• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Senin, 17 Desember 2012

Soto Pasaran

21.58 // by Wisnu Yuwandono // , // 4 comments

soto pasar kintamani, bangli, bali
Soto Pasar Kintamani
Dingin sekali suhu di Kintamani, Bali. Apalagi menjelang subuh, dinginnya lebih menggigit. Jangan tanya pas pertengahan tahun, tak hanya kulit yang digigit tapi tulang rasanya seperti ditusuk jarum, dan jumlahnya ribuan.

Sabtu, 08 Desember 2012

Jadi, Tujuan Kita itu Sebenarnya Apa?

17.35 // by Wisnu Yuwandono // 10 comments

(picture from google)

“Kita ngeblog agar orang-orang tau tempat-tempat indah di Indonesia, biar orang-orang pada kesana, biar arus pariwisata di negeri kita meningkat”

Kira-kira seperti itulah motivasi sebagian besar travel blogger ketika mereka memposting hasil perjalanan mereka ke dunia internet.

Jumat, 23 November 2012

Traveling Tak Melulu untuk Bertemu Orang Baru

01.18 // by Wisnu Yuwandono // , // 3 comments

Foto courtesy of Wiryawan Suraji

Tepat pukul 8.00 pagi (15/11/12) bus yang saya tumpangi memasuki Terminal Arjosari, terminal utama di Kota Malang. Langit agak mendung sementara suasana terminal belum terlalu ramai kecuali banyaknya orang yang menggendong carrier-carrier besar mereka. Saya sendiri hanya membawa tas punggung tanggung. Rupanya banyak yang akan mengikuti gathering nasional di Gunung Semeru yang diadakan oleh salah satu merk peralatan outdoor.

Hari itu seperti sudah direncanakan beberapa bulan sebelumnya, saya dan teman-teman saya akan berkumpul di Malang. Ceritanya jalan-jalan sekaligus reuni.

Senin, 19 November 2012

Lebih Baik Jangan ke Pulau Sempu

23.00 // by Wisnu Yuwandono // , // 151 comments


Pulau Sempu, Malang, Jawa Timur
Pulau Sempu
Suara mesin perahu meraung-raung keras ditambah bau solar yang mengudara di sekitar dek perahu menjadi kawan pagi itu. Sementara sang nahkoda sibuk mengendalikan arah perahu agar tetap sesuai jalur. Perahu dengan mesin yang telah dimodifikasi ini sepertinya susah untuk melaju dengan cepat sehingga tidak digunakan untuk mencari ikan di lautan karena pasti tidak akan mampu menghadang ganasnya gelombang Samudera Hindia. Di perairan yang tenang saja dia sudah ngos-ngosan.

Rabu, 07 November 2012

Hilangnya Simbol Keangkaramurkaan

12.41 // by Wisnu Yuwandono // , // No comments


Metatah
Metatah
Matahari masih jauh terlelap dalam tidurnya saat keluarga Wayan Suwela sudah mulai sibuk mempersiapkan segala hal untuk prosesi upacara penting pagi itu. Walaupun sebenarnya tadi malam semuanya sudah disiapkan tapi kali ini adalah persiapan finishing sebelum acara benar-benar dimulai.

Selasa, 30 Oktober 2012

Toya Bungkah, Bersantai dengan Teman Lama

13.00 // by Wisnu Yuwandono // , // 8 comments

Toya Bungkah, Batur, Kintamani
Toya Bungkah
‘Besok aku main ke Kintamani’, suara yang terdengar dari telepon. Itu adalah suara dari teman saya yang kebetulan sedang menjalani Job Training di Bali.

‘Oke bro’, singkat dan jelas saja saya menjawabnya.

Lebih dari setahun kami tidak bertemu, terasa cukup lama, mengingat dulu ketika kuliah hampir setiap hari bertemu. Meski kami tidak terlalu dekat tapi pertemuan dengan teman lama akan terasa begitu nikmat.

Rabu, 24 Oktober 2012

Pejalan yang Baik???

23.56 // by Wisnu Yuwandono // No comments


Saya pernah mendengar kalimat yang kira-kira bunyinya seperti ini, ‘Seberapa jauh kamu bepergian itu tidak penting, yang paling penting adalah seberapa banyak pelajaran yang kamu dapatkan dari perjalanan itu.’ Cukup bagus, merasuk ke otak dan sangat filosofis kalimat tersebut. Entah siapa yang pertama kali mengatakannya.

Senin, 01 Oktober 2012

Romantic Place?

22.13 // by Wisnu Yuwandono // // No comments

Romantic Place
Meja makan di Gili Trawangan saat sunrise

Romantis, suasana yang indah, entah itu ditangkap oleh mata, telinga atau perasaan. Dan tiap orang memiliki pandangan masing-masing tentang itu, relatif. Saya sendiri merasakan sesuatu yang romantis saat duduk tenang melihat pemandangan yang indah, tenang tanpa kebisingan dengan ditemani angin sepoi yang dengan lembut membelai kulit, dan bersama seseorang yang kita sayangi. Akan lebih sempurna jika ada tempat duduknya.

Berikut beberapa tempat duduk yang sempat saya abadikan yang bisa dikatakan romantis. 

Selasa, 11 September 2012

Senggigi, 18 Mei 2012

19.23 // by Wisnu Yuwandono // , // 8 comments

senggigi, lombok

Senja menyapa dunia
mentari yang mulai menua itu memudarkan sinarnya
meninggalkan pesona kilau jingga
menciptakan paduan warna yang melukiskan keindahan

Rabu, 05 September 2012

Tari Kecak dan Api Uluwatu, Kolaborasi Spektakuler Alam dan Budaya

17.04 // by Wisnu Yuwandono // , , // 2 comments


Tari Kecak, Uluwatu, Bali
Tari Kecak
Akhir pekan sepertinya terlalu berharga untuk dilewatkan bersantai-santai saja di kamar. Apalagi saya tinggal di Bali. Tempat wisata paling terkenal di negara ini. Siang menjelang, cerah menjarang, lalu merugilah jika tidak keluar rumah.

Rencana utama saya kali ini adalah menonton pertunjukan tari kecak di Uluwatu, suatu tempat di ujung selatan Pulau Bali. Berhubung jalan sebelum Uluwatu juga terdapat pantai-pantai yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya, tidak ada salahnya sekedar mencicipi hidangan pembuka sebelum menyantap main coursenya.

Senin, 03 September 2012

Jejak Julia Robert Ada di Pantai Padang-padang

14.44 // by Wisnu Yuwandono // , // 7 comments


Pantai Padang Padang, Bali
Pantai Padang Padang
Yang pernah menonton film Eat, Pray, Love pasti ingat scene dimana Julia Robert berenang di pantai yang sepi. Ya pantai itu mulai terkenal setelah masuk dalam ‘film internasional’ tersebut. Pantai itu bernama pantai Padang-padang.

Pengunjung yang datang kesini memang ada yang karena penasaran dengan pemandangan aslinya setelah melihat film tadi lalu ingin menapak tilasi jejak Julia Robert di pantai tersebut. Tetapi di pulau yang cukup terkenal dengan pantai Kuta nya ini mungkin banyak juga yang ingin menikmati pantai lain selain Kuta, karena sudah bosan dengan sajiannya. Motivasi apapun sebenarnya sah-sah saja dan terserah anda, yang jelas memang pantai Padang-padang ini layak untuk masuk list kunjungan apabila berlibur ke Bali.

Selasa, 28 Agustus 2012

Sejuta Pesona Dieng

09.12 // by Wisnu Yuwandono // , // 3 comments


Candi Dieng, Jawa Tengah
Candi-candi di dataran tinggi Dieng
Berkunjung ke suatu tempat baru memang selalu menyenangkan, tak peduli jauh atau dekat. Selain karena masih ada rasa penasaran, pengalaman dan wawasan baru akan kita dapatkan. Nah, belum lama ini tempat yang saya kunjungi adalah dataran tinggi Dieng.

Dieng berada di ketinggian sekitar 2000an meter dari permukaan laut. Hal ini mengakibatkan suhu sehari-harinya sejuk malah ke arah dingin. Sebagian besar kawasan Dieng masuk Kabupaten Wonosobo, sedang sebagian kecil masuk Kabupaten Banjarnegara. Daerah ini sebenarnya adalah gunung api yang masih aktif, dibuktikan dengan banyaknya kawah yang ada.

Minggu, 26 Agustus 2012

Bukit Sikunir Dieng, Menyapa Salah Satu Sunrise Terbaik di Dunia

18.34 // by Wisnu Yuwandono // , // 14 comments


Sunrise Bukit Sikunir, Dieng, Jawa Tengah
Sunrise dari Bukit Sikunir
Nafas sudah tersengal-sengal ketika perjalanan baru menginjak 10 menit. Memang tanjakan seperti ini sangat dibenci oleh paru-paru saya yang sudah jarang dilatih berolahraga. Sementara Mas Soleh, yang menemani kami menuju puncak Bukit Sikunir ini, berada di depan berjalan dengan kecepatan cahaya, memang terlalu hiperbolis, tapi bagi saya dia berjalan seperti kilat. Dingin yang menusuk kulit sudah tak terlalu terasa, mengingat gerakan kaki untuk mendaki setapak demi setapak membuat panas tubuh meningkat. Memang tak terlalu lama siksaan ini berlangsung, karena puncak Sikunir tidaklah terlalu jauh dari tempat parkir. Tidak sampai satu jam, sampailah saya ditempat tujuan itu.

Senin, 09 Juli 2012

Balangan, Pantai Sepi di Bali

14.33 // by Wisnu Yuwandono // , // 16 comments


Pantai Balangan, Bali
pasir putih pantai Balangan
Bali sudah terkenal dengan pantai-pantai yang indah dan ramai. Kuta, Legian, Sanur dan beberapa pantai yang lain. Tapi di pulau yang mungkin sebagian besar orang di dunia pernah mendengarnya ini masih menyimpan pantai indah yang relatif masih sepi, Pantai Balangan namanya.

Sebelumnya sudah dua kali saya kesini, pertama di awal tahun 2010 lalu yang kedua di awal bulan Juni kemaren. Sekarang (21/6) yang ketiga kalinya saya kesini dan kedua kalinya di bulan Juni, bedanya sekarang bersama seorang sahabat yang berkunjung ke Bali.

Selasa, 29 Mei 2012

Gili Trawangan : Cerita dari Pulau Internasional

07.28 // by Wisnu Yuwandono // , , // 1 comment


Gili Trawangan, Lombok
Sunrise dan Rinjani
18 Mei 2012
Langit yang begitu cerah menemani pagi itu di Gili Trawangan. Gunung Rinjani terlihat gagah di kejauhan. Perahu-perahu banyak yang bersandar di pantai, sebagian berada di tengah laut, bahkan sudah ada yang bergerak di waktu sepagi itu. Saya suka pagi, meski sejujurnya sering melewatkannya. Ah pagi ini begitu indah. Warna jingga yang membungkus matahari ketika hendak muncul itu begitu menentramkan, menghangatkan dan seperti terapi bagi hati. Saya juga suka senja dengan warna yang sama saat pagi. Keduanya adalah lukisan yang sempurna.

Minggu, 27 Mei 2012

Rinjani : Imagi yang tak lagi Sebuah Mimpi (bag 5)

22.56 // by Wisnu Yuwandono // , // 2 comments

Rinjani, Lombok
Danau Segara Anak, Rinjani

I see trees of green, red roses too
I see them bloom, for me and you. 
And I think to myself,what a wonderful world...

I see skies of blue, And clouds of white. 
The bright blessed day, The dark sacred night. 
And I think to myself, 
What a wonderful world...
(Louis Armstrong - Wonderful World)
16 Mei 2012

Pernahkah kalian harus berpisah dengan sesuatu ketika kalian mulai merasakan suka bahkan cinta? Memang cinta tak bisa ditebak datangnya, ada yang merasa ketika sudah ditinggalkan, ada juga yang merasa saat masih bersama. Saya merasakan jatuh cinta saat masih bersama akan tetapi harus segera berpisah dengannya dan entah kapan lagi kami akan saling melepas rindu. Saya jatuh cinta dengan Segara Anak, saya jatuh cinta dengan Rinjani. Dan saat cinta itu datang menggebu, saat itu pula saya harus meninggalkannya.

Selain karna rasa suka dengan Segara Anak, saya juga suka dengan suasana pagi. Saat sinar matahari menerobos ranting dan dedaunan lalu merontokkan embun. Sinar yang menyegarkan, sinar yang memberi semangat. Jadi pagi itu rasa suka saya dobel. Walaupun sejujurnya saya sering mengkhianati cinta yang satu ini, karena sering kali tidak bangun pagi :p.

Jumat, 25 Mei 2012

Rinjani : Imagi yang tak lagi Sebuah Mimpi (bag 4)

17.52 // by Wisnu Yuwandono // , // No comments


Rinjani, Lombok
Segara Anak dilihat dari Plawangan

“Somewhere over the rainbow
Way up high,
There's a land that I heard of once in a lullaby.




Somewhere over the rainbow
Skies are blue,
And the dreams that you dare to dream
Really do come true.”
(Ey Harburg)

15 Mei 2012

Mungkin sebagian besar diantara kita pernah bermimpi tentang suatu tempat yang sangat indah. Kebanyakan imajinasi itu ada waktu masih kecil, walaupun tidak sedikit yang tetap menghiasi pikiran ketika sudah beranjak dewasa. Dan bahkan tetap mencarinya. Saya sendiri selalu ingin pergi ke dunia dimana hanya ada keindahan dengan suara angin yang tenang dan gemericik air.

Rinjani: Imagi yang tak lagi Sebuah Mimpi (bag 3)

16.12 // by Wisnu Yuwandono // , // No comments


Rinjani, Lombok
Pelawangan yang berkabut

14 Mei 2012
Brrrrrrrr,,,Suara gemuruh angin ditemani hujan yang turun cukup deras itu membangunkanku ditengah malam. Rencana awal jam 2 dini hari kami akan melakukan summit attack ke puncak Rinjani. Tapi apa mau dikata, semuanya kecuali saya tidak berani menerjang badai pagi itu, selain suaranya yang memang mengerikan, tubuh kami sepertinya masih butuh istirahat setelah menempuh perjalanan yang berat dihari kemarin. Dan semuanya kembali terlelap.

Sinar mentari membangunkan kami di pagi harinya, meski keseluruhan badannya tertutup kabut tebal, masih saja sinarnya sanggup menerobos hingga membuat ruangan di dalam tenda menjadi terang. Pagi yang dingin, dengan rintik hujan yang masih sesekali turun, dan angin yang belum berhenti menerjang membuat pohon di sekitar tenda kami bergoyang, tak terkecuali tenda kami sendiri. Badanku sendiri terasa pegal-pegal, terutama di bagian leher karena malamnya tidur dalam posisi yang tidak jelas. Kaki tidak bisa lurus dan kepala miring, hasilnya leher tengeng :D. Tenda kami memang kecil, idealnya maksimal untuk 3 orang, sedang ini kami mengisinya dengan 4 orang, saling gencet-gencetan, mirip sandwich terinjak :)).

Rabu, 23 Mei 2012

Rinjani : Imagi yang tak lagi Sebuah Mimpi (bag 2)

14.13 // by Wisnu Yuwandono // , // 2 comments


Rinjani, Lombok

13 Mei 2012
Pagi sebelum mentari menghangatkan bumi, kami sudah menggerakkan tubuh dengan berkemas mengepak barang bawaan ke dalam backpack masing-masing. Dengan pertimbangan seksama, maka diputuskan untuk menyewa satu porter karena saya tidak akan kuat membawa barang, haha. Alhasil barang yang sangat memakan ruang dan berat dioper ke mas porter, yaitu tenda. Jadi barang yang dibawa porter adalah tenda, air mineral 1,5L jumlahnya 8 botol, beras, dan tubuh saya, ups ga ding :D. Yang penting beban porter maksimal 25 kg. Beban bawaan tiap orang tidak terlalu berat, saya sendiri mungkin membawa beban sekitar 10kg lebih. Walaupun sebagian barang sudah dibawa porter, tetap saja beban segitu cukup menguras tenaga karena perjalanan yang ditempuh sangat panjang.
Rinjani, Lombok
Gerbang Pendakian Rinjani via Sembalun (photo courtesy of Djoko Soetono)
Oh ya saya akan memperkenalkan anggota dulu. Yang pertama adalah pria bersahaja, muka rata, dan banyak ingusnya, kecil kerempeng dan bikin iba, nah itu saya :(,haha. Yang kedua adalah M. Fathkul Hakim, pembalap, pemuda berbadan gelap yang merupakan pencetus ide pendakian ini. Selanjutnya adalah Nor Hasan karyawan PLN yang kabur dari pekerjaannya di pulau antah berantah untuk mengikuti petualangan ini, badannya tua dan semangat juga tua, hehe. Selanjutnya adalah 4 karyawan pabrik pupuk terbesar se Gresik, silakan tebak perusahaan apa itu :p. Pertama adalah Hakim Rahman yang biasa dipanggil Hakim duwur yang masuk dalam panitia perencana pendakian. Lalu ada Pak Djoko Soetono, pemuda yang umurnya mendekati 50 tahun, tapi semangatnya 17 tahun lebih tua, haha, pak Djoko memiliki stamina paling prima diantara kami dan memilik kata andalan yaitu 'masuuukkk...'. Sebastian Nababan, pemuda asal Pekanbaru dengan perawakan besar dan tenaga yang tidak sebesar badannya. Risang Pradipta, yang belakangan saya ketahui dia adalah anak dari dosen pembimbing akademik saya, dunia begitu kecil. Dan yang terakhir dan merupakan satu-satunya wanita dalam kelompok ini dan menjadi hiasan diantara laki-laki buram, Zakiyah Derajat, atau biasa dipanggil Zaki atau Jeki atau Jeck, panggilannya banyak asal bukan Ojek atau Aki.

Selasa, 22 Mei 2012

Rinjani : Imagi yang tak lagi Sebuah Mimpi (bag 1)

12.20 // by Wisnu Yuwandono // , // 2 comments


12 Mei 2012
Lamunanku terpecah ketika suara pengumuman di Bandara Ngurah Rai memberi tahu bahwa penumpang tujuan Lombok untuk segera masuk ke pesawat. Pikiranku memang sudah melayang ke tempat tujuan utama dari perjalanan ini. Bagaimana tidak, tujuan kali ini benar-benar menguras emosi, pikiran dan juga hmm materi. Tujuan yang sudah dari dulu diimpikan, imagi yang selama ini selalu hanya menjadi mimpi, Rinjani.


Bandara Lombok Praya

Pesawat segera berlari meninggalkan landas pacu tak lama setelah saya menyandarkan bahu di seat pesawat. Bali –Lombok sangatlah cepat jika ditempuh dengan pesawat. Oh ya kenapa saya memilih pesawat daripada perjalanan darat-laut. Pertama, meeting point rombongan di bandara Lombok, nah saya gak tau sama sekali tentang Lombok. Kedua, pendakian akan sangat menguras energi, jika perjalanan darat-laut saya lakukan pastinya energi saya sudah terkuras duluan, apalagi saya sudah sangat jarang berolahraga, bisa-bisa tewas sebelum berperang. Yang ketiga ternyata tiket pesawat tidak terlalu mahal. Akhirnya pesawatlah yang menjadi pilihan.

Saya orang pertama dari rombongan yang tiba di Lombok, saat keluar bandara ternyata banyak sekali orang diluar, seperti pasar. Disini orang yang pergi atau datang, diantar atau dijemput sekeluarga. Suasana kekeluargaan khas Indonesia. Jam 10.30 WITA pesawat sudah landing, sedang teman-teman landing sekitar jam 12.00 WITA. Ga ada hiburan selama menunggu. FYI, bandara Lombok ini baru dan letaknya di pelosok, jadi belum banyak ‘hiburan’ di sekitarnya.

Rabu, 18 April 2012

Tokina 11-16mm : Mari Bercinta

20.36 // by Wisnu Yuwandono // // 2 comments


Tokina 11-16
Pantai Dreamland
Ada yang  tau salah satu senjata spesial para traveller? Kamera. Nah dijaman serba digital gini kamera khususnya digital sangat diperlukan dan bukan merupakan barang yang tergolong sangat mewah lagi. Apalagi untuk para traveller, kamera jadi barang wajib nomor satu yang harus dibawa saat bepergian. No picture : hoax, istilah yang sangat populer saat ini.

Oke, sekarang lagi ga mau bahas tentang penggunaan kamera dalam travelling tapi ini tentang peralatan baru yang baru saya punya, hehe. Selain kamera, lensa adalah kesatuan yang sangat dibutuhkan. Nah tiap lensa memiliki kharakterisitik masing-masing dan sepertinya tidak ada satu lensa yang mempunya keseluruhan kharakterisitik. Karena saya suka memoto landscape, dari dulu pengen banget punya lensa lebar. Secara kebetulan ada kakak angkatan yang menjual lensa sama dengan yang saya inginkan. Tawar-menawar dan deal, dan secara kebetulan juga dia pas mau ke Bali, jadi si lensa ga perlu dikirim via jasa pengiriman. Yeay, beruntung sekali.

Minggu, 25 Maret 2012

Arak-arakan Ogoh-ogoh Menyambut Nyepi

15.01 // by Wisnu Yuwandono // // No comments


Ogoh-ogoh, Bali
Ogoh-Ogoh
Kamis ini beda dari hari-hari biasanya. Entah sudah berapa hari sang surya tak berani menampakkan dirinya dengan gagah seperti seharusnya. Tapi hari ini lain, matahari dengan gagah menerangi cakrawala, membuat langit tertumpah warna biru yang sempurna, mencolok dan menyilaukan.

Jumat, 16 Maret 2012

Ketika Rumput Tetangga Terlihat Lebih Hijau

11.46 // by Wisnu Yuwandono // No comments

Sekarang ini travelling sudah menjadi lifestyle di kalangan penduduk Indonesia, tidak hanya bagi yang berusia emas tapi juga orang yang sudah tergolong berumur maupun para ABG. Sekedar ingin melepas penat setelah ratusan jam bergumul dengan pekerjaan, ingin menyalurkan jiwa petualangan, atau karena ingin menyombongkan diri karena pernah pergi ke suatu tempat, dan alasan-alasan lain yang mendorong mereka bepergian, telah membuat banyak orang menjadi seorang traveller.

Sabtu, 25 Februari 2012

Tips Snorkeling

09.19 // by Wisnu Yuwandono // , // 2 comments

Tips Snorkeling
Snorkeling dengan banyak ikan
  
Ada pepatah sebelum belajar renang, belajar ngapung dulu, mungkin pepatah itu bisa kita kembangkan menjadi sebelum belajar diving (menyelam) sebaiknya snorkelingan dulu aja. Di negara kita ini banyak spot terumbu karang yang sangat bagus dan sangat cocok sekali untuk snorkeling di permukaannya.

Jumat, 24 Februari 2012

Beberapa Catatan tentang Backpacking ke Bromo

16.37 // by Wisnu Yuwandono // , , // 11 comments

Bromo, Jawa Timur
Gunung Bromo

Untuk kali ini saya tidak akan menceritakan tentang profil Bromo, dikarenakan informasi yang saya peroleh langsung tidak terlalu banyak dan lagi cerita-cerita tentang Bromo sudah banyak sumber-sumbernya. Kali ini saya akan menulis catatan-catatan bagi yang hendak ke Bromo dengan metode murah atau backpacking.

1. Rencanakan berapa lama anda akan berwisata ke Bromo, apa akan menginap atau hanya sehari saja. Ini penting agar pengeluaran bisa diperkirakan, dan harus disesuaikan dengan budget yang anda miliki.
2. Kota yang paling dekat dan juga merupakan tempat terakhir menuju Bromo adalah Probolinggo (sebenarnya bisa dari Malang tetapi angkutan umumnya sepertinya sulit untuk menuju Bromo). Jadi pelajari angkutan apa yang bisa mengantar anda dari kota asal menuju Probolinggo. Bisa dari kota anda ke Surabaya dulu baru naik bus menuju Probolinggo.
3. Dari Probolinggo ke Bromo ada angkutan sejenis Elf. Elf ini akan berangkat apabila jumlah penumpangnya sudah mencukupi kuota agar mereka dapat untung, kira-kira setelah dapat minimal 10 penumpang maka akan berangkat. Ongkos per orang sekitar 25 ribu. Jadi kalau anda memiliki rombongan banyak tidak perlu menunggu lama untuk berangkat. Elf ini stand by di dekat terminal Probolinggo.
4. Usahakan untuk sampai di Probolinggo sebelum jam 4 sore, karena itu batas terakhir Elf beroperasi, kecuali anda memiliki rombongan yang banyak maka Elf tetap akan mau mengantar anda. Ada hal lain juga yang perlu diperhatikan, anda sampai di Probolinggo sebelum jam 4 tetapi penumpang Elf hanya sedikit, bisa jadi sopir Elf tidak mau berangkat atau berangkat pada esok hari sampai penumpang memenuhi kuota, kecuali anda mau membayar mahal. Jadi kira-kira sekali jalan si sopir Elf mengantongi sekitar 250ribu, kalau anda mau membayar segitu ya monggo. Disini terlihat keuntungan apabila anda memiliki rombongan.
5. Sesampainya di Bromo, jika anda mau mencai penginapan jangan meminta bantuan pada sopir atau kernet Elf, karena biaya penginapan akan melonjak dari harga sebenarnya. Usahakan ketika anda mencari penginapan, si sopir atau kernet Elf sudah pergi. Homestay rata-rata menawarkan harga 100 ribu/malam.
6. Ada beberapa tempat dan momen yang bisa anda dapatkan dari Bromo, yang pertama adalah melihat sunrise dari penanjakan, lalu naik ke puncak Bromo, padang pasir tempat shooting film Pasir Berbisik, dan terkahir adalah padang rumput atau orang sekitar menyebutnya bukit Teletubbies.
7. Untuk menikmati itu semua jika anda kuat anda bisa berjalan kaki, tapi jelas membutuhkan waktu lama dan capek. Pilihan kedua adalah naik jeep. Ini adalah pilihan yang paling banyak diambil. Biaya sewa satu buah jeep 350 ribu dengan kapasitas penumpangnya 6 orang, jadi saetiap orang akan membayar sekitar 60ribu. Kelebihan dari jeep ini jelas kenyamanan. Tapi ada kekurangannya yaitu dengan harga segitu kita hanya diantar ke Penanjakan dan Gunung Bromo saja, jika ingin ke pasir berbisik dan bukit teletubbies harus bayar lagi. Dan lagi dengan harga segitu maksimal jam 10 pagi kita harus balik lagi ke penginapan. Pilihan yang terkahir adalah naik ojek, ongkos naik ojek sebesar 80 ribu, kita akan diantarkan ke Penanjakan, Gunung Bromo(sampai kaki gunung, kalau jeep pemberhentiannya masih agak jauh dari kaki gunung), pasir berbisik, dan bukit teletubbies. Lengkap dan tidak dibatasi waktu. Kekurangannya adalah jika terjadi hujan kita akan basah.
8. Kawasan Bromo dan Tengger berada di ketinggian lebih dari 1000 mdpl, jadi suhu disana cukup dingin, siapkan jaket yang tebal agar ketika malam menjelang anda tidak kedinginan.

Itu beberapa catatan dari saya tentang berbackpacking ke Gunung Bromo.
Selamat berwisata :)
Bukit Teletubbies, Bromo, Jawa Timur
Padang Savana (Bukit Teletubbies)
Pasir Berbisik, Bromo, Jawa Timur
Padang Pasir tempat shooting film Pasir Berbisik

Kawah Bromo, Bromo, Jawa Timur
Kawah Bromo