• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Rabu, 07 November 2012

Hilangnya Simbol Keangkaramurkaan

12.41 // by Wisnu Yuwandono // , // No comments


Metatah
Metatah
Matahari masih jauh terlelap dalam tidurnya saat keluarga Wayan Suwela sudah mulai sibuk mempersiapkan segala hal untuk prosesi upacara penting pagi itu. Walaupun sebenarnya tadi malam semuanya sudah disiapkan tapi kali ini adalah persiapan finishing sebelum acara benar-benar dimulai.


“Upacara ini tidak boleh dilakukan sampai sang surya berada di puncak langit.” Pak Suwela menjelaskan mengapa dari pagi-pagi sekali sudah dimulai.

“Karena tepat pada tengah hari itu adanya pantangan yang mengharuskan untuk berhenti beraktifitas’ kembali beliau melanjutkan.

Hari ini keluarga Bapak Suwela akan mengadaka upacara Metatah atau bisa diterjemahkan menjadi potong gigi. Anak-anak beliau dan juga beberapa keponakannya akan ‘diratakan giginya’. Diratakan bukan berarti dihilangkan akan tetapi disamakan tinggi giginya. Jadi, karena gigi taring agak panjang maka gigi taring tersebut diratakan dengan gigi-gigi lainnya.

Jam 5.00 tepat acara ini mulai dilaksanakan. Diawali oleh peserta yang paling tua, yaitu anak pertama dari Pak Suwela. Kemudian disusul oleh yang lebih muda.

Metatah bertujuan untuk menghilangkan sifat-sifat buruk yang dimiliki manusia. Gigi taring (atau tidak ratanya gigi) merupakan simbol adanya keangkaramurkaan itu. Untuk mencapai tingkat sempurnanya manusia, hal itu harus dihilangkan. Prosesnya meratakan gigi dilakukan dengan menggunakan kikir yang digosokkan ke gigi sampai rata. Ngilu, pasti. Saya yang mendengar suara gesekan antara kikir dan gigi pun merasa ngilu, apalagi yang merasakannya langsung.

Sekitar jam 8.00 ketika semua peserta Metatah sudah ‘ditatah’, selesai sudah acara ini. Semoga harapan agar hilangnya angkara murka yang menjadi inti dari acara ini juga terkabul. Sisi religi dan spiritualitas yang begitu dilestarikan oleh masyarakat Hindu Bali ini menjadi warna tersendiri bagi kebudayaan Nusantara.

0 comments:

Posting Komentar