• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Selasa, 07 Mei 2013

Menyepi di Kanawa

21.46 // by Wisnu Yuwandono // , // 13 comments

kanawa
Kanawa

Pulau tak begitu besar dengan dikelilingi pantai berpasir putih yang halus dan bersih serta jauh dari kebisingan kendaraan pasti menjadi dambaan banyak orang untuk pergi berlibur. Apalagi ditambah air yang bening dengan pemandangan bawah laut yang keren. Bisa disebut pulau impian. Semua itu bisa ditemukan di sebuah pulau kecil di kawasan Taman Nasional Komodo, pulau itu bernama Kanawa.

Butuh waktu sekitar satu jam perjalanan menggunakan perahu dari Labuan Bajo. Meski kedatangan saya disambut dengan hujan yang cukup deras tak menyurutkan niat saya untuk menginap di tempat ini. Di pulau ini memang ada sebuah resort yang menyediakan penginapan dengan konsep yang cukup unik. Ada beberapa jenis kamar yang disediakan, ada bungalow,bale-bale dan ada pula tenda.  Bahan bangunannya kebanyakan berasal dari bambu. Rate per malamnya berurutan dari yang disebut di depan. Dan saya memilih untuk tinggal di kamar yang paling murah, tenda. Meskipun paling murah, tetapi tidur di tenda juga cukup nyaman karena di dalamnya disediakan kasur dan ada atap dari rumbai-rumbai yang membuat suasana di dalam tenda tidak panas saat siang hari.

Hujan sore hari ternyata tidak berlanjut sampai malam, karena malamnya bintang-bintang berpesta di langit. Hal ini didukung oleh minimnya penerangan yang ada. Listrik di Kanawa bersumber dari generator yang hanya menyala dari jam 18.00 sampai 23.00, ditambah lampu yang menerangi luar ruangan sangat sedikit sehingga kilau ribuan bintang di atas sana bisa dengan jelas dinikmati. Lagipula saya yang tinggal di tenda tidak ada aliran listrik sama sekali.
kanawa
Starfish Cafe
Makan malam dan juga makan lainnya hanya bisa dilakukan di satu-satunya tempat makan yang ada di pulau ini, namanya Starfish Cafe. Tempat ini sekaligus menjadi tempat receptionist. Menu yang ditawarkan cukup bervariasi dari masakan Indonesia semacam nasi goreng dan mie goreng, sampai hidangan khas Western seperti pizza maupun spaghetti. Bahkan menu barat lebih mendominasi karena memang pengunjung pulau ini kebanyakan adalah pelancong dari luar negeri. Pemilik dari resort ini pun konon berasal dari Italia, sehingga tidak heran apabila pizza menjadi salah satu menu primadona di cafe ini, makanan khas negara asal sang pemilik resort. Beberapa bahan makanan bisa dipenuhi sendiri oleh pulau ini, karena ada kebun yang ditanami sayur mayur semacam sawi dan buah-buahan seperti pepaya dan pisang, ada juga cabai yang siap untuk dipetik.

Ada lagi yang unik dari Starfish Cafe. Pengunjung diharuskan melepas alas kaki di depan pintu masuk, lalu membasuh kaki dengan air yang ada di ember sebelum memasuki cafe. Hal ini untuk meminimalisir pasir mengotori lantai cafe, mengingat banyaknya pasir yang dengan mudah menempel di kaki dan alasnya. Ember yang sama juga disediakan di setiap pintu masuk kamar tidur.

Selepas bangun tidur rutinitas mandi pagi tidak saya tinggalkan. Karena saya tinggal di tenda, maka kamar mandi yang digunakan adalah kamar mandi umum. Hal yang sama juga diperuntukkan bagi yang tinggal di bale-bale. Sedangkan untuk kamar bungalow ada fasilitas kamar mandi sendiri. Hal yang berlaku seragam bagi semua pengunjung adalah berhemat air tawar bersih. Mengingat air tersebut harus di datangkan dari Labuan Bajo. Di Kanawa tidak ditemukan adanya sumber mata air bersih.
kanawa
Jajaran bale-bale 
Setelah sarapan, kegiatan yang paling cocok dilakukan adalah snorkeling. Saya menyewa peralatan snorkeling di sini karena saya memang tidak membawanya. Ada beberapa spot yang cukup bagus, dimana bisa ditemukan anemon dan ikan badutnya atau terkenal dengan nama Nemo. Banyak juga bintang laut tersebar. Meskipun begitu tidak sedikit coral yang mati dan hancur, entah kenapa bisa begitu. Yang perlu diwaspadai adalah banyaknya bulu babi.

Perairan di sekitar Kanawa cukup dangkal. Hal ini membuat perahu tidak bisa bersandar sampai ke tepi pantai. Kalau dipaksakan perahu bisa karam dan jelas akan merusak coral. Oleh karena itu perahu melepas jangkar agak di tengah, lalu penumpang turun ke perahu kecil untuk menuju pantai, begitu juga sebaliknya jika ingin menaiki perahu. Dulu ada jembatan yang cukup panjang sampai ke tengah laut untuk bersandar perahu. Namun di bulan Januari lalu ada badai dan gelombang besar yang menghantamnya dan membuatnya hancur. Konon saat itu pihak resort menelan kerugian yang cukup besar.
kanawa
Hiu yang banyak ditemui di sekitar Pulau Kanawa
Saat mengitari pulau, saya baru tahu di bagian barat pulau ada hutan bakau. Meskipun tidak terlalu banyak jumlah pohonnya, tetapi cukup memperkaya ekosistem pulau. Buktinya banyak ikan hiu kecil di dekatnya. Di sekitar tempat ini pula saya sempat mendengar suara seperti lenguhan sapi yang cukup keras. Bingung dari mana datangnya suara, apalagi di sini tidak ada sapi atau hewan sejenisnya. Di tengah laut sana terlihat samar-samar ada hewan hitam besar yang berenang. Saya sempat berfikir itu adalah ikan paus.

“Itu dugong mas. Wah, mas beruntung bisa melihatnya, jarang-jarang lho yang bisa” jelas Mas Heru, chef Starfish Cafe ketika saya menceritakan pengalaman saya itu.
kanawa
Kanawa dari atas bukit
Seharian penuh saya habiskan di pulau ini. Sebenarnya ada juga paket wisata ke Pulau Komodo atau Pulau Rinca tapi karena hari sebelumnya saya sudah ke tempat itu jadi saya tidak mengambilnya. Untuk mengisi waktu saya mendaki bukit. Ada bukit yang memakan sebagian besar daratan Pulau Kanawa. Dari puncaknya kita bisa menikmati pemandangan yang luar biasa. Bungalow dan pepohonan hijau di bawah sana terlihat kecil-kecil seperti miniatur. Di sekelilingnya kita bisa memandang hamparan laut yang membiru, sebagian bergaradasi hijau tosca menandakan variasi kedalamannnya.

Keuntungan tinggal di pulau yang tak begitu luas adalah kita bisa melihat bebas ke semua penjuru mata angin, dengan begitu sunset dan sunrise bisa dinikmati dengan bebas. Setelah paginya menikmati sunrise yang menawan, sorenya pemandangan sunset tak kalah mempesona. Yang saya sesalkan adalah saya tidak membawa tripod yang bisa membantu pengambilan foto.
kanawa
Sunrise Kanawa
Keadaan pulau yang sepi namun sangat indah ini sangat cocok untuk melepas penat setelah bergelut dengan pekerjaan sehari-hari. Lebih cocok lagi kalau menikmatinya bersama pasangan atau saat berbulan madu. Sayangnya saya hanya menikmati Kanawa sendirian saja.
kanawa
I'm the lonely man

Foto lain Pulau Kanawa bisa dilihat di link ini.

13 komentar:

  1. subhanallah.. indah sekaliiii... bikin darah travelingku kembali berdesir. duh, *kapan ya bisa kesana? ^_^

    BalasHapus
  2. Wih, keren viewnya jadi pengen juga ke sana

    Let's blogwalking
    http://travelingaddict.blogspot.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang keren mas :))
      terima kasih sudah mampir

      Hapus
  3. bikin ngeces, ngiler,, kapan bisa maen - maen kesini :|

    BalasHapus
  4. Aku diajak dong nek ke kanawa lagi mas jo

    BalasHapus
  5. Mau kasih info aja deh >_<
    Untuk pemilik kafe, sekarang ada kemasan makanan namanya Greenpack.
    Dengan menggunakan kemasan ini anda bisa membranding brand kafe anda pada bagian atas kemasannya secara free! Tanpa dikenakan biaya apapun.

    Info lebih lanjut klik di sini http://www.greenpack.co.id/

    BalasHapus