• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Kamis, 21 Maret 2013

Balada Ketinggalan Pesawat

23.06 // by Wisnu Yuwandono // , // No comments


Malam tanggal 13 Maret 2013 saya sempat membuka twitter dan kebetulan sekali ada twit orang yang saya follow membahas tentang missed flight yang dialami olehnya. Saya tidak terlalu risau dan menaruh perhatian yang lebih tentang twit itu karena saya tidak pernah mengalaminya dan saya pikir jika saya datang tepat waktu sesuai dengan jadwal check in pesawat pastilah saya akan terbang. Pikir saya. Namun ternyata faktor naik pesawat itu tak semudah itu saja apalagi di daerah timur, untuk informasi saya sedang berada di Labuan Bajo, NTT.

Pagi harinya saya santai saja di hotel, tidur-tiduran sambil main handphone, di luar juga panas sekali apalagi badan masih kecapekan sehabis jalan-jalan hari sebelumnya, hasilnya agak males untuk keluar. Jam 11.00 saya check out dari hotel. Jadwal pesawat saya di tiket adalah jam 13.55 WITA, “masih lama” begitu batin saya bilang. Jika saya check in jam 13.00 maka masih ada waktu 2 jam lagi untuk beli oleh-oleh dan makan siang.

Saya beli oleh-oleh di toko souvenir di dekat bandara. Makan siang pun saya lakukan di dekatnya, mengingat tak banyak tempat makan di sekitar sana. Untuk informasi kota Labuan Bajo ini tidak terlalu besar. Dari tempat penginapan saya yang letaknya tidak jauh dari dermaga, hanya butuh waktu 10 menit saja untuk sampai bandara menggunakan jasa ojek. Sekitar jam 12.00 saya melihat ada pesawat Merpati yang lepas landas dari bandara. Saya sih santai-santai saja karena saya yakin itu bukan pesawat yang akan saya tumpangi, tiket saya jam 13.55 kok.

Setelah selesai makan siang, sekitar jam 12.45 saya sampai bandara. Saya langsung menuju counter check in Merpati, maskapai yang saya gunakan. Sesampai disana, petugasnya bilang “Pesawatnya udah berangkat Pak. Bapak dihubungi tidak bisa.” Whaaattt ???

Selanjutnya saya diantar menuju kantor perwakilan Merpati di Labuan Bajo untuk menyelesaikan kasus saya. Pegawai Merpati berargumen dan saya juga tidak mau kalah untuk berargumen. Dia berdalih bahwa sudah menghubungi nomor saya tetapi tidak bisa dan sudah mengirim email tentang pemberitahuan pergantian jadwal penerbangan. Saya pun menjelaskan segalanya sesuai dengan versi saya tentunya. Saya jelaskan kronologis lengkapnya dari awal. Jadi, saya pesan tiket Merpati ini sejak awal Februari, ketika itu ada promo dalam rangka perayaan Imlek. Tanpa pikir panjang saya langsung pesan tiket untuk terbang dari Denpasar ke Labuan Bajo pada tanggal 9 Maret 2013 jam 13.00 WITA (penerbangan kedua, di jadwal sehari ada dua penerbangan) dan kembali tanggal 14 Maret 2013 jam 11.35 WITA (penerbangan pertama). Saat itu saya tidak tau tentang detail Labuan Bajo terutama masalah sinyal operator. Jadi ketika memesan tiket, di form pemesanan saya cantumkan nomor XL saya karena memang itu satu-satunya nomor yang saya punya. 2 minggu sebelum keberangkatan, saya ditelpon pihak Merpati kalau keberangkatan saya ke Labuan Bajo dimajukan jadi jam 11.50 WITA dan balik ke Denpasar jadi jam 13.55 WIB. Hal berikutnya yang saya tahu adalah bahwa di Labuan Bajo ternyata tidak ada sinyal XL yang ada hanyalah Telkomsel. Maka sebelum berangkat saya beli kartu Simpati untuk sekedar berkomunikasi dengan kerabat atau teman dekat. Nomor sekali pakai istilah yang saya pakai, oleh karena itu saya tidak memberitahukan nomor itu ke orang banyak, dan sayangnya itu termasuk tidak memberitahukan ke pihak Merpati. Koneksi data internet pun tidak saya aktifkan terus menerus atau hanya beberapa waktu saja. Karakteristik hp saya adalah ketika sinyal internet tidak terlalu kuat apalagi hanya beberapa kali saja diaktifkan layanan datanya maka notifikasi email masuk pun tidak ada. Dan saya pun selama di Labuan Bajo tidak mengecek/merefresh email masuk, jadi tidak tahu kalau ada email yang masuk. Setelah saya cek di inbox serta spam, ternyata email pemberitahuan perubahan jadwal penerbangan itu tidak ada. Mungkin pihak Merpati salah kirim atau bagaimana, entahlah.

Saya yakin pihak Merpati berusaha untuk menghubungi saya. Yang masih jadi pertanyaan saya adalah, jika perubahan jadwal penerbangan itu tidak terjadi secara mendadak mengapa saya tidak diberitahu dari jauh-jauh hari seperti saat sebelum keberangkatan ke Labuan Bajo? Mengingat ketika saya tanyakan tentang jadwal penerbangan Merpati, kata pegawainya penerbangan di hari Kamis dari Labuan Bajo ke Denpasar biasanya hanya satu itu saja yaitu siang jam 12.00, yang berarti memang bukan perubahan mendadak.

Saya tidak bermaksud untuk menyalahkan pihak Merpati. Saya cuma ingin menceritakan pengalaman saya agar teman-teman tidak mengalami hal serupa. Untung saja saya memang tinggal di Denpasar, jadi tidak ada penerbangan dari Denpasar ke kota asal. Coba bayangkan kalau misal saya tinggal di Jakarta lalu sudah memesan tiket kesana yang jadwalnya berdekatan dengan jadwal sampai ke Denpasar, maka harus mengurus penundaan penerbangan atau apesnya tiketnya hangus. Apalagi di Labuan Bajo ini hanya ada beberapa kali penerbangan saja tiap harinya. Jika ketinggalan pesawat, belum tentu lagi ada penerbangan jam berikutnya, kalaupun ada penerbangan lagi belum tentu masih ada seat kosong. Dan jika masih ada, pastinya sangat mahal.

Pelajaran lain adalah sebelum pesan tiket, lebih baik cari informasi dulu, ada sinyal provider apa di kota tujuan kita. Jika kota tujuan kita adalah kota besar kita bisa santai dengan kemungkinan ada sinyal semua operator, tapi kalau kita menuju daerah terpencil kemungkinan besar hanya ada sinyal operator tertentu. Jadi demi keamanan dan kenyamanan form pembelian tiket itu jangan hanya asal diisi saja, itu haruslah data-data yang valid. Menghubungi pihak maskapai penerbangan adalah hal yang tidak rugi dilakukan untuk mengantisipasi perubahan jadwal atau informasi yang lain. Intinya persiapkan segalanya dengan baik, karena faktor-faktor yang bisa menyebabkan kita ketinggalan pesawat ketika berada di daerah terpencil itu sangat banyak.

Selanjutnya solusi dari pihak Merpati adalah penerbangan saya diganti hari berikutnya, jadi saya harus tinggal di Labuan Bajo sehari lagi dengan biaya penginapan dari kantong sendiri.

0 comments:

Posting Komentar