• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Minggu, 26 Agustus 2012

Bukit Sikunir Dieng, Menyapa Salah Satu Sunrise Terbaik di Dunia

18.34 // by Wisnu Yuwandono // , // 14 comments


Sunrise Bukit Sikunir, Dieng, Jawa Tengah
Sunrise dari Bukit Sikunir
Nafas sudah tersengal-sengal ketika perjalanan baru menginjak 10 menit. Memang tanjakan seperti ini sangat dibenci oleh paru-paru saya yang sudah jarang dilatih berolahraga. Sementara Mas Soleh, yang menemani kami menuju puncak Bukit Sikunir ini, berada di depan berjalan dengan kecepatan cahaya, memang terlalu hiperbolis, tapi bagi saya dia berjalan seperti kilat. Dingin yang menusuk kulit sudah tak terlalu terasa, mengingat gerakan kaki untuk mendaki setapak demi setapak membuat panas tubuh meningkat. Memang tak terlalu lama siksaan ini berlangsung, karena puncak Sikunir tidaklah terlalu jauh dari tempat parkir. Tidak sampai satu jam, sampailah saya ditempat tujuan itu.


Sunrise Bukit Sikunir, Dieng, Jawa Tengah
plang di desa Sembungan
Puncak Bukit Sikunir, salah satu bukit yang ada di Dataran Tinggi Dieng merupakan tempat yang sudah cukup terkenal untuk melihat sunrise, bahkan konon termasuk terbaik di dunia. Bukit ini terletak di Desa Sembungan, desa tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian sekitar 2400 mdpl. Tidak terlalu sulit untuk mencapainya, karena petunjuk jalan juga sudah cukup untuk mengarahkan ke desa ini.

Kemarin sore saya sampai di desa ini setelah menempuh perjalanan jauh dari Jogja. Rasa capek tidak terlalu saya risaukan karena penasaran saya dengan pemandangan sunrise mengalahkan segalanya. Di desa ini sebenarnya tidak ada penginapan resmi, akan tetapi beberapa rumah penduduk bisa digunakan sebagai tempat beristirahat. Saya sendiri menumpang di rumah Mas Soleh, penduduk setempat yang sekilas memiliki wajah mirip Dude Herlino. Awalnya saya hanya sendiri, akan tetapi ketika hari hendak menginjak malam, datang rombongan klub motor dari Karawang yang juga bermalam di rumah ini. Suasana malam menjadi meriah, dan lagi tambah kenalan menjadi berkah bagi saya, bukankah banyak teman banyak rezeki? Amin :)

Tepat setelah subuh, mas Soleh mengantar kami ke kaki bukit Sikunir dengan mobilnya, sungguh baik sekali mas Soleh ini. Di kaki bukit Sikunir sendiri ada lapangan bola sekaligus tempat parkir dan letak tempat ini hanya 1 km dari desa Sembungan. Diwaktu sepagi itu lapangan parkir sudah cukup ramai dengan kendaraan yang mulai berdatangan.

Dingin seketika menjadi hangat ketika warna jingga keemasan di ufuk timur mulai nampak. Di depan mata Gunung Sindoro tampak gagah memaku bumi, sedang di kejauhan tampak Merapi dan Merbabu berdampingan seperti sahabat karib, Lawu pun tak ketinggalan menyapa meski terlihat agak mini. Cuaca yang sangat cerah memang patut disyukuri karena pemandangan terlihat menjadi begitu sempurna. Dataran rendah dibawah diselimuti dengan gumpalan awan membentuk seperti domba-domba yang sedang berjejer saling berdempetan. Menurut penduduk setempat jika memasuki musim penghujan pemandangan gumpalan awan itu sangat jarang ditemui, akan tetapi lampu-lampu kota bisa terlihat. Bagi saya apapun yang disajikan tetaplah hal yang maha indah.
Sunrise Bukit Sikunir, Dieng, Jawa Tengah
Matahari yang mulai muncul

Sunrise Bukit Sikunir, Dieng, Jawa Tengah
matahari benar-benar keluar

Segaris jingga yang mewarnai horison perlahan-lahan menjadi lebih lebar seiring waktu yang membuka pagi. Para pencari sunrise juga mulai memadati tempat ini. Mereka mulai memencet tombol shutter masing-masing camera yang mereka bawa. Sedang saya mulai mengutuki diri sendiri karena tidak membawa tripod. Tapi tak masalah, meski tidak pake tripod, dengan pemandangan seindah ini juga bakalan bagus fotonya, pikir saya. Hasilnya memang tidak mengecewakan, meski saya yakin akan lebih bagus lagi jika memakai tripod.

Sekitar jam 5.30 matahari mulai menampakkan dirinya. Bulatan kecil yang memiliki sinar menyala-nyala sedikit demi sedikit muncul dan membesar. Mahasuci Tuhan yang menciptakan pertunjukan seperti ini. Tidak salah memang jika tempat ini disebut-sebut sebagai tempat terbaik untuk menikmati sunrise.
Sunrise Bukit Sikunir, Dieng, Jawa Tengah
ramainya para penikmat sunrise

Sunrise dan sunset sebenarnya tidak terlalu beda pemandangannya, akan tetapi rasa yang didapat ketika melihat sunrise itu lebih mengena, karena kita perlu ‘pengorbanan’ untuk melihatnya, bangun pagi dari tidur disaat sebenarnya jam yang sangat nyaman untuk bermimpi. Tapi pengorbanan itu terbayar kontan bahkan berlebih ketika anda melihat sunrise di Bukit Sikunir, Dieng. Rasakan sensasinya.

14 komentar:

  1. Sunrisenya cakep! tapi buset! rame banget itu yang nungguin sunrise :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. rame banget mas,,ini di belakangku masih banyak banget orang2,haha

      Hapus
  2. Foto pertama itu sempurna sekali, begitu indah pemandangan matahari terbit di sana...

    BalasHapus
  3. Dieng termasuk menjadi mimpiku yang aku ingin injak... terlalu banyak gambar indah dari bumi Dieng yang bikin ngiler

    BalasHapus
    Balasan
    1. cussss kesana mas :)
      lengkap di sana, ada gunung, danau, sejarah, budaya, bahkan pembangkit listrik tenaga geothermal ada :D

      Hapus
  4. amazing sunrise,... belum kturutan main ke dieng...

    BalasHapus
  5. Ah suka banget sama sikunir + foto2 ini cakep banget. Jadi kangen nunggu sunrise ditemanin teh anget + popmie hehe

    BalasHapus
  6. Ah bagus sekali! Saya rencana mau ke gunung Prau juli nanti, mulai berpikir apa sekalian ke sini juga ya? hmmm Salam kenal, Mas :)

    BalasHapus