• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Selasa, 22 Mei 2012

Rinjani : Imagi yang tak lagi Sebuah Mimpi (bag 1)

12.20 // by Wisnu Yuwandono // , // 2 comments


12 Mei 2012
Lamunanku terpecah ketika suara pengumuman di Bandara Ngurah Rai memberi tahu bahwa penumpang tujuan Lombok untuk segera masuk ke pesawat. Pikiranku memang sudah melayang ke tempat tujuan utama dari perjalanan ini. Bagaimana tidak, tujuan kali ini benar-benar menguras emosi, pikiran dan juga hmm materi. Tujuan yang sudah dari dulu diimpikan, imagi yang selama ini selalu hanya menjadi mimpi, Rinjani.


Bandara Lombok Praya

Pesawat segera berlari meninggalkan landas pacu tak lama setelah saya menyandarkan bahu di seat pesawat. Bali –Lombok sangatlah cepat jika ditempuh dengan pesawat. Oh ya kenapa saya memilih pesawat daripada perjalanan darat-laut. Pertama, meeting point rombongan di bandara Lombok, nah saya gak tau sama sekali tentang Lombok. Kedua, pendakian akan sangat menguras energi, jika perjalanan darat-laut saya lakukan pastinya energi saya sudah terkuras duluan, apalagi saya sudah sangat jarang berolahraga, bisa-bisa tewas sebelum berperang. Yang ketiga ternyata tiket pesawat tidak terlalu mahal. Akhirnya pesawatlah yang menjadi pilihan.

Saya orang pertama dari rombongan yang tiba di Lombok, saat keluar bandara ternyata banyak sekali orang diluar, seperti pasar. Disini orang yang pergi atau datang, diantar atau dijemput sekeluarga. Suasana kekeluargaan khas Indonesia. Jam 10.30 WITA pesawat sudah landing, sedang teman-teman landing sekitar jam 12.00 WITA. Ga ada hiburan selama menunggu. FYI, bandara Lombok ini baru dan letaknya di pelosok, jadi belum banyak ‘hiburan’ di sekitarnya.

Lewat jam 12 berkumpullah anggota rombangan, wait ternyata ada satu yang masih ketinggal di Surabaya, karena masalah keterlambatan check in. Menunggu sambil ngobrol dan perkenalan dengan anggota. Dari 8 anggota, empat adalah pegawai Petrokimia Gresik, 2 dari BUMN juga, satu cewek mengabdikan dirinya sebagai guru, satunya lagi ga jelas,ya itu saya :D. Sekitar jam 14, orang yang tertinggal itu sampai juga. Yess, full team, siap membentuk boys band (plus one girl).
Bandara Lombok Praya
suasana di dalam bandara
Ternyata ada masalah dalam hal transportasi menuju Sembalun, basecamp Rinjani. Mobil yang sudah dipesan yaitu satu Kijang Innova, tidak mampu memuat 8 orang plus bawaan kami. Alhasil kami dioper ke agen lain dan rombongan dipecah menjadi 2 mobil. Sebelum menuju basecamp, logistik kami persiapkan dulu dari Mataram. Untungnya gas bahan bakar untuk kompor yang tidak kami bawa karena ga bisa lolos lewat pesawat bisa kami peroleh di komplek pertokoan di Mataram. Logistik lain tak terlalu kami risaukan karena merupakan bahan yang umum di daerah manapun.

Sore hari kami baru benar-benar menuju Sembalun. Perjalanan melewati punggungan pegunungan dengan jalan yang kecil, cukup menakutkan apalagi sering sekali berpapasan dengan truck-truck besar. Sekitar jam 9 malam rombongan baru sampai basecamp Sembalun, dengan ditemani rintik-rintik hujan kami memasuki basecamp yang juga sebagai tempat istirahat kami malam itu.

Now it's time to say good night. Good night Sleep tight. Now the sun turns out his light.


Good night Sleep tight. Dream sweet dreams for me. Dream sweet dreams for you” 

(The Beatles - Good Night)

2 komentar: