• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Selasa, 29 Mei 2012

Gili Trawangan : Cerita dari Pulau Internasional

07.28 // by Wisnu Yuwandono // , , // 1 comment


Gili Trawangan, Lombok
Sunrise dan Rinjani
18 Mei 2012
Langit yang begitu cerah menemani pagi itu di Gili Trawangan. Gunung Rinjani terlihat gagah di kejauhan. Perahu-perahu banyak yang bersandar di pantai, sebagian berada di tengah laut, bahkan sudah ada yang bergerak di waktu sepagi itu. Saya suka pagi, meski sejujurnya sering melewatkannya. Ah pagi ini begitu indah. Warna jingga yang membungkus matahari ketika hendak muncul itu begitu menentramkan, menghangatkan dan seperti terapi bagi hati. Saya juga suka senja dengan warna yang sama saat pagi. Keduanya adalah lukisan yang sempurna.
Ini pagi pertama saya di Gili Trawangan, salah satu pulau dari tiga Gili yang berjejeran di barat daya pulau Lombok. Kemarin siang saya sampai di tempat ini setelah menemui Rinjani.  Selain Gili Trawangan, ada Gili Meno dan Gili Air. Pulau Internasional kalau boleh saya menyebutnya. Wisatawan luar negeri banyak sekali, bahkan katanya dulu bule lebih banyak daripada orang lokal. Sekarang karena pulau ini sudah terkenal di negeri sendiri, persentase bule-lokal mungkin sudah seimbang. Kehidupan disini sudah seperti kehidupan barat, cafe berjajar di pinggir pantai pasir putih. Berbagai jenis cafe, dari musik reggae, jazz, rock dan mungkin ada jenis lain juga.

Gili Trawangan, Lombok
Sepeda dan Cidomo
Yang menarik dari pulau ini adalah tidak adanya kendaraan bermotor. Alat transportasi yang ada adalah sepeda, kalau pengen yang tidak capek bisa menyewa cidomo. Cidomo kalau di Jawa biasa disebut dokar. Sepeda disewakan hampir di setiap penginapan, jadi tidak susah untuk mencarinya. Cidomo sendiri ada poolnya, tapi jika bertemu di jalan dan sedang tidak ada penumpang bisa saja langsung dicarter.

Saya bersama beberapa teman menginap di sebuah homestay, tapi saya lupa namanya. Banyak sekali penginapan disini, jadi tidak usah khawatir. Tergantung budget yang ingin dikeluarkan, kalau pengen fasilitas oke, pemandangan bagus dan pelayanan memuaskan, bisa memilih hotel-hotel berbintang. Di range sedang juga banyak. Kalau pengen yang murah, harus pintar mencarinya dengan memasuki gang-gang dan tawar-menawar wajib dilakukan. Mendirikan tenda juga bisa kok.
Gili Trawangan, Lombok
Salah satu cafe yang ada

Malam tadi saya tidak terlalu lama menikmati suasana malam. Sehabis makan malam di food market, saya langsung balik ke penginapan dan ketiduran karena masih lelah. Tapi sepanjang perjalanan dari dan ke tempat makan itu, cafe-cafe sudah cukup banyak pengunjung dan live music sudah diputar. Saya sendiri tidak terlalu suka dengan suasana cafe, jadi tidak tertarik untuk sekedar mennyicipi menunya. Oh ya di food market ini rame sekali, mirip pasar senggol. Makanannya sebenarnya macem-macem, tapi emang sebagian besar adalah seafood. Untuk masalah harga memang lebih mahal dibandingkan dengan Lombok daratan, tapi masih termaklumi lah.

Gili Trawangan, Lombok
Pengen ngrasain mushroom? :p


Pulau ini cukup indah sebenarnya. Ada beberapa spot snorkeling di dekat pantainnya. Pengen diving juga banyak tempat yang menawarkan paketnya. Sunrise dan sunset juga bisa dinikmati. Udara yang tidak tercemar oleh polusi kendaraan adalah nilai paling plus dari tempat ini. Tapi bagi yang tidak terlalu suka keramaian mungkin memang agak kurang nyaman dengan suasananya, sebaliknya bagi yang suka, ini surganya. Untuk mencapai pulau ini juga tidak susah. Dari pelabuhan bangsal di Lombok, hampir tiap jam ada perahu yang mengantar penumpang kesini. Tergantung jumlah penumpang, jika kapasitas perahu sudah terpenuhi, berangkatlah. Dan biayanya juga murah. Ada hal yang kurang ‘nyaman’ di pulau ini, entah ini hanya di penginapan saya atau memang semua air disini rasanya asin, pas berkumur setelah gosok gigi jadi aneh rasanya. Mungkin karena pulau kecil jadi airnya tidak ada yang tawar.

Siang sudah menjelang, dan saya harus berkemas untuk meninggalkan pulau ini. Pengalaman yang menarik menikmati pulau internasional. Di kesempatan berikutnya mungkin saya juga akan mencoba bertemu dengan gili yang lain. See u, Gili Trawangan,,

1 komentar: