• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Minggu, 23 Januari 2011

Catatan Lama Tentang Aku dan Alam

19.58 // by dalijo // // 4 comments


Panggilan Alam


tidak rindukah kau..
dengan desir angin yang membelai mesra
membawa harapan kita melewati jalan berliku
dan menerbangkannya sampai ke angkasa
dengan jalan setapak yang mempererat persaudaraan kita
kesunyian yang menghangatkan
peluh yang menyegarkan
aku merindukan semua itu teman..
saat dingin yang menusuk kulit
membuat kita meringkuk dan menggigil
bukan jaket tebal,bukan sleeping bag yang mengusirnya
bukan pula api unggun dan kopi hangat
tapi kebersamaan kita kawan
aku sangat merindukannya..

masih ingatkah kau..
dengan purnama cantik yang menerangi pijakan kaki
jutaan bintang yang menjadi perhiasan malam
hujan meteor yang membawa doa2 yang kita panjatkan
tapi tak ada yang lebih terang daripada ikatan hati kita yang menyatu
aku masih ingat semua itu
saat hujan membawa rintangan
tiap tetesannya seperti tali2 yang mengekang, menghalangi
menimbulkan kecemasan, ketakutan
tapi bukan bagi kita..
tiap tetesan itu adalah asa yg selalu mengalir deras
dan aku lebih takut ketika persahabatan kita tercerai berai
aku selalu ingat semua itu

sudah lupakah kau..
dengan tenda hangat yang menaungi canda tawa
rumah ternyaman yang pernah kita rasakan
tempat hati kita beradu merdu
dengan edelweis yang terkubur sepi
lambang keabadian yang terlelap diantara sunyi
keharuman surga yang masih tersisa di dunia
dengan sunrise yang selalu menyapa pagi
bintang paling besar yang pernah kita lihat
sebesar semangat kita yang tak pernah padam
aku tak akan melupakannya

masih inginkah kau..
menggapai puncak puncak impian
tempat kita mengibarkan bendera kepuasan
melongsorkan kesombongan
mendaki keserdahanaan
bukan gunung ini yang kita taklukan teman
tapi diri kita sendiri

aku masih ingin (berkali-kali)...


Saat menulis tulisan di atas, saat itu saya sangat benar-benar merindukan belaian alam, sampai saat inipun ketika membaca lagi tulisan itu, hati ini seperti terbang menuju alam yang menyajikan kesederhanaan, apa adanya tak dibuat-buat.
Saya bukan anak mall, atau pusat-pusat perbelanjaan yang menyajikan suasana riuh ramai dengan modernitas yang dipaksakan. Tak ada kesan yang mendalam setelah mengunjungi tempat-tempat itu. Tapi di alam bebas, bersama teman-teman tentu saja, kita akan merasakan sesuatu yang berbeda. Persahabatan, kebersamaan, ketenangan, kedamaian, dan yang paling penting rasa syukur terhadap pemberian Yang Maha Kuasa.
Terimakasih Tuhan telah menganugerahi alam yang begitu indah ini, gunung, lembah, sungai, sawah, ladang, danau, pantai, dan semuanya begitu sempurna...

Senin, 29 November 2010

Hutan Kemana Kamu Pergi?

08.40 // by dalijo // // 7 comments


Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi

“raung buldozer gemuruh pohon tumbang
berpadu dengan jerit isi rimba raya
tawa kelakar badut2 serakah
tanpa HPH berbuat semaunya
Lestarikan alam hanya celoteh belaka
lestarikan alam mengapa tidak dari dulu
oh mengapa
ooh
jelas kami kecewa menatap rimba yg dulu perkasa
kini tinggal cerita pengantar lelap si buyung
bencana erosi selalu datang menghantui
tanah kering kerontang banjir datang itu pasti
isi rimba tak ada tempat berpijak lagi punah dengan sendirinya akibat rakus manusia
lestarikan hutan hanya celoteh belaka
lestarikan hutan mengapa tidak dari dulu saja..
ooh..
jelas kami kecewa mendengar gergaji tak pernah berhenti
demi kantong pribadi tak ingat rejeki generasi nanti
bencana erosi selalu datang menghantui
tanah kering kerontang banjir datang itu pasti
isi rimba tak ada tempat berpijak lagi punah dengan sendirinya akibat rakus manusia”
(Iwan Fals)
Sudah sekitar 30 tahun lagu ini ditulis. Saat itu Iwan Fals sudah melihat betapa parahnya pengrusakan hutan. Bagaimana dengan sekarang? Illegal logging mungkin istilah ini belum populer pada tahun 80an, sekarang bukan hanya populer tapi bahkan sudah dianggap biasa. Mengelus dada? Ah tak ada gunanya itu, berteriak kencang sambil melakukan performance art di depan gedung megah pemerintah, ditengah lalu lalang jalan raya membawa megaphone, membentangkan tulisan, poster gambar hutan rusak, atau apa lagi yang lain, semuanya itupun seperti angin lalu, hembusannya cuma lewat sambil membelai telinga para pejabat, apalagi cuma hanya mengelus dada.
Uang kah yang membuat hutan rusak? Hutan yang menghasilkan uang tetapi ia harus mengorbankan dirinya untuk menciptakan uang. Bukan uang untuk rakyat, tapi uang untuk pengusaha yang membuat semakin gendut pundi-pundi hartanya, sebagian lagi meluncur ke kantong para pejabat yang disuap untuk melindungi para pengusaha itu. Sungguh begitu picik mereka.
Hutan yang dulu sumber penghidupan semua makhluk, sekarang malah bisa menjadi sumber marabahaya. Hutan yang tak lagi lebat, bahkan gundul memiliki potensi menghancurkan sekitarnya. Dari bahaya sporadis seperti keluarnya hewan-hewan mencari sumber makanan ke pemukiman penduduk, sampai bahaya pembunuh massal seperti banjir bandang, tanah longsor, kekeringan, dan entah apa lagi yang lain.
Lalu apa yang harus kita lakukan? Meratap, menangis, merenung? Bukan itu, tapi berbuat sesuatu yang nyata. Menanam, menanam, menanam. Sedikit apapun kita menanam, sepesimis apapun kata orang, setidaknya kita sudah berbuat dan yang sedikit itu sangat berarti. Dengan satu orang menanam satu pohon bisa menghijaukan lagi Indonesia kita ini.
Satu lagi mari kita sama-sama berdoa, tolong Tuhan sadarkan mereka yang merusak alamMu ini, hanya Engkau yang bisa menyadarkan mereka. Busa dari mulut kami sudah habis, kering tak tersisa, sedang telinga mereka semakin tuli. Dan kembalikan senyum hutan kami lagi, hingga semua makhluk hidupmu bisa berpijak dengan kesejukan disana. Amin...

Minggu, 21 November 2010

Kintamani, Keelokan Bali Dibalut Sejuknya Udara

13.59 // by dalijo // // 5 comments

Batur, Kintamani, Bali
view Gunung Batur, Gunung Abang, Gunung Agung
“...gemuruh ombak di pantai Kuta
sejuk lembut angin di bukit Kintamani...”
Sepenggal lirik lagu Ebit G. Ade berjudul Nyanyian Rindu, jika anda sudah bosan dengan gemuruh ombak pantai Kuta, cobalah rasakan sejuknya wilayah Kintamani. Perbukitan melingkar yang terbentuk oleh letusan gunung purba ini sangat eksotis dengan pemandangan dan suasana yang sangat nyaman. Pedesaan yang jauh dari hingar bingar suasana pusat kota Bali yang sebenarnya malah ‘sudah tidak Bali lagi’, tapi disini kita akan merasakan inilah Bali yang sebenarnya.

Minggu, 17 Oktober 2010

Situs Ratu Boko, Kejayaan Masa Lampau

17.20 // by dalijo // // 6 comments

Ratu Boko, Yogyakarta
Gerbang Ratu Boko
Jika anda berkunjung ke kota Yogyakarta, sebaiknya anda tidak melewatkan tempat eksotis yang satu ini. Ya, kompleks situs Ratu Boko adalah kawasan menarik yang sangat disayangkan apabila anda tidak mengunjunginya. Sisa-sisa kejayaan masa lampau yang masih bisa dilihat jejaknya sampai saat ini. Seni arsitektur kuno yang membuat kita bangga menjadi bagian bangsa ini.

Rabu, 21 Juli 2010

Karimunjawa, Mutiara di Laut Jawa

22.06 // by dalijo // , // 44 comments




Karimunjawa, mungkin banyak orang yang tidak tahu dimana letaknya bahkan baru mendengar kata itu sekali ini. Yah, memang Kepulauan Karimunjawa belum populer di sebagian besar masyarakat Indonesia, apalagi di dunia. Tapi tahukah anda, dibalik ketidakpopuleran itu justru menjadikan kawasan ini masih sangat alami sehingga keindahan disajikan bukanlah keindahan yang dibuat-buat.
Terletak di Laut Jawa yang masih masuk kawasan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah atau tepatnya 60 miles laut utara Jepara. Kepulauan ini lebih terkenal bagi mereka para traveller yang mencari keindahan pemandangan bawah laut. Ya, kepulauan yang eksotis ini selain menyajikan pemandangan pantai yang menawan juga pemandangan bawah laut yang sangat indah, tidak kalah dibandingkan dengan daerah daerah lain yang menyuguhkan sajian yang sama.
Kepulauan Karimunjawa terdiri dari 27 pulau, dengan pulau utama adalah Pulau Karimunjawa dan Pulau Kemojan. Untuk mencapai kepulauan ini hanya ada 2 pilihan, naik kapal laut atau pesawat terbang. Kapal laut yang melayani penyeberangan kesana adalah KMP Muria dan KMC Kartini. KMP Muria berangkat dari Pelabuhan Kartini, Jepara, sedangkan KMC Kartini berangkat dari Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang. Sedangkan pesawat terbang tidak ada jadwal reguler, berangkat hanya berdasarkan pesanan, dan pastinya mahal biayanya.
Pulau Karimunjawa adalah pusat kegiatan dari kepulauan Karimunjawa, disini terdapat kantor kecamatan, walaupun begitu bila dibandingkan dengan daerah di Pulau Jawa, mungkin bisa dikatakan sangat sepi untuk ukuran ibukota kecamatan. Tapi jangan khawatir bagi anda yang ingin mencari penginapan, disini banyak terdapat guest house yang cukup nyaman dengan biaya sekitar Rp 60.000,- malam. Bagi anda yang ingin merasakan kenyamanan hotel dengan kamar AC pun tidak masalah, ada beberapa hotel dengan kualitas jempol dengan tarif sekitar dua ratus ribuan per malam. Tergantung selera dan kocek anda.

Suguhan utama wisata ke kepulauan ini adalah wisata bahari. Kita dapat menyewa kapal lengkap dengan ABK dan local guide untuk menemani wisata berkunjung ke pulau-pulau yang ada. Pilih sendiri pulau yang ingin dikunjungi atau bertanyalah pada guide sebaiknya pulau indah yang mana yang sebaiknya dikunjungi. Semua pulau yang ada adalah pulau keindahan, anda akan merasakan sensasi pemandangan yang luar biasa, pulau yang sepi dengan pasir putih lembut yang terhampar, nyiur melambai yang menghijau, pohon cemara laut yang berjajar, air laut yang bening dan yang utama adalah dunia bawah air dengan terumbu karang yang menawan dapat anda temui di hampir semua pulau yang ada. Benar-benar memanjakan mata dan pikiran anda. Jika dibandingkan dengan Kuta atau Senggigi atau pantai indah yang lain, pantai-pantai disini keindahannya tidak kalah bahkan lebih karena nilai plusnya adalah alami. Pemandangan bawah airnya pun tak kalah dengan daerah lain.


Bagi yang tidak bisa diving atau menyelam anda bisa melakukan snorkeling. Cukup dengan menggunakan snorkel set, berenang di atas permukaan air, anda bisa menikmati warna-warni terumbu karang dengan ikan-ikan yang berenang menari-nari di sekitar anda. Tak ada salahnya memberi makan pada ikan-ikan kecil itu. Ketika di Sea World anda hanya bisa melihat penyelam memberi makan pada ikan, disini anda bisa melakukannya sendiri.


Clown fish atau ikan badut yang lebih terkenal dengan nama ‘nemo’ pada film Finding Nemo juga dapat anda lihat langsung. Dengan ekor yang mengibas-ngibas mirip penari untuk mendorong tubuh kecilnya keluar masuk anemon, sangat lucu sekali ketika melihatnya bukan dalam film. Tapi jangan coba-coba untuk menyentuh anemonnya karena anda akan merasa gatal-gatal atau bahkan perih.

Ketika siang datang dan perut mulai keroncongan, menu makan yang cocok adalah ikan bakar. Itu menu makan siang standar disana tapi akan terasa sangat istimewa bagi para wisatawan. Anda bisa meminta pemandu anda membakarkan ikan atau anda bisa membakarnya sendiri kalau ingin menciptakan rasa sesuai dengan selera anda sendiri.
Selain sajian pemandangan pulau indah dan terumbu karang yang mempesona. Pengunjung dapat melihat dan bahkan berenang dengan ikan hiu, ikan hiu yang jinak tentunya. Di pulau Menjangan Besar terdapat penangkaran ikan hiu. Ditempat ini juga terdapat penyu dan bintang laut. Tidak ketinggalan, terdapat juga penangkaran burung elang jawa.
Sore hari adalah pemandangan terbenamnya matahari. Sebuah pemandangan yang membuat mata tak ingin lepas dari pulangnya sang surya. Langit jingga yang menciptakan sinaran menyejukkan mata apalagi dilihat dari bibir pantai, sungguh menawan dan romantis apabila anda mengajak pasangan anda.
Mari nikmati keindahan alam tanpa merusaknya. Agendakan liburan anda kesini. Buat apa jauh-jauh ke luar negeri untuk menikmati wisata pantai, jika Indonesia adalah rajanya. Buat apa jauh-jauh ke Karibia kalau Karimunjawa tak kalah indahnya.
Cintai Indonesia, jelajahi negerimu, jelajahi Indonesiamu.