• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Jumat, 08 November 2013

The Animal Show at Bali Zoo

18.22 // by Wisnu Yuwandono // // No comments

Bali Zoo

Wurrrrrr..seekor elang terbang tepat di atas kepala saya. Elang itu bukan elang liar yang terbang bebas di alam. Dia adalah salah satu elang yang dipelihara dan dilatih di Bali Zoo, sebuah kebun binatang yang ada di Bali. Dan itu tadi adalah salah satu penampilan dalam birds show.

Birds Show atau pertunjukan burung ini rutin diadakan tiap jam 11.00 dan 15.00 WITA di sebuah tempat yang memang didesain untuk sebuah pertunjukan satwa. Bukan satwa-satwa besar semacam gajah,  badak atau hewan besar lainnya. Tapi hewan-hewan kecil khususnya burung. Arena pertunjukan tidak terlalu besar. Ada sebuah panggung alami untuk hewan beraksi bersama trainernya. Lalu di depannya ada bangku-bangku panjang yang berjejer untuk para penonton. Tidak terlalu banyak bangkunya, mungkin sekitar 10 bangku saja.

Pertunjukan dibuka justru bukan oleh jenis burung, akan tetapi dua ekor berang-berang yang berjalan dengan gayanya yang lucu. Lalu dilanjutkan oleh seekor landak yang lucunya ‘membangkang’ perintah sang trainer, karena saat show dia malah asyik makan dan tidak mau jalan. Si MC yang memandu jalannya show sampai dibuat gemas oleh tingkah lakunya. Dalam 2 bahasa (Indonesia dan Inggris) MC ini memberi penjelasan kepada penonton yang memang tidak hanya dari dalam negeri saja.
Bali Zoo
Huuppp,,seekor elang menyambar makanannya
Selanjutnya baru giliran bangsa aves yang beraksi. Burung pertama yang keluar adalah kakatua putih yang terbang kesana-kemari. Lalu berturut-turut adalah elang dan rangkong. Saat elang tampil, MC mengajak sukarelawan dari penonton untuk ikut menyemarakkan dengan maju sebagai ‘umpan’ elang. Daging hewan yang sudah dipotong kecil diletakkan di atas nampan lalu ditaruh di atas kepala sang volunteer. Lalu elang terbang menyambar makanannya itu. Untuk menambah seru, nampan dihilangkan. Daging benar-benar diletakkan di atas kepala orang itu tanpa alas apapun. Tapi memang elang-elang ini tidak mengincar kepala jadi kepala penonton itu aman-aman saja.

Selain birds show, Bali Zoo menyuguhkan cukup banyak binatang yang dipelihara di tempat yang asri dan nyaman. Dalam hal ini nyaman bagi pengunjung. Di mana letak yang disusun sedemikian rupa membuat pengunjung bisa melihat dan mengamati hewan koleksi dengan baik. Akan tetapi saya tak yakin dengan hewan-hewan itu apakah juga merasa nyaman atau tidak karena secara alamiah pasti mereka lebih memilih untuk hidup di alam liar yang luas dan bebas. Meski tiap hari diberi makan yang memenuhi gizi tapi dengan tempat tinggal dalam kerangkeng tentu saja membuat mereka terkekang.
Bali Zoo
Merak sedang memamerkan kecantikannya
Bali Zoo
Haee...!!!
Lepas dari itu, Bali Zoo yang dibuka sejak tahun 2002 adalah tempat yang bagus untuk pembelajaran tentang binatang. Apalagi untuk anak-anak agar mereka lebih mengenal hewan karena papan informasi tentang satwa di depan sangkar masing-masing cukup lengkap penjelasannya. Tentu kita juga harus menanamkan pemikiran menjaga hewan-hewan ini tetap lestari di alamnya adalah hal yang wajib dilakukan.
Bali Zoo
Seekor harimau yang kakinya kurang satu sejak lahir

Bali Zoo
Dua berang-berang yang saling berpelukan
Ada beberapa hewan yang tidak dikekang di sangkar. Seperti burung merak yang ada beberapa dilepas dan lalu berkeliaran. Ada juga bagian bird aviary yang merupakan sangkar dalam ukuran raksasa dimana pengunjung masuk di dalamnya dan bisa berinteraksi langsung dengan hewan yang ada, diantaranya adalah burung merak, rangkong, kelelawar dan beberapa burung lainnya.

Bali Zoo
Suasana Bali Zoo
Untung saja saat itu pengunjung tidak terlalu ramai sehingga tidak terasa sumpek, karena luas area kebun binatang ini sebenarnya tidak terlalu besar. Kecuali memilih paket menunggang gajah, maka akan melintasi area yang lebih luas dan dibawa berkeliling dengan rute yang cukup panjang, tentu saja paket ini juga butuh biaya yang lebih. Jika hanya memilih untuk mengunjungi kebun binatangnya saja tiket yang harus dibayarkanpun masih tetap dibilang cukup mahal untuk masyarakat bawah yaitu sebesar Rp 85.000,- (harga untuk turis asing lebih mahal lagi). Mungkin memang Bali Zoo pangsa pasarnya ditujukan untuk turis asing karena di papan harga tiket di tempat penjualan tiket yang terpampang hanya dalam rate dolar Amerika.

0 comments:

Posting Komentar