• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Selasa, 30 Oktober 2012

Toya Bungkah, Bersantai dengan Teman Lama

13.00 // by Wisnu Yuwandono // , // 8 comments

Toya Bungkah, Batur, Kintamani
Toya Bungkah
‘Besok aku main ke Kintamani’, suara yang terdengar dari telepon. Itu adalah suara dari teman saya yang kebetulan sedang menjalani Job Training di Bali.

‘Oke bro’, singkat dan jelas saja saya menjawabnya.

Lebih dari setahun kami tidak bertemu, terasa cukup lama, mengingat dulu ketika kuliah hampir setiap hari bertemu. Meski kami tidak terlalu dekat tapi pertemuan dengan teman lama akan terasa begitu nikmat.

Toya Bungkah, Batur, Kintamani
Kolam Toya Bungkah
Esoknya seperti yang sudah dijanjikan kami bertemu di Bangli ibukota dari Kabupaten Bangli. Kintamani sendiri adalah wilayah dari Kabupaten Bangli. Dari sini jarak untuk sampai ke Kintamani sekitar 30 km, tidak terasa jauh karena jalannya lurus dan bagus. Kami menempuhnya tidak lebih dari empat puluh menit menggunakan sepeda motor.

Sajian utama di Kintamani adalah pemandangan Gunung dan Danau Batur yang belum lama ini disahkan UNESCO masuk daftar Geopark di dunia. Menarik, indah dan menakjubkan pemandangannya. Tapi bukan itu tujuan utama kami. Ada sebuah tempat di pinggir Danau Batur yang begitu menarik kami untuk menghabiskan sore itu. Tempat tenang dengan suasana yang nyaman, dan cocok untuk melepaskan penat, Toya Bungkah namanya.

‘Selamat datang, ini handuk dan kunci lokernya’, sapa karyawan dengan ramah kepada kami sambil memberikan barang yang diucapkan tadi. Ya, Toya Bungkah adalah semacam pemandian, hmm pemandian mungkin bukan nama yang cocok, tapi tempat berendam dan berelaksasi. Disini terdapat beberapa kolam yang menampung mata air panas, sangat cocok sekali untuk meregangkan otot-otot yang kaku sambil menikmati pemandangan danau Batur di depan mata.

Toya Bungkah, Batur, Kintamani

Air disini agak berbeda dari tempat pemandian air panas yang lain. Kebanyakan tempat lain air panasnya mengandung banyak belerang, dan baunya menyengat. Sedang air disini layaknya air biasa yang suhunya panas. Memang ada kandungan belerangnya tapi sepertinya tak terlalu banyak.

‘Airnya bisa panas itu karena aliran air di bawah tanah sana berada di dekat sumber panas bumi, sehingga airnya pun ikutan panas’, saya mencuri dengar pernyataan pengunjung lain tentang asal muasal sumber air panas ini.


Hanya ada beberapa pengunjung saja yang datang. Membuat suasana seperti kolam pribadi. Beberapa diantaranya saya identifikasi sebagai satu keluarga kecil, suami istri bersama dua anaknya yang masih kecil, harmonis. Yang lain adalah pemuda-pemuda dengan beberapa membawa pasangannya. Sedang kami cowok berduaan, semoga mereka tidak berpikiran kami adalah keluarga ataupun sepasang kekasih,haha.

Toya Bungkah, Batur, Kintamani

Bercanda dan berbagi cerita, apalagi yang bisa kami lakukan untuk mengenang cerita lalu dan mengabarkan berita baru dari perjalanan hidup masing-masing. Reuni yang hangat sehangat air yang merendam kami di Toya Bungkah.

8 komentar:

  1. Disana ada 3 resort kolam air panasnya, cuma yang di tulisan ini blom pernah. enaknya ke sini pas pagi atau sore hari, kalo siang panas sih -,- atau pas musim ujan malah lebih enak, berendem air hanget pas ujan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wehhh dirimu malah pernah ke yang lain??Toya Devasya??weww kan mahal,,hehe

      Hapus
  2. Ajakk aku bro.... Penasaran ama model yang renang cantik di artikel... Siapakah dia? *lost fokus* x)

    BalasHapus
  3. Mas, nama resort nya apa ya ? soal nya di Toya Bungkah ada banyak resort..thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. haloo febee..
      setau saya hanya ada dua pemandian/kolam renang dengan air panas di toya bungkah. Satu toya bungkah ini sendiri, hanya kolam saja tanpa ada resort/penginapannya. Satu lagi disampingnya ada Toya Devasya yang ada resort/penginapannya. Saya ini di Toya Bungkah nya :)

      Hapus