• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Jumat, 08 Agustus 2014

AirAsia Merekatkan Hubungan Keluarga

19.57 // by Wisnu Yuwandono // 4 comments

Keluarga adalah matahari kehidupan yang menyinari dan menuntun langkah dalam menjalani hidup. Bagi saya, keluarga itu seperti udara yang kita hirup saat bernafas. Juga seperti ranjang yang kita pakai saat tidur. Keluarga adalah rumah, rumah adalah keluarga. Keluarga adalah segalanya bagi kita, tak terkecuali bagi saya.

AirAsia (sumber)
Saya asli Yogyakarta. Rumah saya ada di salah satu pedesaaan yang nyaman dan jauh dari keramaian. Sejak kecil sampai kuliah, saya tidak pernah lepas dari rumah. Memang saya sering pergi untuk melancong sana-sini, tapi sifatnya tidak lama, hanya sebentar saja lalu kembali ke rumah. Tiap kali pergi jauh, rindu saya pada rumah dan keluarga seperti rindunya tahanan penjara kepada masa-masa kebebasannya, rindu yang menggebu.

Baitii jannati, rumahku surgaku. Di rumah tersebut saya dibesarkan, dibuai nyanyian bunda, dikuatkan oleh doa ayah, dan diajak menatap dunia oleh kakak. Di sana saya mencoba merangkak, belajar berjalan, berusaha berlari. Di sana saya menikmati jatuh cinta dan mengobati sakit hati. Di sana saya melihat mentari pulang dan pergi, petir menyambar, langit gelap maupun cerah membiru, gemerlap bintang dan pesona rembulan, dan bumi yang bergoncang hebat. Bagaimana bisa saya tidak rindu dengannya.

Bromo dari udara saat naik pesawat AirAsia JOG-DPS
Setelah lulus kuliah, saya pindah ke Bali untuk mengais rezeki dan melanjutkan kehidupan. Saya ingin melihat dunia luar, lepas dari zona nyaman. Mencoba lepas dari ketergantungan kepada orang tua. Tapi bukan berarti melupakan keluarga, melupakan tempat asal. Ikan salmon saja ketika hendak berkembang biak selalu kembali ke tempat asal mereka diberi kehidupan, masa sebagai manusia malah melupakan sama sekali tempat asalnya.

Awal-awal kehidupan di Bali, rindu kampung halaman sangat menderu-deru. Tapi pada tahun 2011 hanya ada dua maskapai penerbangan yang melayani rute Denpasar-Jogja. Keduanya pun kadang tarifnya cukup tinggi. Alhasil tahun pertama saya tinggal di Bali hanya 2 kali saja pulang memakai jasa pesawat terbang. Beberapa kali saya menggunakan bus untuk mengirit pengeluaran.

Tahun 2012, maskapai penerbangan AirAsia mulai membuka rute penerbangan Denpasar-Yogyakarta dan begitu pula rute sebaliknya. Ini adalah anugerah bagi saya. AirAsia terkenal dengan sebutan World’s Best Low Cost Airline dan itulah yang sangat membantu saya melepas rindu kepada keluarga tetapi masih tetap hemat dalam pengeluaran. Sering kali AirAsia juga mengadakan promo yang super murah. Sehingga apabila sebelum ada AirAsia saya dalam setahun hanya pulang 2 atau 3 kali, setelah ada AirAsia saya pulang kampung bisa 5 kali atau lebih.

Meski dengan harga yang sangat murah, tapi pelayanan yang diberikan bukanlah kelas murahan. Jarang sekali ada delay yang bisa membuat mood kita hilang, bahkan merusak rencana yang sudah disusun matang sebelumnya. Fasilitas di dalam pesawat pun terbilang sangat bagus. Jarak antar kursi disusun sedemikian rupa, meski Low Cost tetapi tetap lega dan nyaman.

Saya suka traveling, pergi jauh melihat dunia, mengenal berbagai macam budaya, bertemu ratusan etnis manusia. Itu sangat menyenangkan sekali. Tetapi sejauh-jauhnya elang terbang, dia juga akan merindukan rumahnya. Sayapun demikian, tak ubahnya seekor elang tersebut, saya tak pernah tidak kangen dengan kehangatan rumah dimana kasih sayang keluarga tak ada batasnya.

Bagi siapa saja yang bisa merekatkan hubungan kekeluargaan, entah bagaimana caranya niscaya dia akan mendapatkan pahala berlimpah. Selama ini AirAsia telah melakukannya pada saya, merekatkan hubungan silaturahmi saya dengan keluarga dan membuat rindu saya akan rumah terobati dengan sangat manjur. Terima kasih AirAsia.


*Tulisan ini diikutkan dalam Kompetisi Blog 10 Tahun AirAsia Indonesia

4 komentar:

  1. semoga menang kakak jangan lupa mampir ke lapak sayah http://dananwahyu.com/2014/07/03/semangat-muda-bersama-airasia/

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiin..
      hehe saling mendoakan ya kak danan :)

      Hapus