• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Senin, 28 Januari 2013

Romantisme Senja Parangtritis

12.07 // by Wisnu Yuwandono // , // 16 comments


Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, Indonesia
Senja di Parangtritis
Waktu mulai beranjak petang, akan tetapi para pengunjung tidak banyak yang beranjak meninggalkan tempat ini bahkan malah masih ada yang berdatangan. Muda-mudi bercanda menikmati belaian angin laut dan ombak yang semakin menepi. Parangtritis memang menampilkan keelokannya saat matahari hendak pulang.

Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, Indonesia
Kelapa yang terdampar di pantai
Saya berjalan jauh ke timur hampir mendekati tebing-tebing yang menjulang tinggi dan menjorok ke lautan. Penduduk setempat menamai daerah ini dengan Pantai Parangendog. Saya sendiri tidak terlalu tahu mana batas antara Parangtritis dengan Parangendog juga antara Parangtritis dengan Parangkusumo. Pantai-pantai tersebut saling berdampingan dan memiliki landscape yang susah dibedakan, kecuali Parangendog yang posisinya memang tepat disamping tebing, tapi tetap saja susah mengetahui batas pastinya.

Ada beberapa pemancing yang menggunakan kail cukup panjang. Mereka melemparkan kuat-kuat umpannya jauh ke depan lalu dengan sabar menunggu umpannya dimakan sambil pelan-pelan menggulung senarnya. Beberapa ada yang dapat tapi ada juga yang tak dapat tangkapan.

Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, Indonesia
Para Pemancing
Sejak beberapa tahun belakangan, mulai bermunculan jasa penyewaan motor ATV. Memang motor jenis ini sangat cocok melahap medan pasir. Dengan 4 roda besar dan anti selip melewati pasir gembur tak ada masalah. Peminatnya pun cukup banyak, mereka lalu-lalang menuju sudut-sudut pantai meskipun waktu sewanya tak begitu lama.

Legenda tentang adanya pintu gerbang menuju Kerajaan Pantai Selatan di pantai ini sepertinya masih melekat di sebagian banyak warga sekitar maupun pengunjung sendiri. Dan mitos yang mengatakan bahwa yang mengunjungi pantai memakai baju berwarna hijau akan diambil Nyi Roro Kidul sebagai abdi dengan cara menelannya melalui ombak sepertinya juga masih dipercaya, buktinya jarang sekali yang memakai baju berwarna hijau. Saya buru-buru melihat baju yang saya pakai, ternyata saya memanglah tidak cocok jadi abdi dalem sang ratu karena baju yang saya pakai warnanya hitam.

Di atas tebing ternyata dijadikan pangkalan olahraga paralayang. Beberapa kali terlihat parasut besar terbang dari sana berputar-putar di angkasa lalu mendarat di pantai. Tebing yang tinggi dan angin yang bertiup di sini sepertinya memang cocok untuk olahraga dirgantara seperti itu. Dan saya sempat mendengar hal itu mulai dikembangkan dengan serius. Semoga bisa menjadi wisata alternatif yang cukup menarik mengingat banyak yang berpendapat pantai ini hanya menawarkan sajian yang ‘begitu-begitu saja’.

Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, Indonesia
Paralayang yang baru saja terbang dari atas bukit
Senja semakin berwarna jingga dan ombak semakin menjorok ke daratan. Sepertinya air laut mengalami pasang di jam-jam seperti ini. Beberapa pengunjung masih menggunakan jasa dokar untuk menikmati pantai dari ujung ke ujung. Ketika melewati pasir yang masih terkena air laut hal ini menciptakan pemandangan yang begitu menarik karena bayangan dokar itu tercetak dengan mulus di pasir. Untuk penggemar foto pemandangan inilah momen yang ditunggu-tunggu. Ufuk barat berwarna oranye cerah seperti terbakar dan dokar yang masih terus melintas ataupun orang-orang yang berlalu lalang juga bisa dijadikan foreground yang membuat foto tampak bagus.

Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, Indonesia
kereta kuda menuju senja
Saya juga termasuk penikmat senja dan Parangtritis termasuk penyaji senja yang sangat menawan. Biarpun banyak orang berkata pantai ini tidak begitu menarik karena pasirnya berwana hitam pekat tapi buktinya pemandangan matahari tenggelam kali ini lebih dari kata menarik.

Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, Indonesia
Sunset Parangtritis

Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, Indonesia
Sunset Parangtritis

16 komentar:

  1. sayang sekali walaupun asli jogja aku belum pernah ke sana :(
    pantai di deket rumah sudah cukup :)
    anyway, nice pict wis :)
    waiting for another post....

    BalasHapus
    Balasan
    1. lah masa blm pernah k parangtritis :O
      makasih sudah mampir disini :D

      Hapus
  2. Wah aku belum pernah nih ke jogja hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. kamu tu dah nyampe mana2 tp malah blm pernah k jogja -_-"

      Hapus
  3. waaaaaaaaaaaa pasti pemandangannya romantis bgt.... mupeng niiih pengen kesanaaa :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. pas sunset keren bgt pemandangannya :D

      Hapus
  4. 2 kali ke jogja, belom pernah mampir kesini ... hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo siang pemandangannya biasa aja,,paling bagus pas sunset gini

      Hapus
  5. Tiga foto terakhir itu ajib banget!

    Pertama kali ke pantai ini pas ada studi banding ke kampus UGM, ga lama sih karena cuma mampir. Setelah itu belum pernah lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe makasih mas :)
      disempetin ke sini lagi mas

      Hapus
  6. saya bolak balek ke parangtritis gak punya foto sebagus ini
    #nangisdarah
    hehehe
    :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. ohh harus nanya nyi roro kidul dulu biar dpt pemandangan yg bagus,hehe

      Hapus
  7. Hi! Ada info untuk yang suka jalan-jalan, terutama jalan-jalan gratis................

    Jangan sampai kehilangan kesempatan untuk ikutan ekspedisi Kalimantan bersama New Daihatsu Terios #Terios7Wonders. Dimulai dari Palangkaraya, Kruing, Pulau Kaget & Kandangan, Amuntai & Balikpapan, Samarinda, Tn. Kutai dan berakhir dengan melihat cantiknya pulau Surga, Maratua.

    Ayo, ikutan lomba blog "Borneo Wild Adventure" dan bawa pulang Grand Prize Mac Book Pro. Lihat infonya di sini, ya. http://bit.ly/terios7wonders2015

    BalasHapus
  8. Wah bagus banget pemandangannya :D pingin coba juga olahraga paralayang di Parangtritis

    BalasHapus