• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Jumat, 02 Januari 2015

Mie Ayam Sendowo : Legendaris!

02.21 // by Wisnu Yuwandono // , // 25 comments

Mie Ayam Sendowo


Waktu kuliah saya punya beberapa tempat makan favorit di dekat kampus. Ada syarat untuk masuk dalam daftar itu, enak dan murah. Enak dan mahal mungkin bisa menjadi pilihan, pada saat kantong tebal. Tapi saat tak ada momen spesial, untuk mahasiswa berkantong pas-pasan makanan murah dan enak adalah hal yang paling lumrah untuk dipilih. Porsinya banyak adalah bonus.

Ada banyak jenis makanan di sekitar kampus. Hampir tiap jenis makanan, saya memiliki tempat favorit sendiri. Ingin makan masakan Padang, maka seringkali memilih ke satu tempat. Lagi pengen makan soto, juga ada soto pilihan sendiri. Nah kalau untuk mie ayam, pilihan saya tertuju pada mie ayam Sendowo. Begitu juga dengan ayam kampus, saya punya tempat langganan sendiri.

Apa yang menarik dari warung mie ayam ini? Kalau dilihat dari bentuk warungnya, saya sangat yakin tak ada yang hal istimewa yang memaksa kita untuk singgah. Bagaimana tidak, warungnya kecil sekali mungkin tak lebih dari 4x4 m. Lebih mirip pos ronda. Di dalamnya hanya ada dua meja dengan masing-masing ada dua bangku yang saling berhadapan. Yang makan penuh dan berjejalan. Apanya yang menarik coba? Tapi ketika melihat sajian mie ayam spesialnya, kita akan tahu apa itu makna kata spesial. Tak ada mie ayam lain yang pantas menggunakan kata spesial lagi selain di tempat ini.
Mie Ayam Sendowo
Warung Mie Ayam Sendowo
Porsi kuli, begitu teman saya pernah bilang. Memang benar sekali karena mie ayam disajikan sampai mangkuknya terisi penuh. Mie ayam spesial akan diberi tambahan bakso goreng dan bakso biasa. Bakso gorengnya akan menutup hampir separuh permukaan mangkuk, sisanya akan ditutup oleh ayam dan bakso biasa. Alhasil mie hanya akan terlihat sedikit saja. Ketika membubuhkan saos, sambel atau kecap di atasnya, kita akan kesusahan untuk mengaduknya biar tercampur rata, karena bakso gorengnya akan jatuh kalau tidak hati-hati dalam mengaduk. Benar-benar porsi kuli.

Selain porsinya yang banyak, rasanya juga sangat enak. Ada cita rasa yang khas. Kuahnya lebih kental dari mie ayam kebanyakan sehingga bumbunya sangat terasa. Mienya kenyal sekaligus lembut. Ditambah dengan bakso goreng menambah nikmatnya merasakan mie. Satu kali menelan mie lalu diikuti dengan memakan bakso goreng, kriuk kriukkkk, hmmm nikmat sekali.

Mie Ayam Sendowo
Mie Ayam Spesial !
Mie Ayam Pak Wiyono, begitu sejatinya nama warung ini. Tapi nama tersebut sering terlupakan oleh pembelinya dan lebih terkenal dengan sebutan Mie Ayam Sendowo. Ini karena letak warungnya yang berada di kawasan Sendowo. Untuk mahasiswa UGM yang kampusnya berada di barat Jalan Kaliurang, wilayah ini tak begitu asing karena letaknya yang cukup dekat, yaitu di selatan Rumah Sakit dr. Sardjito. Bagi yang tidak tahu lokasi persisnya, dari RS Sardjito ambillah jalan lurus ke selatan, sampai pertigaan ujung FKG terus saja lurus sampai mentok di SD Percobaan, lalu belok ke kanan dan memasuki gapura Desa Sendowo, terus ke barat kira-kira 300 m sampai bertemu pertigaan, ambil ke kanan (utara) 100 meter, sampailah di tempat ini.
 
Mie Ayam Sendowo
Ibu yang sedang meracik pesanan
Pertama kali saya ke tempat ini pada tahun 2005, dan sampai sekarang bentuk dan ukuran warungnya tidak berubah. Padahal yang datang ke sini sangat banyak, jarang sekali sepi. Pada saat jam makan siang, warung selalu penuh, sering kali harus menunggu di luar sampai ada pembeli yang selesai dan pergi keluar sehingga ada bangku yang kosong. Inilah kelemahan dari warung ini. Ketika makan, seolah-olah kita diburu calon pembeli yang menunggu di luar. Hasilnya kita harus buru-buru menghabiskan makanan yang porsinya banyak sekali. Kita pun harus berhadap-hadapan dengan pembeli lain yang tidak kita kenal.  Agak tidak nyaman.
Mie Ayam Sendowo
Di dalam warung
Bagaimanapun saya selalu rindu merasakan nikmatnya mie ayam spesial Sendowo. Belum lama ini saya ke sana untuk melepas rasa kangen. Saya sengaja untuk tidak mengambil waktu jam makan siang sehingga bisa menikmatinya dengan santai dan sambil mengobrol dengan teman. Saya masih terkejut karena harganya tetap saja murah. Satu porsi mie ayam spesial dihargai dengan Rp 8.000,- saja, dan es teh manis Rp 1.500,-. Murah bukan?

Inilah mie ayam yang legendaris bagi saya. Mau mencobanya? Monggo silakan.

25 komentar:

  1. ini mie porsi kuli :))))
    kenyang banget, kadang sampe eneg.
    cobain yang di Pogung juga, di pertigaan ujung jalan selokan mataram kalo dari UGM

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahhh, nanti kalau ada waktu bisa dicoba tuh :)

      Hapus
  2. waiki! eh tapi aku kok ga suka ya sama mie sendowo. bagiku terlalu manis. tapi ini kesukaannya mantan pacar jaman kuliah. EAAA..

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin karena kamu makan sama mas pacar jd semua terasa sangat manis :p

      Hapus
  3. Halo Om dan Tante. Mau berbagi info seputar peluang usaha rumah makan atau resto nih. Bagi yang kesulitan untuk mencari Tray makanan yang kuat menahan air dan minyak dapat menghubungi kami di sini.

    BalasHapus
  4. Halo Admin / Blogger :)

    Saya sangat suka dengan postingan foto-fotonya di blog, dan info yang disampaikan sangat bermanfaat.

    Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi foto-foto,video,menggunakan disk online yang lain dengan tujuan berbagi informasi ? :)
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Anda bisa dengan bebas mengupload/download foto-foto,video,music dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    Terima kasih.
    Salam.

    BalasHapus
  5. Misi Admin, saya ada info bagus nih bagi pemilik usaha rumah makan. Kini ada Greenpack take away box food grade ramah lingkungan yang bisa dibranding gratis dengan nama rumah makan ataupun restoran milik Anda.

    BalasHapus
  6. Makasih banyak infonya, saya pernah ke Jogja tapi belum pernah mampir ke Me Ayam Sendowo, padahal saya sendiri penggemar mie ayam.Kalau saya ke Jogja lagi, mudah-mudahan ada kesempatan ke sana..

    BalasHapus
  7. Wah jadi kangen sama mie ayam satu ini. Apalagi ditraktir sama Mas Dalijo :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha,,orang pertama yang ngajak kesini sekaligus nraktir :D

      Hapus
    2. Kirain yang melegenda itu warung makan pak yatin balirejo belakang delayota. Ambil sendiri bonus "remukkan" gorengan. Hehehehe...

      Hapus
  8. Ini ada di gojek gak ya? Kangen banget...parkir susah, motoran...printilanku mau dikemanain...
    #curcol

    BalasHapus
  9. mie ayam.... :9
    penampakan --si-mbok-- bikin ngiler..
    traktir aku cak...

    BalasHapus
  10. 16 thn yg lalu terakhir ke sana ternyata tetep tdk berubah ya...

    BalasHapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  12. mie ayam memang tidak ada dunya dan banyak penggemarnya...

    BalasHapus
  13. Sampe sekrang warungnya masih sama seperti ini,dari q kuliah mpe kerja di jogja juga gak ada perubahan,dan sampe skrg pun masih suka makan mie disini

    BalasHapus