil di sekitar Kepulauan Komodo. Cheers :)

Dalam rangka memperingati hari kasih sayang menyemarakkan posting bareng Travel Bloggers Indonesia bertema 14 on 14, saya akan menampilkan foto-foto pre wedding teman saya yang saya ambil sendiri di sekitaran Kepulauan Komodo. Sebelumnya saya sudah sempat membahasnya di sini.

Berikut foto-fotonya:     
1. Moment menggandeng tangan menuju puncak bukit di Pulau Kanawa.
Sebagian besar sesi foto memang diambil di Pulau Kanawa. Karena pulau ini sangat indah dan memiliki bukit yang di atasnya dapat melihat pemandangan yang sangat bagus. Cocok untuk yang ingin menyendiri ataupun berpacaran, hehe.


2. Bercengkerama di puncak bukit di Pulau Kanawa


3. Di puncak bukit di Pulau Kanawa ada sebuah bangku yang sangat duduk-able apalagi saat momen sunset karena kita bisa melihat matahari turun dan mewarnai langit menjadi orange. Lautan dan pulau-pulau yang ada di depannya menjadi ornamen yang mempercantik.


4. Menggendong pasangan



5. Bintang Laut Pulau Kanawa


6. Bintang Laut (lagi)
Di Pulau Kanawa memang banyak sekali bintang laut. Si Patrick ini sangat mudah terlihat di pantainya, apalagi saat surut.


7. Bintang Laut (lagi-lagi)

8. Puncak Pulau Gili Lawa
Gili Lawa adalah salah satu pulau yang ada di Kepulauan Komodo. View dari atas bukitnya memang tak bisa dibilang biasa saja tapi luar biasa. Cuma dengan duduk membelakangi kamera saja sudah terlihat sangat romantis.

9. Menyibak ilalang Gili Lawa

10. Bermesraan di Pink Beach
Pink Beach adalah salah satu pantai yang menjadi maskot Pulau Komodo. Jangan lewatkan untuk mengabadikan momen spesial di sana.

11. Foto dengan komodo
Tak akan lengkap tanpa ada foto dengan hewan langka satu ini. 

11 foto di atas adalah foto-foto sesi prewedding teman saya. 3 foto selanjutnya adalah foto-foto saya sendiri. Tak ada salahnya untuk narsis di blog sendiri, hehe...

12. Inilah Gili Lawa
Gandengan seorang wanita yang mengajak saya untuk melihat indahnya Gili Lawa. Pose seperti ini memang diilhami dari foto-foto milik Murad Osmann yang bertema follow me.

13. Inilah Bukit Cinta
Sebenarnya ini bukanlah bukit cinta tetapi bukit di dekat bukit cinta. Jadi di Labuan Bajo ada sebuah bukit yang dinamakan Bukit Cinta. Mungkin dinamakan seperti itu karena biasa menjadi tempat pacaran anak-anak muda di sana.


14. Menunggu matahari terbenam
Lokasinya sama dengan foto nomor 3, di puncak bukit di Pulau Kanawa. Foto ini diambil dengan tripod dan mode self timer, karena kami tak ingin ada orang yang mengganggu tak ada orang yang bisa diminta bantuan untuk memoto. Sunset yang menawan bukan?

Itulah tadi 14 foto romantis di sekitar Pulau Komodo. Semoga dapat menjadi inspirasi untuk membuat foto yang lebih cetar membahana di lain tempat.


Baca juga postingan dari teman-teman Travel Bloggers Indonesia :
2. Arie Okta Friyanto :14 Ragam Wisata dari Tanah Kelahiran
4. DanSapar : 14 Hal yang Manis dan Murah di Inggris
5. Fahmi Anhar : 14 Tempat Wisata Menarik di Dubai
6. Tekno Bolang : 14 Senja yang bisa bikin kamu Galau
7. Danan Wahyu Sumirat : 14 Alasan Mengunjungi Kerinci
8. Ridwan SK : 14 Barang yang Sebaiknya Kamu Bawa Ketika Traveling
9. Lenny : 14 Travel Selfies Around USA
10. Yofangga : 14 Film Inspirasi Perjalanan
11. Teguh Nugroho : 14 Hal yang Harus Kamu Tahu Tentang Semarang
12. Dea Sihotang : 14 Things to do in Paris
13. Indri Juwono : 14 Tindak Tanduk Asyik di Waerebo
14. Parahita Satiti : 14 Tempat Cantik untuk Natarajasana
15. Titiw Akmar : 14 Lagu Momen untuk Traveling
16. Bobby Ertanto : 14 SEO Basic Travel Blogging ala Virustraveling.com
17. Adlien : 14 Alasan Kenapa Harus Traveling saat Muda
18. Rembulan Indira : 14 Places I Would Want to Share with My Loved One
19. Wira Nurmansyah : 14 Tips Simpel Agar Komposisi Foto Makin Kece
20. Olive Bendon : 14 Langkah Menikmati Perjalanan Tak Biasa
21. Indra Setiawan : 14 Hal yang Bisa Dilakukan di Kota Palangkaraya
22. Taufan Gio : 14 Hal Seru Jalan-Jalan Bareng Traveler Dunia

Sabtu, 07 Februari 2015

Kebetulan yang Menyenangkan

11.14 // by Wisnu Yuwandono // , , // 15 comments

romantisme komodo

Sudah cukup banyak aku menuliskan tentang perjalanan ke Komodo dan Nusa Tenggara Timur, tetapi tak ada penjelasan rinci mengapa aku begitu tergila-gila dengan daerah itu.  Komodo baik hewan maupun kepulauannya adalah sesuatu yang sangat istimewa tetapi bukan hanya itu saja yang membuatnya begitu membekas dalam hidupku. Jawabannya adalah karena aku menemukan cinta di sana.

Dua tahun lalu saat pertama kali mengunjungi Komodo, aku menumpang kapal rombongan dokter yang sedang tugas PTT di kawasan NTT.  Dari 11 orang dalam rombongan itu, 10 orang adalah perempuan, dan salah satunya adalah wanita yang mempesona hatiku.

Di antara rombongan dokter wanita yang semuanya terlihat seperti putri raja itu, dia terlihat seperti dewi kahyangan. Bagiku dia begitu sempurna, namun kesempurnaan itu juga tak membuatku memiliki nyali berlebih untuk sekedar menatapnya lebih dari 5 detik. Dari sekian banyak permata yang dia miliki, yang bisa aku curi hanyalah pandangan, ya aku hanya bisa mencuri pandang. Bahkan kacamata hitamku aku gunakan sebagai tameng untuk menutupi pandanganku padanya. Pengecut.

Aku justru berbincang dengan orang lain tentang diriku. Ada satu kata yang sepertinya menarik perhatiannya. Bali. Ya kata Bali. Aku mengungkapkan kalau saat itu homebaseku adalah di Bali. Mungkin itu adalah umpan kail yang sangat menarik bagi ikan raksasa yang susah untuk ditemukan dan tanpa sengaja dipasang di ujung kail lalu disambar oleh ikan yang diharapkan.

Dia lalu ikut dalam percakapanku. “Oh kamu tinggal di Bali ya, nanti kalau aku ke sana aku boleh nanya-nanya kamu ya?” kalimat pertama yang muncul dari mulutnya yang mungil kepadaku. Aku adalah lelaki dan dia adalah wanita, tapi justru dia yang memiliki kejantanan untuk memulai percakapan. Kalimat pertama pun bukan pertanyaan nama atau perkenalan tapi malah tentang tempat tinggal.

Setelah perkenalan yang agak unik itu, anehnya percakapan kami selanjutnya seperti kereta api eksekutif yang melaju di atas rel, jarang berhenti dan bahkan selalu didahulukan. Bahkan aku merasa kami sangat jarang berhenti di stasiun untuk sekedar menurunkan tensi percakapan, aku ingin melaju terus menuju stasiun pemberhentian terakhir.

Aku rasa aku jatuh cinta padanya. Cinta yang muncul meski belum lama bertatap muka. Aku pikir ini adalah eros. Eros adalah energi cinta yang terdalam dari seorang manusia kepada lawan jenisnya. Eros bukanlah storge (cinta pada keluarga), philia (pertemanan) ataupun agape (cinta pada Tuhan).

Ini seperti hujan deras yang turun setelah musim kemarau berkepanjangan. Ini adalah petrichor, bau wangi yang menguar dari tanah kering setelah tertimpa air hujan untuk pertama kali. Wangi yang menentramkan. Aku yakin inilah cinta yang datang setelah kehampaan. Aku yakin dialah jawabannya.

Kapal yang kami tumpangi terus melaju membelah lautan menuju Pulau Komodo. Semuanya terlihat begitu indah di mata, begitu juga dengan apa yang hatiku rasakan. Debar-debar yang menggetarkan jiwa. Air laut terlihat begitu bening hingga di dalamnya terlihat terumbu karang yang sangat elok. Meski hati wanita tak bisa dipadupadankan dengan kebeningan air laut ini, tapi aku juga bisa melihat menembus ke dalam hatinya bahwa di dasarnya dia juga merasakan debar-debar yang sama. Setidaknya siapa pula yang melarangku untuk merasakan optimisme ini.

When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it. Benar saja, sepertinya Pulau Komodo mengajak dunia untuk membuatnya merasakan hal yang sama kepadaku. Selang beberapa minggu kemudian, kami layaknya sepasang kekasih yang saling berbagi cinta. Cinta pandangan pertama itu nyata. Menemukan cinta di ujung telapak kaki saat perjalanan itu bukan omong kosong belaka.

Cinta itu bisa datang tiba-tiba. Cinta itu bisa muncul dari sebuah kebetulan yang tak disangka. I believe this serendipity is written as my destiny.