• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Jumat, 16 Maret 2012

Ketika Rumput Tetangga Terlihat Lebih Hijau

11.46 // by Wisnu Yuwandono // No comments

Sekarang ini travelling sudah menjadi lifestyle di kalangan penduduk Indonesia, tidak hanya bagi yang berusia emas tapi juga orang yang sudah tergolong berumur maupun para ABG. Sekedar ingin melepas penat setelah ratusan jam bergumul dengan pekerjaan, ingin menyalurkan jiwa petualangan, atau karena ingin menyombongkan diri karena pernah pergi ke suatu tempat, dan alasan-alasan lain yang mendorong mereka bepergian, telah membuat banyak orang menjadi seorang traveller.


Travelling disini saya kerucutkan menjadi travelling ala backpacker. Backpacker secara awam artinya bepergian dengan menggunakan tas backpack (ransel,tas punggung) dengan biaya yang murah. Selain akan menekan budget juga kebanyakan backpacker merasakan liburan yang lebih 'menantang' dan berkesan.

Backpacker di Indonesia ada yang berorientasi dalam negeri,luar negeri atau keduanya. Tidak mutlak tergantung dengan kocek yang mereka miliki, tetapi berdasarkan mindset mereka. Ada yang hanya hanya ingin di dalam negeri saja karena malas mengurus paspor, visa atau kendala bahasa asing walaupun dari segi biaya tidak ada masalah. Ada yang ingin keluar negeri melulu karena ingin merasakan sensasi berbeda dengan bahasa yang lain, atau karena bosen dengan wisata dalam negeri. Masing-masing memiliki alasan dan pandangan sendiri-sendiri.

Saya sendiri belum pernah ke luar negeri, disamping belum ada kesempatan, saya juga tidak terlalu terobsesi dengan luar negeri jika pilihannya hanya Singapore dan Malaysia. Walaupun di dua negara tersebut biaya perjalanan kesananya tergolong murah.

Ada teman yang berencana ke luar negeri (ke kedua negara di atas) dengan alasan aku dapat tiket murah kok. Lalu ketika saya tanya kamu pernah ke Bali belum? Jawabannya belum. Sebenarnya saya agak kaget juga, Bali yang merupakan tujuan wisata nomor satu di Indonesia dan peringkat atas di dunia ternyata belum pernah dikunjungi dan dia terobsesi untuk ke Singapore. Tidak ada yang salah dengan hal ini. Tapi apa tidak lebih bijak kalau kita mengunjungi tempat dalam negeri dulu.

Mungkin tidak hanya teman saya itu yang mempunyai pengalaman yang sama. Banyak yang merasa pergi ke luar negeri lebih mentereng,lebih membanggakan ketimbang hanya jalan-jalan di dalam negeri. Tapi tidakkah mereka tahu bahwa kebanyakan orang di luar sana iri dengan wisata yang ada di Indonesia?Raja Ampat, Bunaken, Komodo, Bali dan masih banyak lagi yang lain membuat orang luar negeri menganggap negeri kita adalah surga. Lalu apakah benar rumput tetangga itu masih lebih hijau? Sekali lagi saya tidak bisa menyalahkan orientasi teman saya dan orang yang berpikiran sama.

Saya membayangkan kalau nanti dia ke luar negeri sana dan bertemu turis yang menanyakan bagaimana keadaan Bali sekarang?maaf saya belum pernah ke Bali. Atau bisa sih sebenarnya kita mencari info tentang Bali dari internet lalu ketika ditanya hal yang sama bisa menjawab. Tapi akan berbeda jika anda pernah datang sendiri, anda akan mempunyai bahan yang lebih banyak untuk menjawab.

Mungkin ini memang pandangan idealis dari saya. Saya akan mengunjungi tempat-tempat yang indah di Indonesia dulu sebelum akhirnya ke luar negeri. Saya akan mencari info sebanyak-banyaknya tentang wisata di Indonesia sebelum ke luar negeri. Dan saat saya ke luar negeri saya mempunyai bahan yang sangat banyak untuk mempromosikan negara kita, agar orang luar datang ke negara kita untuk membelanjakan uang mereka sehingga rakyat kita memperoleh nafkah, bukan kita yang pergi ke luar negeri hanya untuk bersenang-senang dan membuat orang di luar sana menjadi lebih kaya karena uang kita.

0 comments:

Posting Komentar