• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Jumat, 06 Desember 2013

6 Tips Memotret Sunrise dan Sunset

16.12 // by Wisnu Yuwandono // // 24 comments

Sunrise dan sunset tentu saja adalah momen yang sangat spesial bagi kita. Ketika peralihan matahari berada di ufuk menimbulkan warna jingga yang kadang hampir membuat seluruh langit berwarna itu. Indah sekali. Bahkan banyak yang menyebutnya peristiwa romantis. Karena itu pula untuk mengingat peristiwa berharga tersebut kita sering mengabadikannya dalam jepretan foto. Untuk menjadikannya terlihat lebih terasa dan terkenang, berikut ada beberapa tipsnya :


1. Tahu tentang tempatnya
Sebaiknya kita tahu lebih dahulu tempat untuk melihat muncul atau perginya matahari. Meskipun ini tidak mutlak karena kadang di tengah perjalanan kita bertemu sunrise/sunset, tapi setidaknya tahu tempat cukup membantu. Tidak lucu kalau kita datang pagi-pagi ke Pantai Kuta untuk melihat sunrise, tapi malah kecewa karena pantai tersebut menghadap ke barat. Jika ingin menghasilkan foto sunrise/sunset yang lebih tepat lagi selain tahu tentang tempatnya juga tahu tentang pergerakan semu matahari di mana matahari mucul kadang agak ke utara atau ke selatan. Misalnya ke Ranu Kumbolo di saat matahari muncul di tengah-tengah lekukan bukit.
Sunrise dan Sunset
Sunrise di Pantai Sanur
2. Jangan datang terlambat
Tentu saja ini hal yang sangat penting untuk memotret sunrise atau sunset. Karena kalau terlambat kita bakal tidak bertemu momen itu. Jika terlambat melihat sunrise maka hari akan menjadi terang sedang terlambat untuk melihat sunset kita akan kehabisan cahaya karena malam. Saat sunset ada momen di mana langit berwarna emas itulah saat yang dinamakan golden hour setelah itu ketika cahaya hendak hilang, langit akan berwarna biru gelap saat itulah dinamakan blue hour. Golden hour dan blue hour berlangsung tidak terlalu lama, maka itu jangan sampai terlewat momen itu. Lebih baik lagi untuk datang sebelum momen sunrise atau sunset muncul untuk melakukan observasi tempat dan persiapan alat.

3. Peralatan yang sudah disiapkan
Sekarang ini dengan tidak menggunakan DSLR mahal saja kita bisa mengabadikan sunrise dan sunset dengan bagus. Meski begitu sebaiknya peralatan sudah disiapkan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan misalnya baterei habis atau memory penuh. Untuk menghasilkan foto yang lebih bagus lagi tripod menjadi peralatan yang cukup membantu. Hal ini karena ketika sunrise atau sunset, cahayanya cukup minim sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama bagi camera untuk mengambil gambar. Dalam hal ini kadang camera rentan bergoyang karena tangan kita bergerak, sehingga butuh tempat untuk bersandarnya camera(bisa saja benda lain selain tripod). Untuk para professional biasanya mereka juga menggunakan filter di depan lensa.
Sunrise dan Sunset
Memakai tripod
4.  Komposisi
Inilah hal yang sangat penting untuk menghasilkan foto yang bagus. Kamera bagus hanya akan menghasilkan gambar dengan teknis yang bagus tapi tidak menjamin akan menghasilkan gambar yang bagus secara seni, tergantung bagaimana si pengguna membuat komposisi gambar yang menarik. Komposisi ini banyak sekali macamnya dan sering tergantung dengan momen. Salah satu contoh komposisi yang membuat foto sunrise atau sunset tidak terasa hambar adalah dengan menambahkan objek lain selain matahari itu sendiri.
Sunrise dan Sunset
Sunset hanya matahari saja terasa hambar

Sunrise dan Sunset
Dengan menambah obyek lain akan terasa lebih hidup
5. Inovatif dan Kreatif
Sudah banyak foto sunrise dan sunset yang sangat bagus. Dengan melihat foto-foto tersebut kita mempunyai referensi bagaimana foto bagus itu seperti apa. Tapi dengan melihatnya bukan berarti kita harus mencontoh plek komposisi dan gayanya. Inovasi dan kreasi dibutuhkan untuk membuat foto yang lain dan sesuai dengan jiwa kita dan selera kita. Tidak ada pakem fotografi yang tidak boleh dilanggar, maka itu jangan pernah sungkan untuk terus berinovasi dan berkreasi.

6. Terus mencoba
Tiap hari view sunrise atau sunset selalu berbeda meskipun di tempat yang sama, entah intensitas warna orangenya atau bentuk-bentuk awannya. Foto yang dihasilkan pun akan bervariasi. Dengan terus mencoba kita juga akan terbiasa mengatasi momen-momen yang tidak terduga. Terakhir, untuk membuat kita menjadi ahli terhadap sesuatu harus melalui latihan dan percobaan yang berkali-kali. Pengalaman adalah guru yang paling hebat.
Sunrise dan Sunset
Sunset di Parangtritis
Saya sendiri bukanlah orang yang jago dalam fotografi dan masih belajar untuk menjadi lebih baik. Semoga informasi di atas bisa membantu.

Salam.
Sunrise dan Sunset
Satu hal lagi jangan sampai dengan kesibukan memotret sunrise/sunset kita malah  tidak menikmatinya.
Nikmatilah sunrise/sunset. Akan lebih baik lagi kalau menikmatinya berduaan #ehemmm

24 komentar:

  1. Makasih tipsnya kaka...ntar besok di coba deh kalo gak kesiangan bangunnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. udah ada istri bisa2 kesiangan terus *eh :))

      Hapus
  2. tips no.7 : jangan nikmatin sunrise sendirian, sedih :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. oke,,dengan senang hati saya akan menambahnya,haha :))

      Hapus
  3. mantap tipsnya.. besok dicoba ah buat nyunrise di sanur.. :)

    BalasHapus
  4. Thank you udah sharing tips-nya.
    Aku suka banget ama foto sunset di Parangtritis. Cakep! :D

    BalasHapus
  5. Terima kasih tips nya...
    Poto2nya keren2 euy...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 mas dodo..
      terima kasih sudah mampir :)

      Hapus
  6. Thanks informasinya, sangat ngebantu buat saya yang masih belajar photography.
    Terkadang saya malas gunakan manual dan lebih suka mode auto, padahal itu kurang bagus untuk belajar photography.

    Bisa share aturan Manual baik ISO,bukaan, shutter speednya.
    thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mas Akbar, terima kasih sudah mampir :)
      saya sndiri sering pakai mode Av kok, teknologi kan dibuat untuk memudahkan penggunaan,hehe..Auto kan ttg biar si kamera yg mikir exposurenya, bukan berarti dgn pake auto terus otomatis bisa dpt momen dan komposisi yg baik jg. Begitu jg pake manual terus pasti gambarnya bagus,ga gitu jg. Kalo misal ada momen tiba2 dan kita harus mengeset kamera secara manual bisa2 momen itu ilang, gimana?hehe,,Belajar manual emang harus biar ngerti fotografi tp bkn berarti merendahkan fungsi 'auto' hehe..(kata2 ini dirangkum dr twit2 Oom Arbain,hehe)

      untuk ISO biasanya pake terkecil biar ga ada grain(tergantung kualitas kameranya jg sih)..bukaan buat foto landscape pake bukaan kecil jg: f/20 misal, nah shutter speednya bisa disesuaikan tergantung mau hasil foto yg kaya apa. Kan bisa tuh dilihat di metering nya, mau posisi exposure dmn..duh maap klo penjelasannya bikin bingung,hehe

      Hapus
    2. Nambahin tips nya dikit mas,,,coba gugling tentang pemakaian filter GND(gradual neutral density) yang tipe kotak begitu,,semoga bisa membantu menghasilkan foto yang lebih yahud,, :D

      Hapus
  7. wahhhh thank sharing ilmunya mas....perlu banyak praktek kalo gituw...

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih mas cader sudah mampir,,mari sama2 belajar :)

      Hapus
  8. kalau mau pake filter, enaknya pake apa ya gan? yang bisa bikin biru-oranye menonjol. thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. wehhh ndak salah nih burufly nanya ke saya?hehe
      pake filter GND aja sih om saya (GND yg murahan,haha)

      Hapus
  9. foto yang terakhir, uhuk kereeen :p

    BalasHapus
  10. Paling penting itu harus bisa bangun pagi-pagi banget kalau mau motret matahari terbit

    BalasHapus
  11. Salam kenal kak, infonya bermanfaat sekali. Saya termasuk salah seorang pengagum matahari terbit dan tenggelam :)

    BalasHapus