• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Jumat, 22 Agustus 2014

Romantisme pada Sebuah Angkot

13.48 // by Wisnu Yuwandono // // 12 comments

Di Nusa Tenggara Timur, angkutan umum biasa memutar lagu dengan keras-keras. Biasanya lagu yang diputar beraliran hip-hop atau house music, bisa dikata musik ajeb-ajeb. Bahasa musiknya tak hanya Indonesia tetapi juga ada yang berbahasa Inggris atau bahasa daerah. Saya pribadi tak begitu suka dengan jenis musik seperti itu, apalagi diputar dengan suara keras, sangat tidak nyaman.

Mungkin jenis lagu disko menjadi tren anak muda di wilayah NTT, atau bisa jadi juga bagi orang tua, karena pengguna angkutan umum tak hanya para pemuda. Saya perhatikan semua jenis angkutan umum memiliki fasilitas sound system yang bisa mengeluarkan suara yang menggelegar, dari luar kendaraan saja terdengar begitu nyaring apalagi yang sedang berada di dalam, yang tak terbiasa telinganya bisa kena gangguan. Sayang tak ada fasilitas ear plug, kalau ada saya pasti akan menggunakannya.
angkot NTT
Salah satu angkot di NTT
Jenis angkutan umum yang ada di sana adalah angkot, bus, juga oto kayu (truk yang bak belakangnya dijadikan tempat penumpang). Banyak juga mobil pribadi yang digunakan untuk membawa penumpang. Hampir semuanya memutar lagu dengan keras. Hanya ojek saja yang tak pernah memutar lagu.
Jika kau mendengar sebuah lagu saat jatuh cinta, maka kau akan jatuh cinta saat mendengar lagu itu lagi - Anonim
Awal Februari 2014 ini, saya bersama pacar saya berada di Kupang. Kami sebenarnya hendak menuju Rote, akan tetapi badai dan gelombang yang tinggi membuat kami mengurungkan niat itu. Selanjutnya kami mengubah tujuan untuk ke Flores saja dengan menggunakan pesawat terbang.

Kami menginap di daerah dekat Kota Lama Kupang. Untuk menuju bandara El Tari ada beberapa pilihan, ojek dan angkot ada di list pertama. Di sini angkot disebut dengan bemo. Banyak sekali jurusannya dan ternyata tidak ada bemo yang mengantar tepat sampai di bandara. Akhirnya kami memilih untuk naik bemo terlebih dahulu lalu disambung dengan naik ojek. Pilihan ini diambil karena jika naik ojek dari tempat kami menginap sampai bandara, tukang ojeknya mematok harga yang cukup mahal.

Kami naik bemo tujuan Oesapa. Selain kami hanya ada dua penumpang lain. Memang tak begitu ramai penumpang hari itu, mengingat itu hari minggu yang bisa digunakan masyarakat untuk bersantai di rumah saja.

Tak ada yang istimewa dari bemo yang kami naiki. Hanya saja ketika kami sudah masuk ke dalamnya, saya baru menyadari kalau lagu yang diputar bukanlah lagu jenis ajeb-ajeb. Musik slow rock lawas sedang keluar dari dalam speaker. Memang suaranya tetap memekakkan telinga, tapi setidaknya lagunya bisa saya nikmati. Lumayan.

Setelah beberapa lagu diputar, tak disangka-sangka lagu selanjutnya adalah lagu favorit kami berdua. Dari mulai intro, saat itu pula kami saling berpandangan, tersenyum dan berpegangan tangan. Ummm, kalau saja momen itu tidak di tempat umum mungkin saja kami selanjutnya akan…… menyanyi bersama dengan keras-keras.

“I wanna make you smile, whenever you’re sad…..” Adam Sandler mulai mengeluarkan suaranya. Kami sama-sama tersenyum. Saya tak bisa membaca pikirannya tapi saya yakin dia merasakan hal yang sama dengan saya, gembira yang datang tiba-tiba.

Bagi kami, itu adalah lagu yang sangat berkesan dan sangat romantis dalam hubungan cinta kami. Lagu itu bukanlah lagu cinta mainstream yang sering diputar dimana-mana. Di tempat yang biasa memutar lagu disko, secara sangat kebetulan lagu yang diputar adalah lagu yang sangat jarang diputar dimanapun, akan tetapi saat kami ada di dalamnya lagu I Wanna Grow Old With You lah yang terputar. Itulah yang membuat momen di dalam bemo kali itu terasa sangat romantis. What a coincidence.

Dalam perjalanan memang banyak terjadi hal-hal yang sangat mengejutkan dan tak disangka-sangka. So far, momen di dalam bemo itulah yang menjadi kejadian paling romantis yang pernah kami rasakan. Meski hanya di dalam sebuah angkot.


"I could be the man who grows old with you... I wanna grow old with you." Adam Sandler mengakhiri lagu itu.

12 komentar:

  1. Iiissssh so sweet banget sih ini :'( #akurapopo

    Yang paling dikangenin dari NTT selain lautnya yang bening adalah angkotnya yang ajeb-ajeb ini. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe..iya lagu ajeb2nya kenceng bgt :D

      Hapus
  2. Hajiyeeee.. Kurang foto kamu sama pacar nih kak.. Masa kita suruh liat angkot doang.. x)

    BalasHapus
  3. Foto pegangan tangannya mana kak?

    BalasHapus
  4. Gue setuju ama Titiw dan Indra. Mana foto lainnyaaaa.... #kepo

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha ini kak Mumun, kak Titiw, kak Indra janjian komennya :))
      Ntar bikin postingan khusus poto berdua :p

      Hapus
  5. mas kita sudah sampai terminal... "terus saja mas" *tetep pegangan tangan serasa dunia milik berdua, lainnya ngontrak

    BalasHapus
    Balasan
    1. kak danan pengalaman bgt jd sopir angkot ya? :))

      Hapus
  6. uwuwuwuwuwuwuwuwuwuw dalijo bisa ajaaaaaaaaaaa

    BalasHapus
  7. auuuuwwwwww,
    turunnya nggak kelewat kan sampai mutar2 jauh? ;)

    BalasHapus