• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Minggu, 31 Maret 2013

Senyum Pulau Messah

20.41 // by Wisnu Yuwandono // // 5 comments


Pulau Messah, NTT
Halo !!!
Malam sebelumnya ketika saya keluar dari tempat tidur di Pulau Kanawa, semuanya tampak gelap karena memang penerangan sangat minim di luar ruangan, lagipula listrik hanya ada dari jam 18.00 – 23.00 WITA. Hanya jutaan bintang di langit yang tetap bercahaya dan satu tempat yang kelihatan bernyala terang. Saya bertanya pada salah satu karyawan resort pulau apa itu. “Itu Pulau Messah mas, besok kita kesana setelah dari Rinca”, jawabnya.

Pulau Messah, NTT
Pulau Messah
Benar saja, sorenya setelah dari Rinca saya mampir ke tempat itu. Bersama satu pasangan gado-gado Indonesia-Inggris dan ditemani Paul, sang pemandu kami.

Pulau Messah ini masuk Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Letaknya tak jauh dari Pulau Kanawa. Luasnya tidak begitu besar, tapi penghuninya sangat banyak, padat sekali.

“Kira-kira hampir 2000 orang jumlah penduduknya dan kebanyakan pekerjaan mereka adalah sebagai nelayan”, terang Paul kepada kami.

Sepertinya memang benar adanya bahwa penduduk di sini begitu banyak. Ketika berkeliling saya melihat rumah yang berdesak-desakan. Kebanyakan desain rumahnya tidak seperti gaya rumah di Flores. Sebagian besar berbentuk rumah panggung.
Pulau Messah, NTT
Salah satu rumah di Pulau Messah
“Tidak ada orang Flores di sini, mereka ini datang dari berbagai daerah. Ada yang dari Bugis, adapula dari Sumbawa”, Paul menjelaskan. Ah pantas saja.

Sumber listrik menggunakan generator. Sedang sumber air bersih tidak ditemukan. Biasanya penduduk Pulau Messah mendapatkan air bersih dengan cara membeli dari Labuan Bajo yang waktu tempuhnya lebih dari 2 jam perjalanan pulang pergi. Tapi sejak empat tahun lalu ada kapal tangki PNPM yang membawa air 2 minggu sekali.

Ada satu gedung sekolah yang digunakan sebagai SD sekaligus SMP, SD-SMPN SATAP istilahnya. SATAP adalah singkatan dari satu atap. Kalau ingin melanjutkan SMA maka harus ke Labuan Bajo. Di sini juga sudah ada klinik kesehatan untuk berobat penduduk setempat.
Pulau Messah, NTT
Gedung sekolah di Pulau Messah
Anak-anak kecil banyak sekali, mereka sangat ceria. Yang unik adalah banyak dari mereka memiliki rambut pirang. Bukan hasil dicat di salon tetapi karena tiap hari tersengat sinar matahari. Semua menyapa kami dan dengan penuh antusias meminta untuk difoto.

“Miss foto miss”, pinta mereka beramai-ramai.

Heh saya bukan cewek, kenapa pula dipanggil miss -_-“. Ternyata miss yang dimaksud mereka adalah mister yang disingkat jadi miss. Mereka tidak tahu kalau dengan menyingkat seperti itu artinya sudah berubah. Hei tapi kenapa pula saya dipanggil mister? Apakah muka saya mirip orang bule? Ya, semoga.
Pulau Messah, NTT
Anak-anak yang pengen difoto

Pulau Messah, NTT
Jajaran rumah

Pulau Messah, NTT
bapak penarik gerobak

Pulau Messah, NTT
Ibu tua yang hendak keluar rumah

Pulau Messah, NTT
anak-anak yang suka sekali difoto

Pulau Messah, NTT
anak-anak yang sedang bermain

Pulau Messah, NTT
haiii kakak ayo maen ke sini

***

Ketika saya kembali ke Labuan Bajo saya sempat bertemu orang yang menawari gelang tangan.

“Gelang ini saya dapat dari Pulau Messah, dibuat dari cangkang penyu. Murah Rp 50.000,- saja”, dia coba merayu saya.

Saya terkesiap dengan penjelasannya bahwa itu dari cangkang penyu. Saya coba berpositif thinking kalau itu dari penyu yang mati.

“Penyu hidup lah”, jawab dia seketika dengan menggebu.

Dari penyu sudah mati dan dikasih cuma-cuma saja saya masih mikir untuk menerima, apalagi ini dari penyu yang hidup dan dibunuh untuk membuat gelang. Semoga gelang itu bukan dari Pulau Messah. Semoga penduduk Pulau Messah tidak melakukan pembunuhan penyu.

5 komentar:

  1. Mas Wisnu, bolehkah saya mendapat info pemandu yang bisa mengantarkan ke pulau messah? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo kak meirisa,
      waktu ke pulau messah saya ikut paket dari kanawa resort, jadi pemandunya sudah disiapkan dari sana. Mungkin kak Meirisa langsung menghubungi pihak kanawa saja di nomor +62 3854 1252 / +62 8133 8233 312 / +62 8135 3027 256 :)

      Hapus
    2. siap! Terimakasih kak Wisnu atas infonya :)

      Hapus
  2. Terimakasih sudah mengunjungi pulau messah..

    salam suku bajo messah

    BalasHapus