• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Senin, 31 Oktober 2016

Melegakan Dahaga di Ragusa

16.35 // by Wisnu Yuwandono // , // 16 comments

ragusa es italia

Mendung, meskipun sinar matahari tertutup awan yang artinya sinarnya tidak langsung menyengat, seringkali justru malah membuat udara terasa tidak nyaman. Gerah atau sumuk kalau orang Jawa bilang. Sama seperti saat Jumat siang tanggal 28 Oktober 2016 yang lalu. Selepas sholat Jumat, cuaca yang awalnya cerah menjadi gelap karena awan hitam menyelubungi langit. Kelembaban udara ikut naik sehingga menyebabkan rasa gerah pada sekujur tubuh dan haus pada tenggorokan. Sepertinya es krim adalah penawar yang sempurna.

Beruntung saya mendapatkan jadwal off kerja pada hari itu. Sehingga saya bisa menyempatkan diri mengunjungi kedai es krim yang cukup melegenda di Jakarta, nama tempatnya adalah Ragusa Es Italia. Terletak di Jalan Veteran 1 No 10, Gambir, menempatkannya di kawasan “klasik” kota ini karena lokasinya tak jauh dengan pusat pemerintahan zaman sekarang maupun dahulu. Posisinya berada di antara deretan tempat makan, sehingga tidak ada salahnya apabila setalah makan lalu ingin mencoba merasakan makanan pencuci mulut.

Seperti namanya, warung ini menawarkan sajian es krim khas Italia dan bahan utamanya adalah susu. Berdiri sejak 1932 membuatnya sudah berpengalaman dalam menyajikan resep turun-menurun dari keluarga Ragusa. Ya, toko ini diberi nama sama dengan nama keluarga pendirinya. Keluarga Ragusa memang berasal dari Italia, sehingga memang tidak heran apabila mereka memberi embel-embel nama Italia di belakang es krim buatannya. Namun, sekarang pemilik dari toko ini bukanlah keluarga langsung dari Ragusa.
ragusa es italia
Ruangan di dalam Ragusa Es Italia
Siang itu, dari sekitar 12 meja yang ada, mungkin hanya beberapa meja saja yang kosong. Akan tetapi tidak lama setelah saya duduk di kursi yang desainnya klasik, kursi dan meja memang desainnya terlihat kuno, kebanyakan dari pengunjung ini telah menyelesaikan santapan mereka. Saya harap mereka tidak buru-buru menghabiskan hidangan karena kedatangan saya.
ragusa es italia
Foto Keluarga Ragusa
Ruangan restoran terlihat vintage dengan beberapa foto lawas tentang tempat ini bertengger di dinding. Di dinding bagian atas terdapat foto-foto es krim dan minuman yang disajikan di sini. Pelayan-pelayan terlihat sudah berumur dan berpakaian apa adanya tanpa menggunakan seragam atau pakaian  yang menunjukkan ciri khas bahwa mereka adalah pelayan tempat ini. Memasuki ruangan ini terasa seperti memasuki zaman lampau.
ragusa es italia
Cassata Siciliana, masih dibungkus dengan semacam kertas alumunium foil

ragusa es italia
Spaghetti Ice Cream
Saya memesan Spaghetti Ice Cream, sedangkan istri saya memesan Cassata Siciliana. Rentang harganya dari 15.000,- rupiah sampai dengan 35.000,- rupiah. Penyajiannya cukup cepat, karena tidak begitu lama dari memesan es krim segera datang. Spaghetti Ice Cream berbentuk layaknya setumpuk mie yang berwara putih susu dengan taburan remah-remah kacang dan sukade yang berwana-warni. Sedangkan Cassata Siciliana berbentuk potongan es krim yang memanjang dengan beberapa warna yang menunjukkan rasanya.

Saya bukanlah pengamat makanan ataupun pemilik lidah yang bisa mencecap dan menilai rasa dengan baik. Menurut apa yang saya rasakan, Spaghetti Ice Cream terasa lembut, rasa susunya sangat menonjol, tidak terlalu manis. Akan tetapi rasa sukadenya seperti merusak rasa keseluruhan karena terasa asam dan aneh. Sekali lagi ini penilaian dari seorang yang bukan ahli. Berbeda dengan Cassata Siciliana yang tidak ada bahan yang merusak rasa. Dalam satu potongan cassata terdapat 4 rasa, menurut saya hanya rasa coklat saja yang terasa menonjol, rasa yang lain tidak begitu terasa.

Bagi saya Ragusa cukup memberikan kenikmatan untuk melegakan dahaga dengan resep tradisionalnya yang legendaris. Suasana dan interior design yang bisa dibilang mirip dengan zaman dahulu membuat kita bisa membayangkan bagaimana orang-orang zaman dahulu menikmati es krim.

16 komentar:

  1. Saya dari dulu pengen ke sana belum kesampaian. Padahal tiap hari mondar-mandir Stasiun Juanda. ):

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe kalau ada waktu luang mampir mas :)
      btw dari DJP kah?

      Hapus
  2. glek...

    ragusa is the best dah, dessertnya asooy, iya kan?

    BalasHapus
  3. seger bangetttt ngileerrrr!!

    Adis takdos
    travel comedy blogger
    www.whateverbackpacker.com

    BalasHapus
  4. Ya ampun, pertama kali liat spaghetti ice cream di tivi bertahun-tahun yang lalu. Sampe sekarang belom sempet nyobain juga....:((( Enak tuh kayaknya tempatnya beratmosfer jadul banget ya...Adam suka banget yg kuno2 gitu.

    BalasHapus
  5. huhhh,,,nikmat,,,bentar lagi saya liburan ni,,mau ke jakarta,,saya akan sempatkan untuk membelinya...jadi penasaran dengan suasana restoran dan rasa es krimnya,,

    BalasHapus
  6. Kalau di Malang ada nih es krim yang nuansanya jadul banget, namanya toko oen. ini jadi rujukannya wisatawan (terutama yang asing) kalau mau kulineran hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mirip kaya gitu. Kalau di Surabaya ada Zangrandi, di Bandung kalau tidak salah Es Krim Rasa

      Hapus
  7. Wah penasaran nih, pengen membedakan antara Toko eskrim Oen di Malang dan di sini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe aku malah belum pernah mampir di Toko Oen :D

      Hapus
  8. Spahegtti ice cream nya...hmmm lumerrr d mulut
    Pdahal tdinya ngebayangin ada mie nya gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bentuknya aja kak yg kaya mie,hehe

      Hapus
  9. Kalau kita makan es krim Ragusa,bagaimana rasanya Pak?

    BalasHapus